RAJIN MALAS SAMA SAJA: HIKMAH WACANA TIDAK NAIK KELAS TAHUN 2027

Oct 11, 2026 - 21:20
 0
RAJIN MALAS SAMA SAJA: HIKMAH WACANA  TIDAK NAIK KELAS TAHUN 2027
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti saat KONASPI XII Tahun 2026 di Universitas Pendidikan Ganesha Bali. (dok Kompas.com) (Putri Nur Meyliani AS, S.Pd)

RAJIN MALAS SAMA SAJA: HIKMAH WACANA TIDAK NAIK KELAS TAHUN 2027

Penulis Oleh: Putri Nur Meyliani AS, S.Pd.

 Fenomena kenaikan kelas dan kelulusan otomatis dalam ruang lingkup pendidikan akhir-akhir ini memicu keprihatinan dari para pendidik, orang tua, hingga pengamat pendidikan. Bukan tanpa sebab, anggapan tentang siswa yang rajin belajar dan enggan berusaha akan memperoleh hasil yang sama. Oleh karena itu, Mendikdasmen (Abdul Mu’ti) melalui Konvensi Nasional Pendidikan Indonesia (KONASPI) XII Tahun 2026 di Universitas Pendidikan Ganesha Bali mengutarakan pendapatnya tentang wacana siswa tidak lagi otomatis naik kelas Tahun 2027. Namun, wacana tersebut masih menjadi perbincangan hangat di Kemendikdasmen dan belum finalisasi. "Kalau ini disetujui dan mungkin menjadi bagian dari rekomendasi konvensi ini, tentu kami akan siap melaksanakan," Kata Mu’ti dalam siaran pers, Kamis 8/10/2026.

Kebijakan tersebut berpotensi dilaksanakan mulai Tahun 2027 hingga seterusnya. Artinya, siswa tidak lagi secara otomatis dinyatakan naik kelas atau jenjang berikutnya hanya dikarenakan telah menyelesaikan satu tahun ajaran. Wacana yang dipaparkan oleh Mendikdasmen atas dasar usulan dari para Dewan Pendidikan dengan tujuan agar meningkatkan kembali gairah untuk belajar dan daya saing, sehingga siswa tidak lagi menggampangkan urusan sekolah. “Karena banyak murid itu yang mengikuti rumus RMS, rajin malas sama saja.” Ujar Mu’ti dalam siaran pers, Kamis 8/10/2026. 

Meskipun begitu, kebijakan ini tidak dirancang untuk menghukum, mempermalukan, atau membatasi masa depan siswa. Sebaliknya, terdapat hikmah mendalam di balik wacana pengembalian standar kenaikan kelas tersebut:

  1. Restorasi Keadilan dan Semangat Belajar: Ketika proses dan hasil belajar siswa dihargai secara proporsional, akan membangkitkan kembali berkompetisi secara sehat dan lingkungan belajar yang kondusif di kelas. Sehingga, siswa yang rajin berhak mendapat apresiasi.
  2. Penjaminan Mutu dan Ketuntasan Kompetensi: Membiarkan siswa naik kelas secara otomatis hanya akan menumpuk beban akademis di masa yang akan datang. Wacana ini bermaksud untuk memfokuskan siswa agar tuntas terlebih dahulu pada kompetensi dasar seperti literasi dan numerasi.
  3. Penguatan Otoritas Pendidik: Wacana akan kebijakan ini mengembalikan wewenang profesionalisme guru dalam mendidik dan mengevaluasi siswa. Akhirnya, guru dapat menilai siswa secara menyeluruh sambil mengobservasi perkembangan siswa, sehingga diperoleh nilai yang sahih.

Oleh sebab itu, keberhasilan wacana tahun 2027 ini tentu membutuhkan kesiapan dan skema pendampingan yang matang. Melalui penataan ini, predikat kenaikan kelas diharapkan kembali memiliki makna yang berbobot dan bermakna bagi dunia pendidikan Indonesia. Sekolah perlu memastikan adanya intervensi yang tepat bagi siswa yang mengalami kesulitan, sementara orang tua perlu memandang keputusan evaluasi ini sebagai bentuk perhatian dalam menempa masa depan anak. Maka, diperlukan kolaborasi antara sekolah dan orang tua yang mantap agar hasil yang dicapai sesuai dengan yang diharapkan. 

Fenomena kelulusan dan kenaikan kelas otomatis dalam ruang lingkup pendidikan nasional belakangan ini memicu keprihatinan mendalam dari para pendidik, orang tua, hingga pengamat pendidikan. Anggapan bahwa anak yang rajin belajar dan siswa yang enggan berusaha akan menerima hasil yang sama—yaitu sama-sama pasti naik kelas—telah mengikis daya juang serta motivasi belajar peserta didik. Wacana penataan ulang sistem evaluasi hasil belajar yang membuka kembali opsi tidak naik kelas pada tahun 2027, sebagaimana dipaparkan oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, hadir sebagai momentum korektif yang berharga.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow