HEADLINE

Hampir 10 Tahun Warga Wae Musur Derita tanpa Jembatan, Pemkab Matim NTT Tinggalkan Janji Manis

/

Redaksi / Selasa, 29 Mei 2018 / 23:55 WIB

Sebarkan:
Foto:  Kali Wae Musur hampir 10 tahun tanpa jembatan

BORONG-NTT | Media Nasional | Oborkeadilan.com - Kali Wae Musur terletak di Kampung Nangalanang, Desa Bea Ngencung, Kecamatan Rana Mese, Kabupaten Manggarai Timur, NTT. Jalur transportasi dari dan menuju Desa Bea Ngencung serta dua desa lainnya yakni Desa Lidi dan Desa Satar Lenda harus melewati Kali Wae Musur yang beresiko tinggi ini.

“Jika warga hendak menuju borong ibukota Kabupaten Manggarai Timur maupun desa lainnya yang berada di seberang kali  juga harus melewati kali Wae Musur ini”, kata Adrianus ikut, salah seorang warga kepada media ini, Rabu,(30/05).di kediamannya di desa Nangalanang.

Kali wae musur, merupakan bagian dari jalur pantai selatan Flores yang menghubungkan Manggarai Timur dan Manggarai sehingga selalu ramai dilalui kendaraan bermotor, meski tanpa jembatan.

“Kami butuh perhatian pemerintah pusat dan daerah ini, Pak Jokowi dan Pak Menteri PUPR kami seperti di anak tirikan oleh pemerintah setempat, Kami belum merdeka, sampai kapan pemerintah biarkan kami sengsara terus seperti ini”, kesal Adrianus.

Warga tiga desa di Wae Musur Hilir Kecamatan Rana Mese,Kabupaten Manggarai Timur (Matim) mengaku sudah lama merindukan ada jembatan.

“Kerinduan itu sudah lama kami sampaikan tapi  hingga menjelang akhir masa jabatan Yosep Tote dan Andreas Agas Bupati dan Wakil Bupati dua periode ini belum terwujud juga”, ujarnya.

Konstantinus Ambur,anggota DPRD PAW Matim kepada Oborkeadilan.com di Borong,Rabu,(30/05)  memperlihatkan beberapa  foto penderitaan warga wae musur yang diabdikannya saat warga tiga desa yakni Desa Bea Ngencung,Lidi,Satar Lenda berjuang melawan maut ketika musim hujan tiba, mereka harus melewati kali dan jembatan darurat dengan penuh resiko.

"Tiga desa ini berada di Wae Musur hilir yang sampai sekarang belum dibangun jembatan. Pada musim hujan warga harus berjuang melawan maut dengan ancaman nyawa melayang kalau melintas ke Borong dan Ruteng. Kendaraan yang melintas pun terjebak di dalam air.Maka itu saya mendesak pemerintah pusat,provinsi dan kabupaten tolong perhatikan tiga desa di Rana Mese,"kata Kontanstinus.

Ia mengatakan,jembatan yang sudah lama diminta belum direalisasikan membuat warga semakin terisolasi dan terbelakang.

Kalau sudah ada jembatan pasti warga sudah maju. Apalagi tiga desa itu memilikki potensi pertanian dan perdagangan.Mau bawa ke pasar dan kota harus susah payah dan sangat beresiko kalau musim hujan,"ujar tan, (JW).

Editor : Louis Mindjo
Penanggung Jawab : Obor Panjaitan


Media Nasional Obor Keadilan menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : obor.leo@gmail.com dan atau via wa : 082114445256

KOMENTAR
TERKINI