HEADLINE

Diduga Sesat Pendeta Indonesia Rivival Chruch (IRC) Asaf Marpaung Dipolisikan

/

Redaksi / Senin, 27 Agustus 2018 / 00:34 WIB

Sebarkan:
Ket gambar : Beberapa wartawan saat melakukan konfirmasi.tampak penjagaan dari pihak IRC selalu tertutup dengan lingkungan setempat.
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------

MEDAN | MEDIA NASIONAL OBOR KEADILAN | Puluhan mantan jemaat Indonesia Rivival Chruch (IRC) Gang Rahmad kelurahan Tanjung Sari Kecamatan Medan Selayang melaporkan Pendeta (Pdt) Asaf Tunggul Marpaung ke kantor Polisi.


Laporan yang tertuang dalam surat tanda penerimaan laporan pengaduan nomor LP/773/IV/2018 POLRESTABES MEDAN oleh para jemaat pada 19 April 2018 lalu, karena oknum Pendeta Asaf Marpaung dinilai telah mengajarkan ajaran sesat kepada para pengikutnya.

"Dia (Pdt Asaf) telah melakukan penistaan terhadap agama Kristen,"kata mantan Jemaat IRC, Guntur Togap H Marbun kepada wartawan, Minggu (26/8/2018).

Guntur mengatakan, dalam menyebarkan ajarannya, banyak hal yang dianggap menyimpang diajarkan Pdt Asaf kepada jemaatnya. 

Salah satunya yang paling aneh, kata dia adalah memberikan doktrin berupa 'Musuh-musuh ku adalah Musuh-musuh mu' sebagaimana tertera dalam surat ikat janji.

"Sementara dalam agama Kristen justru mengajarkan kasihilah musuh mu," ungkap Guntur 

Selain itu, sambung Guntur, Pdt Asaf juga mengakui jika dirinya adalah Bapak Rohani bagi Indonesia atau orang pilihan Tuhan untuk Indonesia. 

Ia juga mengajarkan doktrin jika Tuhan tidak berbicara kepada seluruh manusia, melainkan Tuhan hanya bicara kepada Bapak satu orang yaitu Bapak Rohani.

"Ada 34 point yang kami anggap menyimpang dari ajarannya. Yang anehnya lagi, Pdt Asaf memerintahkan untuk memisahkan diri, menganggap musuh jika suami/istri atau anak, orangtua bila menentang ajaran yang bertentangan dengan pola pengajarannya,"ujarnya.

Sementara itu,mantan jemaat IRC lainnya Melva Siregar mengatakan, jika Pdt Asaf mengakui dirinya sebagai Bapak Rohani dan juga memberlakukan ketentuan bahwa harta jemaat semuanya adalah milik kepunyaannya sebagai bapak. 

"Jemaat atau anak rohani hanya pengelola. Sehingga kita wajib memberi laporan keuangan baik dari gaji pegawai sebagai karyawan, maupun usaha dan ia juga selalu mencampuri harta benda jemaat,"katanya.

Adanya laporan polisi terkait  IRC yang diduga Menganut aliran sesat, Sekretaris Sinode IRC Yosua Manalu sepertinya menutupi banyak kejanggalan yang sudah terjadi

"Setiap orang bisa melapor,Itu hak hukum dia. Kalau betul tudingan mereka, silahkan polisi bertindak. Itu hak konstitusi setiap orang,"kata Yosua saat dijumpai di gedung IRC yang berada di Jalan Setiabudi, Gang Rahmat No 7, Kelurahan Tanjungsari, Kecamatan Medan Selayang, Minggu (26/8/2018).

Ia mengaku, laporan itu belum tentu benar atau tidak. Gereja ini, memakai Alkitab yang termasuk di Lembaga Alkitab Indonesia (LAI)

Mengenai masalah tafsiran yang diajarkan oleh IRC (Indonesia Revival Chuch) melenceng dari ajaran agama Kristen pada umumnya, sambung Yosua, masing-masing gereja memiliki hak untuk menyiarkan tafsiran kepada para jemaatnya.

"Dasar sesat itu apa? Tidak bisa kita katakan suatu penganut aliran itu sesat. Karena ini masalah keyakinan. Kalau orang benci sama kita, itu tidak bisa kita halangi. Kita orang yang memiliki keyakinan. Kita memaafkan orang yang sudah menyakiti kita,"ujarnya.

Ia mengaku gereja IRC ini dibangun dengan mengantongi izin. "Kami juga terdaftar di Kemenag,Jadi di mana letak sesatnya,"katanya seraya menyatakan kecuali di IRC ini ada Alkitabnya yang tidak sesuai dengan ajaran Kristen, baru bisa dibilang sesat.

"Ini Alkitab kita sama kok,sambil menunjukkan Alkitab"ujarnya wartawan 

Pantauan .Minggu(26/8/2018)di Gedung IRC, bangunan Gereja IRC ini terkesan berbeda dengan Gereja yang ada pada umumnya, seperti tidak adanya tanda Salib dan flank nama IRC.Sebab, Gereja ini terkesan lebih terlihat seperti perkantoran.

Sementara beberapa warga  yang tinggal disekitar gedung IRC mengaku merasa resah karena tidak ada ramah tamahnya kepada masyarakat setempat. 

"Sebetulnya kami resah, karena pihak IRC tidak pernah komunikasi dengan kami warga setempat,bahkan untuk berdiri saja didepan gerbang langsung didatangi pihak IRC, "ucap marga Siahaan. [Rilis]

[ MEDIA NASIONAL OBOR KEADILAN TV  ]


Media Nasional Obor Keadilan menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : obor.leo@gmail.com dan atau via wa : 082114445256

KOMENTAR
TERKINI