|

Anies Baswedan Bungkam Gelar Pahlawan Nahum Situmorang, Malah Akomodir Ratu Hoax (Ratna Sarumpaet)

Anies Baswedan | malangtoday.net

MEDIA NASIONAL OBOR KEADILAN |JAKARTA | Ketua Umum Yayasan Karya Cipta Abadi Komponis Guru Nahum Situmorang Andar Situmorang menyebut Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan diskriminatif terhadap penggiat seni.
Bahkan dia menyebut, mantan Mendikbud itu menjadi salah satu faktor penghambat diajukannya Guru Nahum Situmorang jadi pahlawan nasional.

Hal ini disampaikan Andar Situmorang kepadatopmetro.news, Sabtu (8/6/2019). Menurutnya, tidak adanya respon atas surat permohonan rekomendasi pengajuan pahlawan nasional yang dikirimkannya kepada Anies Baswedan, menjadi salah satu penghambat.

“Kami sudah mengajukan Surat Permohonan Rekomendasi Pengajuan Gelar Pahlawan Nasional terhadap Guru Nahum Situmorang kepada Gubernur DKI Anies Baswedan sejak Bulan Oktober 2018 lalu. Namun hingga sekarang tak mendapat respon dari Anies,” katanya.

“Dia ini diskriminatif atau tidak berpihak pada seniman atau penggiat pihak minoritas. Sementara (rekomendasi) untuk Ratna Sarumpaet ke luar negeri cepat,” sambungnya.

Rekomendasi Pahlawan Nasional
Padahal, kata Andar, rekomendasi dari Gubernur DKI sangat dibutuhkan untuk keperluan pengajuan Nahum Situmorang menjadi pahlawan nasional. Hal itu berdasarkan UU Nomor 20 Tahun 2009.
Dalam undang-undang tentang gelar, tanda jasa dan tanda kehormatan itu, pada pasal 24, 25, 26 tentang persyaratan umum dan persyaratan khusus menyebut, bahwa surat permohonan pengajuan pahlawan nasional harus mendapatkan rekomendasi terkebih dahulu dari pemerintah di domisili pembuat permohonan.

“Artinya, penetapan Guru Nahum Situmorang jadi pahlawan nasional harus melalui rekomendasi kepala daerah setempat. Lalu diteruskan ke Dinas Sosial dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Mengingat Yayasan Guru Nahum berdomisili di Jakarta Timur, maka harus melalui rekomendasi Anies,” tandasnya.
Syarat terkait pahlawan nasional, kata Andar, juga berdasarkan Surat Menteri Sosial Direktur Kepahlawanan, Keperintisan, Kesetiakawanan, dan Restorasi Sosial tanggal 16 November 2016, Nomor: 1414/DYS-KK-KRS/11/2016.

“Ini sudah saran dari Menteri Sosial. Dan Guru Nahum sudah pantas disejajarkan dengan pencipta Bengawan Solo. Lalu dia juga juara dua pencipta lagu kebangsaan setelah Wage Rudolf Supratman,” katanya.
“Entah kenapa, kok tak ada penghargaan dari Anies Baswedan,” sebut Andar lagi.
Nahum Kebanggan NKRI
Sementara, kata Andar, lagu-lagu ciptaan Guru Nahum Situmorang telah menjadi kebanggan NKRI. Bahkan telah mendunia.
“Andalan (lagu ciptaan Guru Nahum Situmorang) diperdengarkan di keduataan RI dan luar negeri. Juga diperdengarkan pada acara negara-negara sahabat. Baik di dalam maupun di luar negeri. Tapi tidak dihargai Anies Baswedan Gubernur DKI Jakarta,” sesal Andar.(*)

MEDIA NASIONAL OBOR KEADILAN 
Komentar

Berita Terkini