HEADLINE

Umbar Tembakan Saat Menangkap Bandar Narkoba, Seorang Warga Roboh Terkena Peluru Nyasar

/

Redaksi / Senin, 18 Desember 2017 / 09:30 WIB

Sebarkan:
 Foto: Istimewa

Medan | Sumatera Utara | Media Nasional Obor Keadilan|Merasa takut diserang warga saat menangkap seorang terduga bandar narkoba di Jalan Yong Panah  Hijau, petugas Polsek Medan Labuhan umbar tembakan hingga nyasar mengenai  seorang warga, Sabtu (16/12/2017) sekira Pukul : 15.35 WIB.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, saat sebelum peristiwa peluru nyasar itu terjadi, korban bernama Ricky (21) itu baru saja pulang dari menjemput adiknya.

Keluarga korban (Wati-red) di dampingi puluhan keluarga saat ditemui wartawan dikediamannya di lingkungan 7 Gang Jambu, Kelurahan Labuhan Deli, Kecamatan Medan Marelan  terlihat marah dan kesal atas ulah Polisi koboy tersebut.

Wati mengecam tindak brutal yang dilakukan oleh oknum Polsek Medan Labuhan dengan mengumbar tembakan sebanyak tujuh  kali.

“Gimana kami gak marah dengan Polisi itu, karna saat (Burhan alias Bur-red)  diamankan sudah dimasukan ke dalam mobil petugas. Tapi kenapa Polisi itu malah mengeluarkan tembakan dengan  membabi buta hingga mengenai keponakan saya (Ricky-red). Kami tidak senang dan akan menuntut Polisi kampungan itu,” jelas Wati dengan nada emosi.

Saat kejadian berlangsung, empat orang personel Polsek Medan Labuhan bermaksud hendak mengamankan seorang bandar sabu bernama  Burhan alias Bur dari tempat persembunyianyadi lingkungan 7 Kelurahan Labuhan Deli,  Kecamatan Medan Marelan.

Dalam penggerebekan tersebut, warga masyarakat yang ingin menyaksikan penangkapan itu berusaha ingin melihat dari dekat. Namun petugas malah ketakutan seolah warga  hendak menyelamatkan Burhan.

Takut terjadi sesuatu atau ingin berlagak koboy,  petugas Polsek Medan Labuhan justru mengumbar  tembakan beberapa kali.

Alhasil peluru nyasar yang ditembakkan petugas Polsek Medan Labuhan itu mengenai salah seorang warga yang tepat mengenai bagian ulu hati Ricky.

Melihat korban roboh dan mengerang kesakitan, warga pun dengan spontan langsung membawa Ricky ke RSU Imelda Medan. Sementara  petugas Polsek Medan Labuhan dengan segera langsung  meniggalkan tempat kejadian sembari memboyong Burhan ke Mapolsek Medan Labuhan.

Menurut penuturan keluarga Ricky, korban masih berada diruangan ICU RS Imelda Medan. Peluru nyasar yang ditembakkan petugas Polsek Medan Labuhan sudah berhasil dikeluarkan petugas medis dari tubuh Ricky (Peluru nyasar ke ulu hati dan turun ke bagian ginjal-red).

“Ricky masih berada di ruang ICU, peluru nyasar yang ditembakan Polisi tepat mengenai ulu hati Ricky sudah turun ke bagian ginjal. Tapi kami belum tahu bagaimana kondisi  kesehatannya,” tutur Wati dengan nada sedih.

Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Yemi Mandagi, SIK saat  dikonfirmasi wartawan melalui via selulernya, Minggu (17/12/2017) terkesan membela anggotanya, dengan mengatakan bahwa peluru nyasar yang mengenai Ricky tersebut terjadi saat hendak mengamankan seorang bandar narkoba.

“Kita belum bisa menyalahkan petugas, tentunya harus melalui proses. Kita juga sarankan pihak keluarga agar membuat laporan. Yang pasti masalah itu sudah ditangani pihak kita, dan kita juga sudah melakukan pendekatan kepada pihak keluarga,” ungkap  Yemi.
” Biaya Rumah Sakit kita tanggung, kondisi korban juga sudah tampak membaik. Kita harapkan masalah ini dapat selesai, " kata AKBP Yemi Mandagi.

Penulis : Sofar Panjaitan
Editor : Obor Panjaitan

Media Nasional Obor Keadilan menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : obor.leo@gmail.com dan atau via wa : 082114445256

KOMENTAR
TERKINI