HEADLINE

Mahalnya Biaya Pendidikan Di SMAN 1 Air Naningan Dan SMAN 1 CUKUH BALAK

/

Redaksi / Jumat, 25 Mei 2018 / 08:48 WIB

Sebarkan:
                        Ket  Foto :  Caption kartu SPP SMAN 1 Air Naningan


Media Nasional Obor Keadilan I
Orangtua wali murid peserta didik di SMAN 1 Air naningan mengeluhkan beban biaya pendidikan yang harus dibayarkan disalah satu sekolah lanjutan Atas berstatus negeri diTanggamus tersebut.

Satu lagi sekolah yang menabrak Permendikbud nomor 75/2016 dengan melakukan pungutan, dan sekaligus membuktikan sinyalir sangat lemahnya sistem pengawasan dunia pendidikan di Provinsi Lampung. Untuk 273 orang Peserta didik tahun ajaran 2017-2018 disekolah itu,dari kelas X sampai XII dikenakan biaya SPP sebesar Rp.1.200.000,-, biaya daftar atau daftar ulang (dana awal) dan dana fisik  dengan besaran bervariasi. Total dana pungutan pertahun ajaran mencapai kisaran Rp.776.200.000,-.

Mengomentari kondisi yang ada di SMAN 1 Air Naningan tersebut, Ketua LSM MP3 DPC Tanggamus, Arpan menghimbau Pemerintah Kabupaten , Provinsi maupun pusat agar segera menyikapi pungli yang terjadi disekolah sekolah khususnya di Kabupaten Tanggamus yang dinilainya sudah menggila.

" Pemerintah harus segera ambil sikap terkait ungutan disekolah sekolah yang sudah menggila saat ini,jangan dibiarkan saja,jangan menutup mata dan telinga melihat prilaku menyimpang oknum oknum didunia pendidikan ini" ujarnya.
Karena pungli seorang siswi kelas XII SMAN 1 CUKUH BALAK Tanggamus bernama Nur Hikmah , Lanjut Arpan
terpaksa putus sekolah.karena itu LSM MP3 yang selama ini terus fokus keberbagai bidpembangunan dalam tupoksinya selaku lembaga sosial control, khususnya bidang pendidikan agar segera dilakukan pembenahan dan keseriusan penerapan Kepmendikbud RI 75 tahun 2016 tentang Komite sekolah.
" bunyi atau muatan dari Kepmendikbud itu sudah baik dan benar, hanya saja penerapan dibawahnya yang melenceng jauh. 

Harusnya setelah dibuat,diberlakukan juga harus diawasi pelaksanaannya dan diberikan sanksi tegas jika ada oknum yang melanggar" pungkas Arpan.
Pihak sekolah sampai hari ini belum bisa dikonfirmasi terkait dugaan pungli disekolah yang dimaksud dan ada kesan mrnghindar ketika coba dihubungi melalui telepon selulernya dengan mengatakan sedang sibuk dan langsung mematikan teleponnya.

(Sulistya)

Editor : Raharja
Penanggung jawab : Obor Panjaitan

Media Nasional Obor Keadilan menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : obor.leo@gmail.com dan atau via wa : 082114445256

KOMENTAR
TERKINI