"Terkuak! Penembakan Remaja di Depok Diduga Ditutup-tutupi, Publik Desak Polisi Ungkap Kebenaran"

Depok – Media Nasional Obor Keadilan (13/08-25), Kasus penembakan remaja di Depok pada Jum'at dini hari ( 9/08-25) memantik keprihatinan luas. Tiga remaja menjadi korban; dua di antaranya telah diwawa...

Aug 12, 2025 - 15:10
Mar 3, 2026 - 16:33
 0
"Terkuak! Penembakan Remaja di Depok Diduga Ditutup-tutupi, Publik Desak Polisi Ungkap Kebenaran"


Depok – Media Nasional Obor Keadilan (13/08-25), Kasus penembakan remaja di Depok pada Jum'at dini hari ( 9/08-25) memantik keprihatinan luas. Tiga remaja menjadi korban; dua di antaranya telah diwawancarai Media Nasional Obor Keadilan (MNOK), sementara satu korban lainnya masih menjalani perawatan intensif di RS Polri. Salah satu korban, R.M. (17), dirawat kritis di RS Mitra Keluarga Depok setelah diduga tertembak pada bagian leher dan punggung.

Kronologi Versi Saksi Kunci

Menurut M.Y.S.M.D. (15)—saksi kunci sekaligus pengendara motor—peristiwa terjadi  pada Jumat dini hari (9/8) sekitar pukul 02.00 WIB. Saat melintas di Pasar Agung, Jalan Merdeka, mereka berpapasan dengan petugas yang oleh warga biasa disebut “Polisi Presisi”. Kejar-kejaran menuju Juanda tak terelakkan.

"Adapun tujuan dari ke 3 korban menurut saksi kunci, memang mereka mau tawuran bahkan penuturan saksi mereka sedang menenteng kelewang, samurai (pengakuan daripada saksi kapada media ini dirumahnya saat wawancara."

Di tanjakan Jln Juanda mengarah Margonda, persis putaran yang ada Simpang masuk pintu Tol saksi mendengar tembakan; salah satu peluru diduga mengenai leher dan punggung R.M. Meski tertembak, motor tetap melaju, menyeberangi Margonda dan melawan arus ke arah Ramayana/ITC Depok. Pelarian berakhir setelah motor menabrak pembatas trotoar di sekitar lampu merah Ramanda, membuat pengendara alias saksi kunci dua penumpang terjatuh. Satu korban lainnya, R.A., kini dirawat di RS Polri.

Kondisi Medis & Dokumen Rumah Sakit

Dokumen medis diduga milik RS Mitra Keluarga yang dihimpun redaksi menyebut R.M. mengalami fraktur C7 (tulang leher), spinal injury, pneumothorax, dan syok hipovolemik. Tindakan trakeotomi eksplorasi serta thoraks drain telah dilakukan. Estimasi biaya awal perawatan dan operasi tercatat ± Rp***,* juta, menurut ayah korban biaya ini sudah diakui akan dibayar Polisi. Status proyektil peluru (apakah telah diangkat) belum dikonfirmasi pihak RS.

"Korban masih dalam keadaan kritis, masih dalam kondisi KOMA sejak Jumat malam Minggu lalu "

Jejak CCTV & Pengamanan Bukti

Berdasar kronologi, titik CCTV krusial berada di Pasar Agung – Juanda – simpang Margonda – koridor Ramanda/ITC serta area pintu Tol Juanda. MNOK dan IPAR mendorong pengamanan rekaman CCTV dari pemangku lokasi (Dishub, pengelola tol, ruko/toko sekitar) mengingat data CCTV umumnya tersimpan 7–14 hari sebelum ditimpa.

Dugaan Intervensi Hukum ?

Kepada Media ini Keluarga mengaku ada pengacara sembari memperlihatkan kartu nama mirip tulisan Peradi warna biru yang telah ada penandatanganan kuasa, namun salinan asli kuasa tidak diberikan kepada keluarga. 

Asal Informasi & Langkah Redaksi

Informasi awal diterima redaksi dari seorang warga bertetangga dengan para korban yang menilai ada hal yang “belum diungkap”. Pemimpin Redaksi MNOK sekaligus Ketua Umum Ikatan Pers Anti Rasuah (IPAR), Obor Panjaitan, kemudian:

1. mewawancarai saksi kunci M.Y.S.M.D. (15) di rumahnya,

2. mendatangi RS Mitra Keluarga dan bertemu ayah R.M., Mukhardi, untuk memastikan kondisi korban.

Pihak keluarga menyatakan meminta keadilan atas peristiwa ini.

Hingga berita ini diterbitkan, Polres Metro Depok belum menyampaikan penjelasan resmi terkait kronologi, dasar penggunaan senjata api, serta status penanganan internal. MNOK telah mengirim permintaan konfirmasi dan akan memutakhirkan pemberitaan begitu keterangan resmi diterima.

Catatan Redaksi: Inisial digunakan untuk melindungi identitas anak di bawah umur sesuai kaidah etik jurnalistik. (Red)