HEADLINE

Heboh !!.Balita Tewas Usai Minum Obat yang Diberikan Perawat RSHK Waykanan

/

Redaksi / Senin, 16 Juli 2018 / 07:31 WIB

Sebarkan:
                Ket Foto :    Rumah Sakit Haji Kamino Way Kanan

MEDIA NASIONAL OBOR KEADILAN  l LAMPUNG -Nahas menimpa Andara Fathi Sholeha, balita berumur 7 Bulan merengang nyawa di Rumah Sakit Haji Kamino (RSHK) Kecamatan Baradatu, Kabupaten Waykanan, Minggu Malam (15/07/2018).

Putri pertama pasangan Dara Herawati dan Darwis yang beralamatkan di Kampung Bengkulu, Kecamatan Gununglabuhan, Waykanan diduga meninggal setelah meminum obat yang diberikan oleh perawat yang menanganinya.

Hal tersebut disampaikan oleh adik dari ibu korban, Syahrul Sidik.

Syahrul menceritakan kronologis dari awal keponakannya tersebut masuk Rumah sakit sampai dengan meninggal dunia.

"Awal mula keponakan saya terkena penyakit muntaber pada Sabtu malam kemarin, dan pagi tadi langsung dibawa oleh ibu dan bapak saya ke rumah sakit Haji Kamino sekira pukul 07.00 WIB. Sesampainya di rumah sakit langsung ditangani oleh perawat yang sedang piket. Tapi si perawat hanya memberikan resep obat saja, tidak di infus atau penangan yang lain," kata Syahrul, Senin(16/7/2018).

Dia menambahkan, perawatan tersebut lalu mengatakan keponakan saya sudah sehat tidak perlu dirawat lagi. Tapi, ibu saya tetap meminta keponakan saya dirawat dikarenakan takut sakitnya semakin parah.

“Namun perawat tersebut tidak mengizinkan untuk dirawat, mereka bilang keponakan saya tidak apa-apa cukup dikasih obat saja bisa sembuh. Saya lalu menelpon pihak rumah sakit dan meminta keponakan saya dirawat kembali, tapi ditolak perawatnya,” imbuh Syahrul.

Syahrul mengaku sempat bersitegang dengan pihak Rumah sakit melalui telepon, sampai-sampai dia mengatakan, kalau terjadi apa-apa terhadap keponakannya, dia akan tuntut pihak Rumah sakit, tapi ucapannya tidak diindahkan pihak rumah sakit.

"Setelah itu Ibu dan bapak saya  menebut resep obat yang diberikan perawat tersebut. Lalu kami menelpon Kepala Kampung Bengkulu, Jusman, untuk meminta jemput di rumah sakit. Saat  menunggu jemputan, keponakan saya terlihat kritis setelah diberi obat yang telah ditebus dan dibawa masuk lagi ke rumah sakit tersebut, dari situlah keponakan saya menghembuskan napas terakhirnya pada pukul 21:00 WIB," ungkap Syahrul.

Sesuai perkataannya, Syahrul akan akan menuntut dan meminta pertanggungjawaban pihak rumah sakit.

Sementara, Jumhadi, kakak Syahrul mengungkapkan, saat dirinya memandikan jenazah keponakannya itu, dari mulut balita tersebut keluar yang diduga obat yang diberikan perawat yang menanganinya di rumah sakit Haji Kamino.

 Pihak Rumah Sakit Haji Kamino hingga berita ini ditayangkan enggan memberikan komentar apapun terkait meninggalnya balita tersebut [Rahardja]
Editor : Rahardja
Penanggung Jawab : Obor Panjaitan


Media Nasional Obor Keadilan menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : obor.leo@gmail.com dan atau via wa : 082114445256

KOMENTAR
TERKINI