HEADLINE

PROYEK JALAN BALIGE BY PASS BONGKAR PASANG PAGAR PENGAMAN (GUARD RAIL)

/

Redaksi / Sabtu, 16 Februari 2019 / 19:30 WIB

Sebarkan:
Ket Gambar : Proyek Jalanan balige by pass bongkar pasang pagar pengaman (GUARD RAIL). 

OBOR KEADILAN.COM | BALIGE |(16/02/2019) Proyek jalan Balige By Pass yang merupakan proyek pembuatan jalan lingkar luar kota balige dimana pembangunannya dimulai pada tahun anggaran 2017 lalu yang berada dibawah pengelolaan Kementrian PUPR melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) II Medan juga bertujuan untuk mengurai kepadatan di kota Balige (utamanya pada hari weekend).

Proyek yang pembiayaannya dibebankan kepada APBN ini direncanakan sepanjang 9 km yang dimulai dari Desa Tambunan Kec. Balige dan berakhir di Desa Hinalang dikecamatan yang sama direncanakan akan tuntas pada tahun 2020 nanti.
Pada tahun anggaran 2018 yang merupakan tahap II proyek tersebut dikerjakan oleh PT Lagoa Nusantara dan menelan biaya Rp 39.974.414.780,00 Pembukaan jalan Balige By Pass tahap II sepanjang  4 kilometer  itu akan melewati Desa Hutagaol Peatalun, Parsuratan, Paindoan, Lumban Gorat hingga Desa Sianipar sihail-hail yang seharusnya sudah berakhir pada bulan desember 2018 yang lalu. Namun sangat disayangkan sampai berita ini diturunkan ( 16 Febuari 2019) proyek tersebut belum selesai juga.
Hal itu terlihat dilapangan pekerjaan timbunan badan jalan masih belum diratakan dan banyak bagian yang belum dipadatkan dengan alat berat, demikian juga pada sisi bahu kiri kanan jalan bahkan belum tersentuh alat berat alias masih sekedar dihampar saja.

“Pengawasan yang minim dilapangan baik dari pihak PUPR maupun dari pihak PT Lagoa Nusantara terlihat jelas dilapangan, pekerjaan pemasangan real pengaman pada bagian sisi jalan dikerjakan asal jadi baik dari bagian pondasi maupun presisi pemasangan dan diperparah dengan indikasi material baja galvanis bekas.
Selain tiang Guard Rail atau Pagar Pengaman Jalan yang banyak bengkok juga material baut yang banyak menggunakan baut hitam dan bukan menggunakan baut berbahan baja galvanis.

Selain itu pekerjaan yang terkesan tidak propesional juga ditunjukkan dengan konstruksi pondasi Guard Rail atau Pagar Pengaman Jalan yang asal jadi padahal fungsi pagar pengaman ini sangat penting untuk keselamatan pengendara maupun pejalan kaki” hal tersebut dikatakan salah salah seorang pengamat pembangunan dari Tobasa Sahala  Saragih ST yang dijumpai dilapangan sedang melakukan investigasi proyek Balige By Pass tersebut.
Saat Media menghubungi PPK Proyek Balige By Pass ibu Nani di no. 08126202**** terkait pemasangan Guard Rail atau Pagar Pengaman tersebut mengatakan “ bahwa pekerjaan tersebut adalah pekerjaan Tahun Anggaran 2017 yang posisinya kita pindahkan, jadi kita bongkar dan kita pindah keposisi yang baru”. Terkait pemasangan yang asal jadi beliau mengatakan belum tahu bahwa pekerjaan tersebut asal jadi akan saya cek kebenarannya dilapangan ujarnya menutup pembicaraan.

P.Tambunan salah seorang penduduk sekitar proyek Baige By Pass tersebut juga berkomentar kepada media OBORKEADILAN.COM mengatakan “ Proyek milyaran yang katanya dari pusat ini, dan dikerjakan oleh kontraktor dari pulau Jawa tak ubahnya seperti proyek asal jadi, dananya aja yang besar tapi kerjanya asal jadi, kelebihannya karena alat berat aja yang banyak tapi menajemennya tak propesional” ujarnya kecewa. (JRH)

Editor : Redaktur
Penanggung Jawab Berita : Obor Panjaitan

Media Nasional Obor Keadilan menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : obor.leo@gmail.com dan atau via wa : 082230993121

KOMENTAR
TERKINI