Warga Ambon Dihebohkan, Napi Pembunuh Muda Berhasil Lolos dari Tahanan Negara

Narapidana pembunuh berusia 23 tahun, Immanuel Birahy, berhasil lolos dari Lapas Ambon. Otoritas keamanan mulai memperketat pencarian di pelabuhan dan bandara untuk menghadang kemungkinan pelarian keluar daerah.

Aug 27, 2026 - 04:09
Aug 27, 2026 - 04:09
 0
Warga Ambon Dihebohkan, Napi Pembunuh Muda Berhasil Lolos dari Tahanan Negara

Obor Keadilan - Kepanikan melanda masyarakat Kota Ambon setelah seorang narapidana yang menjalani hukuman atas kasus pembunuhan berhasil melarikan diri dari Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Ambon pada hari-hari terakhir ini. Immanuel Birahy, yang akrab dipanggil Manu dan berusia 23 tahun, dilaporkan telah hilang dari sel tahanannya tanpa meninggalkan jejak yang jelas. Insiden yang menggemparkan dunia pemasyarakatan di Maluku ini segera mendapat perhatian serius dari aparat keamanan dan pimpinan lapas, mengingat latar belakang kasus yang ditangani oleh tersangka melibatkan tindak pidana pembunuhan—kejahatan dengan tingkat kekerasan tinggi. Data awal menunjukkan bahwa pelarian terjadi beberapa hari lalu, namun baru diketahui publik setelah pihak kepolisian mengeluarkan siaran pers resmi.

Merespons peristiwa keamanan yang serius ini, jajaran keamanan terpadu segera mengambil langkah-langkah preventif dengan memperketat pengawasan di sejumlah titik strategis di wilayah Ambon dan sekitarnya. Pelabuhan laut, yang menjadi pintu utama transportasi dari dan ke pulau-pulau dalam Kepulauan Maluku, langsung diposisikan dengan barisan petugas tambahan untuk melakukan pemeriksaan lebih mendalam terhadap setiap penumpang yang akan berangkat. Demikian pula, Bandara Internasional Pattimura sebagai simpul utama penerbangan sipil di kawasan itu juga menerima penambahan anggaran pengawasan yang signifikan. Pimpinan Lapas Kelas IIA Ambon sendiri telah melayangkan permohonan formal kepada Direktorat Jenderal Pemasyarakatan untuk menyelidiki celah keamanan yang mungkin dimanfaatkan oleh narapidana dalam merekayasa pelarian tersebut.

Para penyidik dan tim gabungan yang terdiri dari personel Kepolisian Daerah Maluku, Bea Cukai, serta petugas imigrasi telah membentuk koordinasi khusus untuk melacak keberadaan Immanuel Birahy dengan memanfaatkan data intelijen dan sistem pengawasan modern. Fitur basis data nasional untuk tahanan dan pelarian diperkuat dengan diseminasi informasi identitas tersangka ke seluruh pos pemeriksaan di pelabuhan dan bandar udara. Kementerian Perhubungan juga diketahui telah memberikan instruksi kepada maskapai penerbangan dan operator terminal untuk meningkatkan kewaspadaan dalam proses check-in penumpang. Namun demikian, hingga saat ini, informasi pasti mengenai lokasi dan identitas palsu yang mungkin digunakan oleh sang narapidana masih dalam tahap pendalaman investigasi.

Insiden pelarian ini menjadi catatan penting bagi sistem pemasyarakatan Indonesia, khususnya di tingkat daerah, mengenai perlunya evaluasi mendalam terhadap protokol keamanan internal dan eksternal. Masyarakat Ambon diimbau untuk tetap waspada dan segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan kehadiran seseorang yang mencurigakan atau sesuai dengan deskripsi narapidana yang melarikan diri. Kepala Lapas berkomitmen untuk mengadakan audit keamanan menyeluruh dan merekomendasikan perbaikan infrastruktur serta peningkatan profesionalisme petugas pengawas. Sementara itu, pencarian masih terus dilanjutkan dengan memperluas jangkauan ke berbagai pulau-pulau tetangga dan kemungkinan pelarian ke luar Provinsi Maluku.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow