Jordi Onsu Ungkap Tekanan Dukun untuk Persembahan Mahal: Kisah Miris di Balik Pencarian Rejeki

Jordi Onsu membongkar pengalaman menyedihkannya dengan seorang praktisi spiritual yang memintanya memberikan persembahan hingga Rp50 miliar. Kasus ini mengungkap praktik penipuan yang memanfaatkan kerentanan emosional masyarakat.

Jun 30, 2026 - 04:12
Jun 30, 2026 - 04:12
 0
Jordi Onsu Ungkap Tekanan Dukun untuk Persembahan Mahal: Kisah Miris di Balik Pencarian Rejeki

Obor Keadilan - Selebriti Jordi Onsu kembali menjadi sorotan publik setelah mengungkapkan pengalaman pahitnya berkaitan dengan seorang praktisi spiritual yang diduga memintanya memberikan persembahan atau "tumbal" dalam jumlah fantastis. Menurut pengakuan Jordi Onsu yang dilontarkan secara terbuka kepada media massa, dia diminta memberikan sejumlah persembahan dengan nilai mencapai miliaran rupiah, khususnya sebesar Rp50 miliar, dengan janji bahwa hal tersebut akan membuka pintu rejeki dan kesuksesan finansial baginya. Pengungkapan ini menjadi semakin menarik perhatian mengingat sedang memanasnya hubungan pribadi Jordi Onsu dengan kakaknya, Ruben Onsu, yang turut menjadi perbincangan hangat di berbagai platform media sosial dan forum online. Kasus ini tidak hanya mengungkapkan praktik yang ditengarai merugikan masyarakat, tetapi juga menunjukkan kerentanan individu ketika berhadapan dengan janji-janji kemakmuran yang tidak jelas sumbernya.

Dalam penyampaiannya yang cukup detail, Jordi Onsu menjelaskan bahwa dia mendatangi praktisi spiritual tersebut dengan harapan memperoleh solusi atas berbagai permasalahan finansial dan personal yang sedang dihadapinya. Akan tetapi, alih-alih mendapatkan bimbingan spiritual yang menenangkan, Jordi Onsu justru menerima tuntutan yang sangat memberatkan. Praktisi spiritual yang dimaksud diduga telah menggunakan berbagai teknik persuasi dan manipulasi psikologis untuk membuat Jordi Onsu merasa yakin bahwa persembahan sebesar itu adalah harga yang harus dibayarkan untuk memperoleh berkah dan keberuntungan. Metode semacam ini termasuk dalam kategori praktik yang memanfaatkan kerentanan emosional dan spiritual seseorang untuk kepentingan pribadi pihak ketiga, yang jelas-jelas melanggar nilai-nilai etika dan norma sosial yang berlaku.

Kasus yang dialami oleh Jordi Onsu ini merupakan cerminan dari fenomena yang lebih luas di masyarakat Indonesia, di mana kepercayaan terhadap praktisi spiritual yang tidak tersertifikasi atau tidak dapat diverifikasi kredibilitas mereka masih sangat tinggi. Banyak individu yang dalam kondisi putus asa atau menghadapi kesulitan hidup, kemudian mencari jalan keluar melalui praktik-praktik spiritual tanpa melakukan pengecekan terlebih dahulu tentang keabsahan dan legalitas praktisi tersebut. Fenomena ini diperparah oleh kurangnya edukasi masyarakat mengenai ciri-ciri praktik spiritual yang berpotensi merugikan atau merupakan tindakan penipuan. Penipuan atas nama spiritualitas ini tidak hanya menguras kantong korban, tetapi juga dapat meninggalkan luka psikologis yang mendalam. Pemerintah dan lembaga terkait perlu lebih gencar dalam melakukan sosialisasi kepada publik tentang bagaimana mengidentifikasi dan menghindari praktik-praktik semacam ini.

Pengalaman Jordi Onsu seharusnya menjadi pelajaran berharga bagi masyarakat luas tentang pentingnya kritis dan skeptis ketika dihadapkan dengan penawaran-penawaran yang menjanjikan kesuksesan instan atau keberuntungan tanpa dasar yang jelas. Individu yang memiliki tanggung jawab publik seperti selebriti memiliki peran strategis dalam meningkatkan kesadaran masyarakat tentang praktik-praktik penipuan yang berkedok spiritualitas. Dengan berani mengungkapkan pengalamannya, Jordi Onsu telah memberikan kontribusi positif dalam hal penyebaran informasi dan peningkatan literasi masyarakat tentang bahaya praktik spiritual yang tidak bertanggung jawab. Diharapkan bahwa kasus ini dapat menjadi momentum bagi berbagai pihak, mulai dari aparat penegak hukum, media massa, hingga organisasi masyarakat sipil, untuk secara bersama-sama memberantas praktik-praktik penipuan yang menggunakan kedok agama atau spiritualitas sebagai modus operandinya.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow