HEADLINE

WOW..SERANG, BANTEN, DI DOMINASI JANDA MUDA DI TAHUN 2017

/

Redaksi / Minggu, 17 Desember 2017 / 23:00 WIB

Sebarkan:
Foto : Awak media Obor Keadilan Ketika wawancara bagian informasi PA Serang, Banten dan suasana antrean di depan Ruang sidang PA Serang. (Foto : Boedi Yanto/Obor Keadilan)

SERANG | BANTEN | MEDIA NASIONAL OBOR KEADILAN | Kedamaian dalam menjalankan biduk rumah tangga dan mengarungi samudera kehidupan dengan penuhb nuansa keharmonisan merupakan hal yang terindah bagi setiap pasangan suami istiri di dunia ini.

Namun hal terindah tersebut harus kandas di terpa badai dan berakhir terdampar dalam sebuah perceraian yang berdampak meninggalkan luka dan derita baru bagi pasangan maupun keturunan atau anak.

Dari pantauan awak media di lokasi, hal Seperti salah satu potret kepiluan tersebut terlihat salah satu ibu muda anak satu, yuli (29) asal Serang, Banten, yang lagi nunggu jadwal antrean,yang menggugat cerai suaminya di PN Agama Serang Banten, di sebabkan banyak faktor (tak mau menyebutkan karena baginya sebuah aib), ia menjelaskan keputusanya menggugat cerai suami, karena sudah tiadanya kecocokan.

" Sudah tidak ada persamaan bang" katanya.

Hal senada di sampaikan Chacha (22) wanita muda yang mengaku belum ada anak ini menyampaikan keputusan untuk mengakhiri mahligai pernikahanya tersebut di sela sela nunggu antrean sidang.

" Sudah tidak ada persamaan lagi bang....dan mungkin Tuhan hanya mempertemukan namun tak mempersatukan kami lagi" Ujarnya polos dan dramastis.

Masih di tempat yang sama bagian informasi Pengadilan Agama Serang menjelaskan, cukup menyayangkan naiknya grafik kasus perceraian di tahun 2017 yang hampir menyampai 100% di banding tahun 2016, selain karena faktor ekonomi, di dominasi kasus lainya seperti perselingkuhan via media sosial.

" Kami sangat menyayangkan meningkatnya kasus perceraian yang naik hampir 100% di tahun 2017 di banding tahun 2016, dan penyebab kasus perceraian selain faktor ekonomi di dominasi perselingkuhan via media sosial, dan dominan pasangan muda" Ujarnya.

Media sosial seperti Facebook, instagram, dan lain lain merupakan suatu akses memudahkan publik dalam menjangkau pertemanan yang luas di dunia maya, namun sebagai publik di era digital seperti saat ini, kita pun harus bijak menggunakan agar tidak mudah terpengaruh dan dapat menyikapi hal hal positip yang membangun serta meninggalkan jika ada hal hal negatip yang berdampak tak elok ke depannya.

Penulis : Boedi Yanto
Editor : Redaktur

Media Nasional Obor Keadilan menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : obor.leo@gmail.com dan atau via wa : 082114445256

KOMENTAR
TERKINI