Dan seperti biasa aku selipkan bunga kamboja kuning kecil di telingaku. Sampai di hotel security-nya perempuan. Melihat aku dari atas sampai bawah terus ngomong-ngomong sama kawannya yang juga sekuriti, lihat aku lagi, lama-lama kan aku juga ngerasa, Aku nanya, "kenapa mbak kok ngelihat saya seperti itu? saya diundang sebagai pembicara oleh organisasi ini Rotary club terus security seperti agak bingung, tapi aku mengerti melihat pandangannya melihat ke arah kakiku. Apa mungkin karena aku pakai sandal kulit dari Malioboro ya ??.
Akhirnya agak ragu-ragu mbak security bilang. "Ya, iya bu maaf ibu tidak boleh pakai sendal. "oh begitu ya sudah kalau enggak boleh pakai sendal kulit Jogja ini ya gak apa-apa mbak, langsung sandal aku copot dan aku berjalan dengan kaki telanjang masuk ke dalam ruangan di mana Rotary Club mengadakan seminar, emang semuanya jadi melihat ke kaki saya karena saya enggak pakai sendal enggak pakai sepatu kalau bahasa Jawanya itu tokoran.
Sampai di mimbar saya bilang kepada seluruh audiens "my dear distinguis guess before i speak in front of you I want to say why i come here with my bare foot cause i respect you little bit lower than my Allah why? when i pray come to Him in my shalat 5 times a day ido always with my bare foot in" apa yang terjadi?? semua pada berdiri standing applaus tepuk tangan. oalaah.
Selesai seminar semua peserta mau berfoto eksklusif sama aku, komentar mereka rata-rata hampir sama. Wonderfull. Beautiful.
Dan mereka malah suka dengan gayaku tokoran, mungkin mereka merasa litle bit lower than Him, he he he Begitulah aku rasakan mereka bersikap sangat respek padaku yang telanjang kaki gak pake sandal, aku mendapat pelajaran lagi tentang cara pandang orang yang kali ini tentang Sandal Malioboro Ngayogjakarta.
Penulis: Roostien Ilyas