HEADLINE

DI ALBAL NTT HARGA AIR BERSIH PER MOBIL TANGKI MENCAPAI Rp.460.000,-

/

Redaksi / Kamis, 24 Mei 2018 / 15:48 WIB

Sebarkan:
Foto : Tokoh adat suku Nuh Atinang-Kabola, Jibo Adang, saat keluhkan air bersih di Desa Otvai, Sabtu, (19/5).

Kalabahi NTT | Media Nasional | Oborkeadilan.Com – Kamis,(25/05), Warga Desa Otvai Kecamatan Alor Barat Laut (ABAL), Kabupaten Alor, NTT, keluhkan air minum bersih. harga Air di desa itu menembus angka Rp. 460 ribu per tangki.Demikian media ini mengutip pernyataan Nuh Atinang-Kabola,Jibo Adang, di Otvai, Sabtu, (19/5) lalu.

“Otvai sedang krisis air bersih. Harga air minum bersih sangat mahal. bisa capai Rp.460 ribu per Tangki,” ujar tokoh adat suku.
Menurutnya, pihaknya sudah mengusulkan ke Pemkab Alor untuk menurunkan harga air bersih di tempatnya  berkali kali  namun tidak direspon”, kesal Nuh. Dilanjutkannya,

Kita minta harga air turun juga tidak bisa, jadi berhenti saja (pilih Paslon Incumbent, Amon Djobo – Imran Duru),” katanya dihadapan Calon Bupati dan Wakil Bupati Alor, Imanuel E. Blegur – Haji Taufik Nampira (Paket INTAN), ketika berkampanye di Otvai.

Jibo mengatakan, Otvai pemilik dan penyumbang air bersih untuk kebutuhan warga di Kota Kalabahi. Namun, masyarakat Desa tersebut sulit memiliki air bersih.

“Air ini siapa punya kami ini selalu keluhkan air bersih. Karena itu anak Ima dan Pak Taufik, tolong perhatikan kami di sini. Kami semua di Nuh Atinang su tahu INTAN su jadi Bupati dan Wakil Bupati Alor. Tinggal tunggu lantik saja,” ucapnya.
Jibo Adang juga menyentil 3 proyek air bersih di Otvai yang mubasir. Baginya proyek tersebut hanya asal dibangun tanpa perencanaan yang matang.

Selain air bersih, tokoh adat kampung besar 10, 7, 3 keluhkan harga komoditi. Menurut mereka,harga komiditi anjlok total di masa Bupati dan Wakil Bupati incumbent.

“Harga ekonomi kemiri dulu Rp. 7.000 /kg di masa Bupati Ans. Masa pak Pally, dari 7000 naik sampai Rp. 30.000,- /kg. Cengkeh itu naik di masa Pally Rp. 130.000 / kg. Sekarang harga anjlok semua”, ungkapnya.

“Anak Ima dan bapak Taufik, jangan janji tapi kalau sudah pimpin, tolong kasih naik sedikit harga komoditi supaya kita bisa beli beras 1 kg,” harap Jibo.

Dirinya pun keluhkan pariwisata dan kebudayaan di Kabola yang luput dari perhatian pemerintah.

Jibo Adang juga meminta agar reformasi birokrasi yang digagas paket INTAN dalam debat kandidat di aula Pola, bisa dilakukan. “Sekarang ini saya omong reformasi birokrasi juga sudah salah.

Yang kena (dapat imbas) nanti anak-anak saya (ASN). Kalau INTAN naik, mohon ini jangan diteruskan,” sebut dia.

Warga lainnya, Niko Any, keluhkan infrastruktur jalan Kalabahi – Otvai, Kalabahi – Afala dan jalan lingkar Kabola. Dia mengaku orang Kabola setiap tahun ada korban jiwa akibat jalan yang rusak.
“Jalan Kalabahi – Otvai tidak layak pakai. Kalabahi – Afala pun sama, rusak. Lingkar Kabola juga hancur,” ucapnya,

Lebih jauh Niko Any mengaku lahan sumber mata air di Otvai sudah diserahkan 100 x 100 meter2 kepada pemerintah, namun belum dimanfaatkan.
Menanggapi hal itu, Calon Bupati Alor Imanuel E. Blegur, mengatakan, dirinya tidak ingin berjanji. Kendati begitu, dia akan memperhatikan keluhan masyarakat Otvai-ABAL, jika sudah memimpin Alor 5 tahun mendatang.

“Saya sudah dengar keluhan-keluhan ini jauh sebelum saya ke Otvai. Daerah ini punya potensi luar biasa. Kami sudah mencatat di hati kami dan tercatat di program Paket INTAN. Kita akan perhatikan ya. Kalau saya lupa, bapak/mama bisa ingatkan saya kalau sudah memimpin daerah ini,” katanya.

“Untuk air minum, harus ada keadilan. Masa orang Kabola yang suplai air minum ke kota Kalabahi, orang di sini harus beli air semahal itu. Saya tegaskan INTAN terpilih, air minum di sini akan gratis. Mau dengan cara tarik dari mata air atau dengan tangki, pokoknya harus gratis”, tegas Imanuel,  sambil memastikan infrastruktur jalan menuju kantong produksi komoditi di Otvai dan jalan lingkar Kabola, akan diperhatikan.

Soal reformasi birokrasi, Imanuel menegaskan dirinya setuju atas masukan masyarakat. Dia akan memperhatikan kader-kader Kabola dalam pemerintahannya.

“Tantangan birokrasi hari ini ya sama dengan orang tua kita sampaikan tadi. Di sini ada kader pak Sony Alelang, ada pak Aan Girith Akal, ada pak Ot Belly dan lainnya. Beliau-beliau itu sahabat main saya. Sejak kecil kami habiskan waktu bermain sama-sama. Saya tahu pak Sony Alelang itu pendukung AMIN. Tetapi kalau INTAN terpilih, kita akan sama-sama bekerja bangun Kabola. Alor harus dibangun secara bersama,” pungkas Imanuel.

Hadir di acara kampanye itu, beberapa mantan Kades Otvai dan ratusan warga Desa setempat. Mereka bersepakat mendukung paket INTAN pada 27 Juni 2018 mendatang. (DM).

Editor : Louis Mindjo
Penanggung Jawab : Obor Panjaitan

Media Nasional Obor Keadilan menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : obor.leo@gmail.com dan atau via wa : 082114445256

KOMENTAR
TERKINI