HEADLINE

Dampak Helikopter Di Polis Line, Ribuan Warga Kampung Kawei Kelaparan Dan Sakit

/

Redaksi / Selasa, 14 Agustus 2018 / 15:33 WIB

Sebarkan:


Media Nasional Obor Keadilan | BOVEN DIGOEL - Sikap Pemerintah Provinsi Papua menutup Penambangan Rakyat di Kampung Kawei Sungai Diram perlu di Evaluasi, dimana Keputusan yang di ambil dengan menyegel Penerbangan Helikopter ke wilayah Kampung Kawei Sungai Diram akan mengakibatkan ribuan warga Sakit dan Kelaparan, Senin (13/8/2018).

Seperti yang dituturkan seorang warga yang enggan menyebut Identitasnya, menurutnya, "Kami menerima apa yang menjadi keputusan Pemerintah Provinsi Papua dimana dengan menutup kegiatan Penambangan Emas Illegal di Kampung Kawei Distrik Awimbon Kabupaten Pegunungan Bintang," namun dalam hal ini, dimana Pemerintah mengambil langka dengan mempolisline Helikopter yang beroperasi di wilayah tersebut hingga mengakibatkan Ribuan Warga kebingungan untuk mendapat kebutuhan bahan makanan dan obat-obatan serta turun ke wilayah Yahukimo maupun Tanah Merah, dengan maksud dan tujuan untuk pulang ke daerahnya masing-masing sebab seperti yang diketahui jarak antara lokasih tambang ke Kampung Kawei bila ditempuh dengan berjalan kaki selama 4 hari 4 malam, dari Kampung Kawei harus mengunakan Perahu Longbout dengan Perjalanan selama 3 hari di atas Perahu untuk tujuan ke Tanah Merah, namun bagaimana nasip masyarakat dalam melakukan perjalanan yang jauh, bila tidak memiliki bekal, sebab hal itu jelas akan menimbulkan korban ditengah perjalanan." tandasnya.

Di tambahkannya, "Dengan kondisi jarak perjalanan tersebut sangatlah mengkuatirkan di mana Warga Orang Asli Papua dan Suku Pendatang sudah tidak memiliki pasokan Bahan Makanan dan Persiapan Obat-obatan, bila hal ini tidak ditanggapi oleh Pemerintah, dalam waktu 2 atau 3 hari kedepan, kami pastikan akan ada Orang meninggal dunia, sebab beberapa waktu lalu kami menerima Informasi lewat Via Telpon Satelit dari Sungai Diram, dimana saat Ini Ada 10 orang yang sedang mengalami Sakit Parah dan harus diturunkan, serta ribuan warga sudah kehabisan Bahan makanan namun dengan tidak ada penerbangan Helikopter, akhirnya para korban Sakit hanya pasrah dengan kondisi yang ada," jelasnya.

Warga Berharap agar Pemerintah membuka Penerbangan Helikopter, supaya orang-orang yang ada dilokasi Tambang tidak kelaparan dan bisa turun ke Tanah Merah atau Yahukimo melalui Penerbangan Helikopter, guna untuk memenuhi keputusan Pemerintah Provinsi Papua dalam hal Penutupan Tambang Emas Illegal di wilayah tersebut," harap Warga. (Oriyen S)

Editor : Yuni
Penanggung Jawab Berita : Obor Panjaitan

Media Nasional Obor Keadilan menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : obor.leo@gmail.com dan atau via wa : 082114445256

KOMENTAR
TERKINI