|

KONSEP DASAR LAYANAN KONSELING KELOMPOK

Penulis: Windi Yolanda 

MEDIA NASIONAL OBOR KEADILAN | Sabtu, (15/08-2020) - Defenisi Layanan Konseling Kelompok

Prayitno (1995) mengemukakan bahwa konseling kelompok adalah proses kegiatan dalam kelompok melalui interaksi soaial yang dinamis diantara anggota kelompok untuk membahas masalah yang dialami setiap anggota kelompok sehingga ditemukan arah dan cara pemecahan yang paling tepat dan memuaskan.

Manfaat Layanan Konseling Kelompok 

Elida p, (2010) menjelaskan beberapa manfaat yang bisa didapatkan oleh anggota kelompok melalui layanan bimbingan kelompok dan konseling kelompok antara lain adalah :

  • Memperoleh pemahaman tentang diri sendiri dan perkembangan identitas diri yang sifatnya unik
  • Meningkatkan penerimaan diri sendiri, kepercayaan diri, dan penghargaan terhadap diri sendiri agar tercapai pemahaman baru tentang diri sendiri dan lingkungan sekitar
  • Memiliki kesensitifan yang tinggi terhadap kebutuhan dan perasaan orang lain
  • Memahami kebutuhan dan permasalahan yang dirasakan secara bersama oleh anggota kelompok yang dikembangkan menjadi perasaan yang bersifat universal
  • Memahami nilai-nilai yang berlaku dan hidup dengan tuntutan nilai-nilai tersebut, dan
  • Mampu menentukan satu pilihan yang tepat dan dilakukan dengan cara yang arif bijaksana

Asas Dalam Layanan Konseling Kelompok

Munro, manthei, & small, (1979) menjelaskan bahwa kerahasiaan, kesukarelaan, dan keputusan diambil oleh klien sendiri merupakan tiga etika dasar dalam kegiatan pelayanan bimbingan dan konseling. Asas-Asas lain (kegiatan, keterbukaan, kekinian, dan kenormatifan)

Keuntungan Pelaksanaan layanan konseling kelompok

Elida p, (2010) menjelaskan beberapa keuntungan yang dapat dicapai anggota kelompok dalam melaksanakan bimbingan dan konseling kelompok, antara lain :

  • Sebagai wahana untuk menolong orang merubah sikap, keyakinan, perasaan anggota kelompok tentang diri mereka sendiri dan orang lain, serta tingkah laku secara keseluruhan
  • Anggota kelompok dapat belajar gaya mereka dalam berhubungan dengan orang lain dan belajar keterampilan dalam membina keakraban yang efektif dengan orang lain
  • Anggota kelompok dapat mendiskusikan persepsi atau pendapat mereka satu sama lain dan mau menerima masukan-masukan yang berharga tentang bagaimana yang seharusnya mereka diterima dalam kelompok
  • Anggota kelompok dimungkinkan bertualang kedalam dunia keseharian para anggota kelompok dengan berbagai cara, khususnya jika mereka berbeda minat, umur, perhatian, latar belakang, status sosial-ekonomi, dan tipe masalah
  • Anggota kelompok memperoleh masukan tentang dirinya sendiri sehingga memahami diri sendiri dari sudut pandangan orang lain. Hal itu disebabkan konseling kelompok memiliki kelebihan yang sangat hebat yaitu memberikan masukan yang kaya untuk anggota kelompok, sehingga individu dapat melihat diri mereka sendiri melalui pandangan banyak orang
  • Anggota kelompok memperoleh pemahaman dan sokongan dari anggota kelompok untuk menjelajahi permasalahan yang dimunculkannya dalam kelompok
  • Anggota kelompok memperoleh perasaan memiliki (sense of belonging) kelompok dan dengan interaksi yang akrab yang makin berkembang dalam situasi kelompok maka mereka belajar cara berinteraksi yang penuh keakraban, memelihara hubungan positif dan cara memberikan sokongan.

Tujuan Konseling Kelompok

Secara Umum layanan konseling kelompok bertujuan untuk mengembangkan kemampuan bersosialisasi, khususnya kemampuan berkomunikasi dan mengentaskan masalah individu peserta layanan.

Secara lebih khusus layanan konseling kelompok bertujuan untuk mendorong pengembangan perasaan, pikiran, persepsi, wawasan dan sikap yang menunjang perwujudan tingkah laku yang efektif, yaitu peningkatan kemampuan berkomunikasi baik verbal maupun nonverbal.

Tujuan yang ingin dicapai dalam konseling kelompok yaitu penguasaan informasi untuk tujuan yang lebih luas, pengembangan pribadi dan pembahasan masalah yang ada dalam diri individu, secara luas dan mendalam yang bermanfaat bagi para anggota kelompok. Dan semua anggota kelompok membantu untuk menyumbangkan masukannya demi terentaskannya masalah individu peserta layanan.

Tahapan Dalam Konseling Kelompok

1. Tahap pembentukan

tahap ini merupakan tahap pengenalan terhadap layanan yang akan dilakukan. Anggota kelompok dibekali dengan pengertia , tujuan, manfaat, cara pelaksanaan dan asas-asas dalam layanan konseling kelompok. anggota kelompok memperkenalkan diri dalam kelompok yang bertujuan melatih anggota kelompok untuk berani berbicara didepan umum, membuka diri kepada orang lain dalam hal ini kepada anggota kelompok yang lain, serta hal penting lainnya adalah melatih anggota kelompok terlibat secara aktif dalam mengemukakan pendapat serta menanggapi pendapat orang lain pada kegiatan layanan konseling kelompok, sehingga terbina dinamika kelompok, yang sangat menentukan keberhasilan/kesuksesan dalam pelaksanaan layanan konseling kelompok.

2. Tahap peralihan

Tahap peralihan adalah tahap transisi antara tahap pembentukan dengan tahap kegiatan. Pada tahap ini pemimpin kelompok sekali lagi harus jeli/tanggap dalam melihat dan membaca situasi yang terjadi dalam kelompok. Apabila masih terlihat gejala-gejala penolakan, rasa enggan, salah paham, kurang bersemangat pada anggota kelompok dalam melaksanakan kegiatan, maka pemimpin kelompok hendaknya bersikap cerdas dan bijaksana agar memberikan pemahaman kepada anggota kelompok.

3. Tahap kegiatan

Tahap kegiatan merupakan tahap inti yang sangat menentukan keberhasilan layanan konseling kelompok. Jika pada tahap sebelumya dapat dipahami dan dilewati dengan baik, maka pada tahap kegiatan akan berlangsung dengan lancar.

4. Tahap pengakhiran

Tahap ini merupakan penutup dari kegiatan konseling kelompok.

IDENTITAS PENULIS 

Nama: Windi Yolanda 

Jurusan: bimbingan konseling islam 

Fakultas: ilmu tarbiah dan keguruan 

Universitas: universitas islam negeri sumatera utara

Kelompok kkn: 84

Komentar

Berita Terkini