HEADLINE

Lukman Edy :Pemimpin Lemah, Pertumbuhan Riau Terburuk Sepanjang Sejarah

/

Redaksi / Sabtu, 27 Januari 2018 / 17:01 WIB

Sebarkan:

Pekanbaru - Riau | Media Nasional Obor Keadilan | Kandidat Gubernur Riau Lukman Edy atau akrab disapa LE mengaku prihatin melihat pertumbuhan ekonomi Riau yang hanya 2 persen lebih sedikit. Faktor penyebabnya salah satunya karena pemimpin yang lemah.

"BPS (Badan Pusat Statistik, Red) sudah merilis pertumbuhan ekonomi kita itu lebih sedikit dari 2 persen. Ini prestasi terburuk. Tidak pernah dalam sejarah Provinsi Riau pertumbuhan ekonomi di bawah pertumbuhan ekonomi nasional,'' katanya kemarin usai menghadiri Posko Riau Bangkit atau Posko Pemenangan Lukman Edy-Hardianto menjadi Gubernur Riau dan Wakil Gubernur Riau periode 2018-2023.

Mantan Menteri Pembangunan Desa Tertinggal ini menambahkan, dalam sejarah Provinsi Riau pertumbuhan ekonomi pasti di atas rata rata nasional.

"Tetapi hari ini kita melihat pertumbuhan kita yang terendah dibanding dari provinsi provinsi lain di seluruh Indonesia,'' ucapnya lagi.

Ditambahkan LE, orang awam mungkin tidak memahami makna dari pertumbuhan ekonomi yang 2 persen. Padahal pertumbuhan ekonomi yang kecil itu akan berimplikasi terhadap rusaknya sektor pembangunan. Program pengentasan kemiskinan dan pengentasan kesenjangan sosial dipastikan gagal.

Penyebab rendahnya pertumbuhan ekonomi Riau itu, menurut LE ada 2. Pertama, trauma di jajaran pemerintah Provinsi Riau Riau karena bertahun tahuns elalu pimpinan dan pelaksana teknis terjebak dalam kondisi yang koruptif.

"Pimpinan Riau harus memberikan rasa aman kepada jajaran birokrasi ASN untuk bisa bangkit rasa trauma yang panjang. Tetapi pemimpin kita lemah. Kita perlu pemimpin yang kuat untuk menghadapi tantangan pembangunan yang tertinggal ini. Kita harus segera bisa bangkitkan kembali batang yang terendam ini,'' pungkasnya.

Keinginan maju bersama Hardianto, anggota DPRD Riau dari Partai Gerindra di Pemilihan Gubernur Riau kali ini juga untuk mengajak seluruh komponen masyarakat bersama sama untuk bangkit dari ketertinggalan.

Seharusnya calon gubernur tau apa yang di perlukan kalangan  Rakyat kecil seperti anak putus sekolah dan pengangguran (tidak dapat pekerjaan) orang tua yang  sudah berumur tidak dapat bekerja lagi alias tinggal menunggu kelender umurnya. Selama ini gubernur tak pernah turun kelapangan menanyakan apa keluhan merek, "ujar salah satu warga riau muhammad (60). (M.Panjaitan)

Editor :Obor Panjaitan

Media Nasional Obor Keadilan menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : obor.leo@gmail.com dan atau via wa : 082114445256

KOMENTAR
TERKINI