HEADLINE

DITENGARAI EFEK PILGUB, MASYARAKAT SWADAYA BANGUN JEMBATAN

/

Redaksi / Sabtu, 15 September 2018 / 22:19 WIB

Sebarkan:
                             Ket Foto:  Warga Mesuji Lampung
MEDIA NASIONAL OBOR KEADILAN l LAMPUNG  - Way sarung, demikianlah nama sebuah jembatan penghubung yang terletak di RT1/RW 2 desa Kebun Dalem kecamatan Way Serdang kabupaten Mesuji.
Jembatan yang memiliki panjang 12m dan lebar 2.5m ini menelan biaya RP 11.450.000,00, uniknya semua pembiyaan pembangunan tersebut bukan bersumber dari APBD maupun APBN namun murni dari hasil swadaya masyarakat sekitar.

Bukan tanpa sebab mengapa nama jembatan tersebut adalah "way sarung" , konon rumor yang beredar di masyarakat dampak dari pemilihan gubernur lampung yang dimenangkan oleh pasangan Arinal-Nunik.

Sebagai mana yang ceritakan Tri Wibowo, warga sekitar saat dihubungi crew media pada Sabtu (15/09.)

"Mengingat jembatan tersebut merupakan sarana yang fital, maka sejak tahun 2016 diusulkan untuk dibangun, pada saat itu aparatur desa beserta PMD juga menyetujui dan komitmen pada APBDES tahun 2018 siap membangun jembatan tersebut, awal tahun 2018 kami dipahamkan bahwa semua klenglapan pembangunan baik alokasi anggaran serta gambar telah siap, kami pun menyambut gembira saat tau ada batu sekitar 3 rit mobil fuso telah diturunkan untuk pembangunan jembatan itu, " terang bowok.

Masih kata Tri Wibowo, kondisi tersebut berubah 90% manakala pasca pemilihan gubernur lampung beberapa bulan lalu dimenangkan oleh pasangan Arinal-Nunik serta di Desa tersebut pasangan nomer urut 3 juga menuai kemengan, sontak batu yang sedianya akan dibuat pembangunan jembatan pun diangkut dan dipindah tempat.

"Saat mendengar kabar jembtan gak jadi dibangun, warga pun menanya ke apratur desa, ironis memang saat ditanya oknum aparatur tersebut menjawab dengan nada ketus "JEMBATANYA DIBUNGKUS SARUNG AJA" , jawaban tersebut adalah sindiran buat kami karena wilayah kami Mbak Nunik menang telak, " terangnya.

Senada dikatakan oleh Imron, yang juga warga sekitar mengatakan bahwa sebenarnya pihak pemerintah siap membangun jembatan tersebut tahun ini namun dengan konsekwesi memenangkan salah satu partai pada kancah pileg 2018, ia menerangkan bahwa masyarakat sudah tidak sabar lagi menunggu.

"Masyakat udah terlanjur kecewa bang karna batu yang udah dateng 4 fuso di tarik kembali tanpa musyawarah dengan warga sekitar dan seperti nya rakyat dah gak mau nunggu lebih lama lagi, " kata imron.

Lebih lanjut Ia juga mengatakan bahwa pada saat reses anggota DPRD dapil setempat, masyarakat dipahamkan bahwa gagal dibangunya jembatan tersebut lantaran meningginya harga material, namun pada saat itu pula warga bersedia menanggung kekurangan biaya jembatan tersebut, namun pihak aparatur kampung tidak meresponya.

Disisi lain, imron juga mengungkapkan bahwa sebagai wujud rasa syukur kepada tuhan, maka malam ini warga setempat mengadakan acara tasyakuran serta doa bersama memohon keselamatan.

"Malam ini kusus warga setempat dan para orang orang  yang  masih punya hati nurani menyumbangkan sedikit dananya untuk pembangunan jembatan, maka kami menggelar acara potong tumpeng dan makan bersama di atas jembatan, alkhamdulillah warga masih sanggup memotong 2 ekor kambing sebagai wujud syukur dari masyarakat karna jembatan semoga bisa dilewati dengan aman dan nyaman, " tandasnya.

Naman sayangnya hingga berita ini diturunkan, kepala desa setempat belum dapat di konfirmasi, beberapa kali dihubungi via handphone namun tidak ada jawaban.(Tim Redaksi)
Penanggung Jawab Berita :  Obor Panjaitan

Media Nasional Obor Keadilan menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : obor.leo@gmail.com dan atau via wa : 082114445256

KOMENTAR
TERKINI