HEADLINE

Salah satu destinasi wisata budaya Kampung adat Bondo Maroto di Sumba Barat,Terbakar

/

Redaksi / Selasa, 11 September 2018 / 20:28 WIB

Sebarkan:
Foto : Si Jago Merah melalap habis kampung adat Bondo Maroto 

WAIKABUBAK NTT | Media Nasional | oborkeadilan.com -Kampung adat Bondo Maroto yang merupakan salah satu destinasi wisata budaya di Kabupaten Sumba Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Selasa (11/9) dini hari ludes terbakar.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Kabupaten Sumba Barat, Viktor Umbu Sulung yang dikutip Antara di Kupang, Selasa mengatakan kebakaran itu menghanguskan 16 rumah adat milik masyarakat adat yang terbakar Senin (10/9/) pukul 01.00 Wita.

Menurut Umbu, belasan rumah adat di Desa Kalambe Kuni, Kecamatan Kota Waikabubak, Kabupaten Sumba Barat itu merupakan salah satu kampung adat masyarakat setempat.

"Hanya satu rumah saja yang tidak terbakar dalam peristiwa itu," kata Umbu.

Ia mengatakan, kebakaran itu berlangsung dengan cepat karena seluruh bangunan rumah adat beratap alang-alang.

"Api dengan cepat merembet kesemua bangunan yang ada di kampung adat itu,"kata Umbu.

Umbu mengaku belum diketahui penyebab terjadinya kasus kebakaran 16 rumah adat Bondo Maroto merupakan salah satu situs busaya di daerah itu.

"Penyebabnya belum diketahui karena peristiwa kebakaran ini terjadi pada malam hari. Ada yang informasi yang menyatakan akibat lampu petromax namun belum bisa dipastikan," tegas Umbu.

Ia mengatakan, peristiwa kebakaran itu tidak menyebabkan adanya korban jiwa namun sekitar 28 kepala keluarga kehilangan tempat tinggal.

"Iya betul, ada Kampung Adat Bondo Morotuo terbakar tadi malam [Senin, 10/9] sekitar jam 12.00 Wita," kata Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Timur Marius Ardu Jelamu membenarkan peristiwa kebakaran kampung adat itu.

Ia mengatakan, telah mengonfirmasi pihak Dinas Pariwisata Kabupaten Sumba Barat yang telah membenarkan adanya kebakaran kampung adat itu.

Menurutnya, dugaan kuat sambaran api bermula dari sebuah rumah adat yang baru selesai dibangun. Rumah adat baru tersebut tidak memiliki atap berpuncak seperti rumah adat Sumba pada umumnya.

"Jadi sumbernya tidak dari hubungan pendek arus listrik karena di kampung adat itu belum ada instalasi listrik," katanya.

Marius mengatakan, kondisi api sudah berhasil dipadamkan dan saat ini sedang dalam penanganan pemerintah kabupaten setempat dengan membangun tenda-tenda darurat.

"Pihak kepolisian setempat juga sudah mengamankan lokasi untuk penyelidikan lebih lanjut terkait dampak kebakaran itu," katanya.(LM)

Editor : Redaktur
Penanggung Jawab Berita : Obor Panjaitan

Media Nasional Obor Keadilan menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : obor.leo@gmail.com dan atau via wa : 082114445256

KOMENTAR
TERKINI