HEADLINE

Andar GACD: Ayah Suaminya Syahrini Dalam Pusaran Pengemplang BLBI US$ 20,4 Juta

/

Redaksi / Minggu, 17 Maret 2019 / 12:52 WIB

Sebarkan:
Jakarta | Media Nasional Obor Keadilan | Kehebohan berita terkait perkawinan artis papan atas Syahrini dengan suaminya yang kaya Raya bernama Seno Barrac pada Rabu (27/03/2019) lalu tidak habis-habisnya diperbincangkan warga net juga elemen masyarakat.

Pergunjingan dan pujian pun mengalir begitu deras dari yang pro hingga kontra, serta bermacam sudut pandang dikupas maklum suami Syahrini ini lama menjadi pacar Luna Maya.

Praktisi hukum Pidana korupsi Andar Situmorang GACD pun angkat bicara soal issu pernikahan yang menghebohkan publik Indonesia ndonesia ini. Namun tidak seperti sorotan kebanyakan orang, Andar Situmorang GACD malah menyoroti soal kekayaan Turun temurun dari suami Syahrini itu. Ia Menyampaikan bahwa Rosano Barack Ayah dari Reino Barack masih tercatat di list Pemgemplang BLBI sebesar US$ 20.4 juta.Menurut Andar GACD bahwa Uang US$ 20.4 juta tersebut belum dikembalikan ke negara oleh Rosano Barack mertua Syahrini sampai sekarang.

■SKANDAL BLBI MELIBATKAN PARA ELITE

Pada Desember 1998, Bank Indonesia menyalurkan BLBI sebesar Rp147,7 triliun kepada 48 bank. Namun, hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menyebutkan, dari Rp147,7 triliun dana BLBI yang dikucurkan, Rp138,7 triliun dinyatakan merugikan negara.

Sementara itu, audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) menemukan adanya penyimpangan sebesar Rp54,5 triliun. Dari Rp53,4 triliun merupakan penyimpangan berindikasi korupsi dan tindak pidana perbankan.

■Dilansir CNN Indonesia Kementerian Keuangan (Kemenkeu) masih mengejar dana bantuan Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) dari 22 obligor.

Sebelumnya, Kemenkeu melalui Direktorat Jenderal Kekayaan Negara yang sedang melanjutkan proses pengembalian aset obligor yang telah menyelewengkan dana BLBI yang dilimpahkan oleh Badan Penyehatan Perbankan Nasional.

"Pokoknya ada 22 obligor yang selama ini diundang oleh Kementerian Keuangan," tutur Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati usai membahas Peringatan Hari Kartini Kementerian Keuangan (Kemenkeu) 2017 di Gedung Djuanda I Kemenkeu, Jumat (28/4) silam

■Andar Gadc tidak sekedar berteriak akan kasus Skandal BLBI ini, saya sudah melaporkannya langsung ke KPK dan saya himbau KPK segera bergerak cepat mengejar proses hukum bahkan memproses agar para Pengemplang BLBI segera mengembalikan uang Negara tersebut pungkas Andar ke oborkeadilan.com.

■ Berikut Daftar yang tertera disurat dan masuk dalam laporan Andar ke KPK, diantaranya tertera Rosano Barack, dugaan korupsi pipanisasi di Jawa US$ 20,4 Juta

Alm. Bustanil Arifin, Korupsi Bulog Rp. 14,8 Milyar Cq Gugatan Perdata

Ginanjar Kartasasmita korupsi Technical A Contract (TAC) US$ 24,8 Juta

Alm. Faisal Abdoe, korupsi Technical A Contract (TAC) US$ 24,8 Juta

Praptono Hong Tjitrohupojo korupsi Technical A Contract US$ 24,8 Juta

Sjamsul Nursalim, dugaan korupsi dana BLBI Rp. 10 Triliun

Djoko Ramiadji, korupsi penerbitan Commercial paper PT. Hutama Karya

Proyek JORR US$ 105 Juta dan Rp. 181,35 Miliyar

Siti Hardijanti Rukmana, dugaan korupsi pipanisasi di Jawa US$ 20,4 Juta

Faisal Ab’daoe, dugaan korupsi pipanisasi di Jawa US$ 20,4 Juta

Rosano Barack, dugaan korupsi pipanisasi di Jawa US$ 20,4 Juta

Prajogo Pangestum korupsi proyek oenanaman hutan IPT. MHP Rp. 331 Milyar

Abdul Latif (mantan Menaker), dugaan korupsi Jamsostek Rp. 7,1 Milyar

Abdullah Nussi, dugaan korupsi Jamsostek Rp. 7,1 Milyar

Yudi Swasono, dugaan korupsi Jamsostek Rp. 7,1 Milyar

Soewardi, dugaan korupsi Asrama Haji Donohudan Rp. 19 Milyar

Johanes Kotjo, dugaan korupsi Bapindo-Kanindotex Rp. 300 Milyar

Robby Tjahjadi, dugaan korupsi Bapindo-Kanindotex Rp. 300 Milyar

Prijadi, dugaan korupsi di BRI Rp. 572,2 Milyar

Djoko Santoso, korupsi di BRI Rp. 572,2 Milyar

The nin King, dugaan korupsi di BRI Rp. 572,2 Milyar

Joko S. Tjandra, dugaan korupsi di BRI Rp. 572,2 Milyar

Marimutu Sinivasan korupsi fasilitas kredit di PT. Texmaco Rp. 1,8 Triliun

Sukamdani Sahid Gitosarjono, korupsi BLBI oleh PT. BDI Rp. 418 Milyar

Adriansyah, korupsi penyalahgunaan BLBI oleh PT. BDI Rp. 418 Milyar

Bob Hasan korupsi dan Asosiasi Panel Kayu Indonesia US$ 86 Juta

Tjipto Wignjoprajitno dan di Asosiasi Panel Kayu Indonesia US$ 86 Juta

Tanri Abeng, dugaan korupsi kasus JITC/Pelindo II Rp. 12,9 Milyar

HM Syaukani HR Bupati Kutai Bunga Bank dan PBB Migas Rp. 4,6 Milyar

HM Said Sjafran, konvensi Bunga Bank dan PBB Migas Kutai Rp. 4,6 Milyar

HM Sulaiman, konvensi Bunga Bank dan PP Migas Kutai Rp. 4,6 Milyar

Abdullah Sani, konvensi Bunga Bank dan PBB Migas Kutai Rp. 4,6 Milyar

Jean Ronald Pea, BLBI oleh Bank Baja Internasional Rp. 17 Milyar

The Nin King, korupsi BLBI Bank Dana Hutama Rp. 88,28 Milyar

Lany Ongko Subroto, korupsi BLBI oleh Bank Sewu Inter. Rp. 495 Milyar

Husodo, korupsi BLBI oleh Bank Sewu Internasional Rp. 495 Milyar

Njo Kok Kiong, korupsi BLBI oleh Bank Papan Sejahtera Rp. 539 Milyar

Hashim S. Djojohadikusumo, korupsi BLBI oleh Bank Pelita Rp. 1,9 Triliun

Moh. Hasan (Bob Hasan) korupsi BLBI oleh Bank Umum Nasional

Hadi Purmama Chandra, korupsi BLBI Bank Dana Hutama Rp. 88,28 Milyar

Hokiarto, korupsi BLBI oleh Bank Hokindo Rp. 214 Milyar

Ir. Bambang Pujiant Korupsi di Lemigas (Berita dicabut) Rp. 7,1 Milyar

Raja DL. Sitorus, dugaan korupsi Torganda di Riau Rp. 231,5 Milyar

Syarifudin Tumenggung Ketua BPPN

Prayogo Pangestu korupsi Proyek Hutan Tanaman Industri Sumsel

Tanri Abeng korupsi pada Jakarta IC Technical Rp. 12,9 Milyar

Jean Rudi Ronald Dea korupsi Dan BLBI

Lany Angko Subroto, korupsi pada Bank Sewu

Nyo Kok Kiong, korupsi pada Bank Papan Sejahtera

Agus Anwar, korupsi pada Bank Isti Narat/Pelita

Hokiarto korupsi pada Bank Hokindo

Hadi Purnama Chandra korupsi pada Bank Dana Hutama

Menurut Andar, kasus yang menyeret banyak nama dan perusahaan tersebut telah menimbulkan kerugian Rp. 6.525,31 Triliun rupiah dan 412,6 Juta US$ atau Rp. 5.363,8 Triliun. ( Obor Panjaitan )

Media Nasional Obor Keadilan menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : obor.leo@gmail.com dan atau via wa : 082230993121

KOMENTAR
TERKINI