HEADLINE

Pemda dan DPRD Kabupaten Pelalawan Riau Kompak pura pura Buta atas Jerit Tangis warga Miskin

/

Redaksi / Selasa, 27 Maret 2018 / 13:26 WIB

Sebarkan:

Ket Gambar: Ibu Supriadi Panjaitan Nurmala Pasaribu Sakit Stroek Sedang Berbaring Di RSUD Selasih Pelalawan

Pelalawan Riau | Media Nasional Obor Keadilan | Investigasi Temuan Team Obor Keadilan di lapangan akhir-akhir ini ada sejumlah  warga terkena  sakit  Stroek dan bahkan sudah banyak yang meninggal,  sesaui pantauan dilapangan diantaranya adalah faktor keadaan ekonomi,  namun pemerintah Pelalawan Riau Terkesan purapura Buta , hal ini diungkapkan salah satu warga  pangkalan kerinci Kab. Pelalawan orang tidak mampu. Sebenarnya ini adalah pekerjaan DPRD Kab. Pelalawan untuk memantau kinerja pemerintah supaya pemerintah dapat membantu warga yang tidak mampu, salah satu warga pangkalan Kerinci yang


Ket Gambar: Peris Simanjuntak Sudah 8 Tahun Stroek Namun Pemerintah Tidak Memperdulikannya.


sedang sakit kena stroek 8 tahun diantara Peris Simanjuntak adalah  faktor tidak punya apa-apa sampai 8 tahun sakit Stroek di deritanya, sementara keluarga Peris Simanjuntak alamat tempat tinggal di km3 jalan langgam di pinggir pipa gas sampai saat ini sudah 8 tahun  pemerintah kab.pelalawan Riau belum ada bantuannya sementara keluarga peris cari nafkah dari kara-kara ( memulung barang bekas) agar mereka dapat makan dan untuk perobatannya,
Demikian juga yang dialami ibu supriadi panjaitan alamat di perumahan BTN  BLP pangkalan kerinci ibunya sakit Stroek pada bulan januari 2018, tiba mau berobat ibu supri  biasanya pakai kartu Jaminan Kesehatan Daerah (JAMKESDA) Kab.Pelalawan Riau, "akui supriadi, memang  sebelum pakai Jamkesda keluarga mereka pakai BPJS tapi karena keadaan ekonomi tidak sanggup lagi membayar BPJS lalu keluarganya mengurus Jamkesda melalui Dinas Kesehatan kab.pelalawan   sebelum diurus dia terlebih dahulu dia menjelaskan pada sekretaris bahwa keluarga supri  tidak sanggup lagi membayar BPJS, sebab itulah maka supriadi berusaha mengurus Jamkesda," Akui supriadi.
"Lanjut Supriadi, selama ini dalam setiap berobat keluarga mereka mereka pakai Jamkesda selama 16 bulan, yang di pertanyakan kenapa  di akhir ini ketika ibunya sakit langsung di tolak pihak RSUD? Dengan  Alasan bahwa Jamkesdanya sudah di stop, sebab itu
Supriadi sangat kesal atas tindakan pihak
RS pelalawan karena apa ibunya ditolak?..
Menurutnya untung ibunya tidak terjadi apa-apa terhadap ibunya. Padahal saat itu keadaan ibunya sudah sekarat namun demikian dia tetap bersyukur pada Tuhan tidak terjadi apa-apa   terhadap ibunya masakan sekarat itu disuruh pulang dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Selasih, Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) kab.pelalawan.
Namun pihak keluarga Supriadi Panjaitan tetap berusaha supaya ibunya di rawat di rumah sakit RSUD Pelalawan , lalu akhirnya Supriadi menggadaikan surat BPKB sepeda motornya pada Dealer  senilai Rp 4.000.000,- (Empat Juta Rupiah), sementara denda BPJS saja selama 16 bulan sama iurannya dibayar senilai Rp 5.000.000,- (Lima Juta Rupiah). Kekurangan yang Rp 1.000.000 Satu Juta Rupiah lagi dan Supariadi pun terpaksa meminjam uang dari orang untuk menutupi dana Yang Rp 5.000.000,- tersebut," akhirnya. (M. Panjaitanan)


Media Nasional Obor Keadilan menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : obor.leo@gmail.com dan atau via wa : 082230993121

KOMENTAR
TERKINI