HEADLINE

Minim Pengajar di Perbatasan RI-PNG, Kepsek Minta Bantuan Satgas Yonif PR/328

/

Redaksi / Kamis, 07 Maret 2019 / 23:29 WIB

Sebarkan:
Distrik Arso Barat meminta kepada Satgas Pamtas PR 328/DGH untuk membantu mengajar.

MEDIA NASIONAL OBOR KEADILAN | JAKARTA | Minimnya tenaga pengajar, Papua membuat Kepala Sekolah (Kepsek)  SD Negeri Inpres Yowong, Distrik Arso Barat meminta kepada Satgas Pamtas PR 328/DGH untuk membantu mengajar.

Hal tersebut disampaikan Dansatgas  Mayor Inf Erwin Iswari, S.Sos., M.Tr (Han) dalam rilis tertulisnya di Papua, Rabu (6/3/2019).

Diungkapkan Dansatgas bahwa saat ini SD Negeri Inpres Yowong hanya memiliki 3 orang guru yang aktif mengajar, sementara itu jumlah siswa dari kelas 1 sampai dengan kelas 6 sejumlah 29 orang.

"Selain itu, dalam proses belajar sendiri menurut pihak sekolah tidak berjalan dengan lancar, karena lokasinya cukup jauh sehingga guru pun mengalami kendala,"ujar Erwin.

"Karena kondisi tersebut, pihak sekolah melalui Kepsek meminta kepada anggota Pos Skamto untuk membantu mereka mengajar di sekolah," tambanya.

Memang, lanjut Erwin, anggota kami tidak memiliki dasar sebagai pendidik tapi untuk para Bintara dan Perwira pada dasarnya diberikan kemampuan mengajar dan melatih di satuan, sehingga dengan adanya permintaan dari pihak sekolah itu tidak dapat ditolaknya.

"Sebagian besar prajurit kita saat ini lulusan SMA, namun ada juga yang memiliki latar belakang Sarjana, sehingga mereka pun berkeyakinan dapat membantu mengajar dan  mentransferkan pengetahuan kepada anak-anak," jelasnya.

"Tekad lainnya adalah sebagai prajurit, kita juga ingin menularkan dan menanamkan nilai-nilai kebangsaan dan menumbuhkan semangat nasionalisme kepada generasi muda yang berada di ujung negara ini," imbuhnya.

Menurut Erwin, anggota yang bertugas mengajar pun secara sukarela dan tidak ada upaya memberatkan pihak sekolah maupun keluarga pelajar.

"Sedangkan untuk tugas menjaga keamanan diwilayah perbatasan lainya, diatur secara bergiliran,"tegasnya.

"Perlu diketahui, tugas kita di sini bukan hanya standby di pos atau istilah lucunya yaitu makan tidur,  namun justru kita lebih melakukan upaya pembinaan teritorial kepada warga untuk turut berpartisipasi menjaga wilayah ini," Erwin menambahkan.(*)

Penanggung Jawab Berita : Obor Panjaitan


Media Nasional Obor Keadilan menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : obor.leo@gmail.com dan atau via wa : 082230993121

KOMENTAR
TERKINI