HEADLINE

Kapolri : Selain Nakhoda Kapal, Dishub Provsu dan Syahbandar Akan Diperiksa

/

Redaksi / Jumat, 22 Juni 2018 / 12:15 WIB

Sebarkan:
Ket Gambar : Kapolri Jenderal Tito Karnavian akhirnya terjun langsung ke lokasi  tenggelamnya KM Sinar Bangun di perairan Danau Toba. 

Media Nasional Obor Keadilan| Medan-Sumut | Kapolri Jenderal Tito Karnavian akhirnya terjun langsung ke lokasi  tenggelamnya KM Sinar Bangun di perairan Danau Toba, Kamis  (22/6/2018) sore.

Selain meninjau lokasi pencarian korban hilang  KM Sinar Bangun di Dermaga Tigaras yang terjadi pada Kamis (21/6/2018). Kedatangan orang nomor satu di Kepolisian RI itu juga untuk melakukan penyidikan guna mengetahui pasti penyebab tenggelamnya KM Sinar Bangun tersebut.

Jenderal Tito Karnavian didampingi Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto kepada wartawan mengatakan, pihaknya akan segera melakukan penyelidikan terkait kasus tenggelamnya KM Sinar Bangun di perairan Danau Toba.

"Jika nanti terbukti kasus ini mengarah ke pidana,  nakhoda kapal dan  pejabat otoritas yang mengawasi juga bakal menjadi tersangka, " kata Jenderal Tito Karnavian.

Lebih lanjut Tito Karnavian menegaskan, bahwa dirinya tidak segan-segan melakukan penindakan. Baik itu  nakhoda, juga terhadap sistem yang bertanggung jawab melaksanakan pengawasan, " ujar Tito kepada wartawan.

"Nakhoda KM Sinar Bangun yang kita amankan saat ini tengah menjalani pemeriksaan di Polres Samosir. Dugaan sementara terdapat unsur kelalaian, " ungkap Tito.

Tito menjelaskan, KM Sinar Bangun yang memiliki bobot 17 gross ton itu perijinanya tentu dikeluarkan oleh Dinas Perhubungan. Sedangkan untuk ijin dan kelayakan berlayarnya dari Syahbandar.

Oleh karena itu penyidik juga akan memeriksa Dinas Perhubungan dan Syahbandar Provinsi dan  Kabupaten, " pungkas Tito.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian yang sebelumnya menyatakan bahwa saat ini anggotanya tengah menelusuri jumlah pasti korban KM Sinar Bangun. Serta menyelidiki dugaan pungutan liar (Pungli) terhadap para penumpang KM Sinar Bangun pada saat akan berangkat.

"Berdasarkan data yang ada, jumlahnya sebanyak 184 orang. Sedangkan dari data pengaduan belum diketahui pasti, " tandasnya.

Sementara itu, berdasarkan pernyataan nakhoda kapal, dirinya sudah sering membawa penumpang hingga melebihi kapasitas. KM Sinar Bangun yang seyogianya hanya dapat membawa 60 orang lebih penumpang. Namun apa lacur, nakhoda KM Sinar Bangun malah membawa penumpang hingga sampai 150 orang.(Sofar Panjaitan)

Editor : Redaktur
Penanggung Jawab Berita : Obor Panjaitan

Media Nasional Obor Keadilan menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : obor.leo@gmail.com dan atau via wa : 082114445256

KOMENTAR
TERKINI