Perintis Berdaya Connect: Strategi Pemerintah Akselerasi Transformasi Digital UMKM Indonesia

Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar meluncurkan Program Perintis Berdaya Connect di Kota Batu sebagai strategi akselerasi transformasi digital dan peningkatan daya saing UMKM Indonesia.

Aug 26, 2026 - 21:26
Aug 26, 2026 - 21:26
 0
Perintis Berdaya Connect: Strategi Pemerintah Akselerasi Transformasi Digital UMKM Indonesia

Obor Keadilan - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar secara resmi meluncurkan program Perintis Berdaya Connect (PBC) di Kota Batu, Jawa Timur, sebagai bagian dari komitmen pemerintah untuk meningkatkan kapasitas dan daya saing usaha mikro, kecil, dan menengah di era digital ini. Program yang dirancang sebagai strategi komprehensif ini diharapkan menjadi katalisator bagi ribuan UMKM untuk naik kelas dan mampu bersaing tidak hanya di pasar lokal, tetapi juga di tingkat nasional dan internasional. Peluncuran ini menandai momentum penting dalam upaya pemerintah untuk memastikan bahwa sektor UMKM, yang merupakan tulang punggung ekonomi Indonesia dengan kontribusi signifikan terhadap Produk Domestik Bruto, dapat terus berkembang dan menciptakan lapangan kerja bagi jutaan penduduk. Menko Iskandar dalam kesempatan tersebut menekankan bahwa program PBC bukan hanya sekadar inisiatif biasa, melainkan merupakan bagian integral dari strategi pembangunan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif.

Program Perintis Berdaya Connect dirancang dengan mempertimbangkan tantangan nyata yang dihadapi oleh para pelaku UMKM di era transformasi digital ini. Menurut Menko PM, program ini menggabungkan berbagai aspek penting mulai dari pelatihan keterampilan digital, akses terhadap pasar yang lebih luas melalui platform e-commerce, fasilitasi pembiayaan yang terjangkau, hingga pendampingan bisnis dari mentor berpengalaman. Dengan pendekatan holistik ini, diharapkan UMKM dapat mengatasi berbagai hambatan struktural yang selama ini membatasi pertumbuhan mereka. Menko Iskandar juga menekankan bahwa kesuksesan program ini bergantung pada sinergi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, swasta, dan komunitas bisnis lokal. Kota Batu dipilih sebagai lokasi peluncuran karena potensinya sebagai pusat ekonomi kreatif dan pariwisata yang dinamis, serta memiliki ekosistem UMKM yang kuat dan siap berkembang.

Dalam sambutan resminya, Menko PM menguraikan bahwa program ini akan dilaksanakan secara bertahap di berbagai daerah di Indonesia dengan menyesuaikan kebutuhan lokal dan karakteristik ekonomi setempat. Strategi ini mencakup pembentukan kelompok-kelompok UMKM yang akan menerima pelatihan intensif mengenai penggunaan teknologi digital, manajemen bisnis modern, dan strategi pemasaran yang efektif di era internet. Selain itu, program juga menyediakan akses langsung kepada perbankan dan lembaga keuangan lainnya untuk memudahkan UMKM mendapatkan modal kerja dengan bunga yang kompetitif. Perintis Berdaya Connect juga akan menghubungkan UMKM dengan jaringan distributor, wholesaler, dan retailer besar untuk memperluas jangkauan pasar produk mereka. Dengan mekanisme ini, diharapkan UMKM dapat meningkatkan volume penjualan, efisiensi operasional, dan pada akhirnya meningkatkan profitabilitas bisnis mereka secara signifikan.

Menko Iskandar menegaskan bahwa kesuksesan transformasi UMKM adalah prioritas utama pemerintah dalam menciptakan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Beliau mengajak seluruh stakeholder, dari pemerintah daerah hingga sektor swasta, untuk turut serta dalam mendukung program Perintis Berdaya Connect agar dapat mencapai target ambisius yang telah ditetapkan. Dengan momentum peluncuran ini, diharapkan program dapat segera memberikan dampak nyata bagi kehidupan ribuan pelaku UMKM dan keluarganya. Pemerintah berkomitmen untuk terus mengevaluasi dan memperbaiki program sesuai dengan feedback dan hasil yang dicapai di lapangan, sehingga Perintis Berdaya Connect dapat menjadi model pemberdayaan UMKM yang berkelanjutan dan dapat diterapkan secara luas di seluruh nusantara.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow