|

Pasca Kunjungan Jokowi Ke Medan, Judi Dadu Samkwan dan Judi Kim Pasar 7 Tutup.

Teks Gambar : Presiden Jokowi saat di Bandara Kualanamu Internasional Airport (KNIA)

Media Nasional Obor Keadilan|
Medan-Sumut |
Pasca kedatangan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) ke Medan, aktifitas judi Dadu Samkwan dan judi Batu Guncang (KIM) di Pasar 7 Marelan dikabarkan tutup.

Lokalisasi judi Dadu Samkwan dan judi KIM Pasar 7 yang  selama ini dikenal kebal hukum itu  disebut-sebut milik Apink Bak Kiem (Apink BK)

Pantas saja judi Dadu Samkwan dan judi KIM di Pasar 7 itu berhenti   beraktifitas, pada saat orang nomor 1 di negeri ini datang melakukan kunjungan lawatan ke Medan.

Terbukti, usai  Presiden Jokowi kembali ke Jakarta, lokasi judi mirip Las Vegas itu kembali beraktifitas seperti sediakala.

Judi Dadu Samkwan yang mayoritas pemainnya bermata sipit itu mengganggap diri sebagai dewa judi yang kebal hukum.

Bagaimana tidak, di depan pintu masuk menuju ke lokasi Las Vegas di Pasar 7 itu dijaga ketat oleh pria berbadan tegap, berambut cepak. Menurut informasi dari warga sekitar, para pria berbadan tegap dan cepak tersebut diduga anggota TNI dari berbagai Kesatuan.

" Lihat dari tampangnya tentara semua di lokasi judi itu bang, " kata warga yang enggan namanya disebutkan itu kepada oborkeadilan.com

Lanjut warga lagi, saat ini dlokasi judi Pasar 7 Marelan itu ada dua bertambah permainan baru, yaitu Judi KIM dan Sabung Ayam.

Sungguh lokasi perjudian di Pasar 7 itu layaknya sudah seperti Destinasi wisata judi di Kota Medan.

Padahal beberapa hari yang lalu Kapoldasu Irjen  Pol Paulus Waterpauw,  telah mengintruksikan Kapolres Belawan agar menindak lokasi judi Pasar 7 yang ada di wilayah hukumnya tersebut.

 " Kapolres harus menindaknya,  karna itu adalah penyakit  Saya tidak mau ada penyakit di Wilkum saya, " ujar Jenderal bintang dua itu kepada wartawan

Menanggapi Komentar Kapoldasu Irjen Pol Paulus Waterpauw tersebut, Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Kesatuan Aksi Umat Islam (KAUMI) H. Irfan Hamidi ketika dikonfirmasi via selulernya, Jumat (13/10/2017) mengatakan, Kapoldasu yang baru Irjen Pol Paulus Watarpauw harus bersikap tegas untuk memberantas penyakit masyarakat (Pekat) yang ada di wilayah hukumnya.

" Kapolda harus konsekwen. Tangkap dan tindak judi yang ada di wilkumnya, " jelasnya.

Lebih lanjut,  selaku Ketua DPP Kaumi, H. Irfan Hamidi yang berdomisili di Belawan itu juga meminta kepada Bapak Kapoldasu Irjen Pol Paulus Waterpauw dan  jajarannya, untuk bisa juga memberantas judi togel yang bagaikan gurita di Belawan.

" Kalau Judi Dadu Samkwan dan judi Kim di Pasar 7 Desa Manunggal Kecamatan Medan Marelan itu pemainnya mayoritas Cina. Tapi kalau judi Togel di Belawan kebanyakan pemainya tukang becak, rakyat kecil  menengah kebawah " tandas H. Irfan Hamidi.

Terpisah, Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP Yemi Mandagi, saat dikonfirmasi  oborkeadilan, Jumat (13/10/2017) terkait perintah Kapoldasu itu mengatakan, perintah Kapolda itu harus dilaksanakan.

" Kita seorang pelaksana, harus loyal terhadap perintah atasan, " ucap AKBP Yemi.

Menurut AKBP Yemi, masalah judi itu adalah pidana. Jadi harus ditindak tegas oleh Polri, dan itu perintah UU, " bebernya.

Saat ditanyakan, jika memang perintah Kapolda harus dilaksanakan, Mengapa sampai saat ini aktifitas judi Dadu Samkwan dan Batu Guncang (KIM) Pasar 7 tidak ditangkap dan ditindak.

" Itu karena kendala teknis, kita perlu strategi  dan taktik khusus untuk melakukan penangkapan pelakunya. Sehingga tidak menimbulkan akses atau masalah baru," terangnya.

Anehnya, hingga berita ini ditayangkan, Kapolres Belawan samasekali belum juga melakukan penindakan di lokasi judi Dadu dan Batu Guncang di Pasar 7 Marelan tersebut.
(Sofar Panjaitan)
Komentar

Berita Terkini