Desakan Sahroni kepada Kejagung: Bentuk Tim Penyidik Independen untuk Ungkap Kasus Korupsi Febrie Adriansyah

Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni mendesak Kejaksaan Agung untuk membentuk tim penyidik independen dalam mengusut kasus korupsi yang menjerat mantan Jampidsus Febrie Adriansyah, guna menjamin transparansi dan kredibilitas proses investigasi.

Jul 12, 2026 - 19:53
Jul 12, 2026 - 19:53
 0
Desakan Sahroni kepada Kejagung: Bentuk Tim Penyidik Independen untuk Ungkap Kasus Korupsi Febrie Adriansyah

Obor Keadilan - Wakil Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, Ahmad Sahroni, telah mengeluarkan desakan keras kepada Kejaksaan Agung untuk segera membentuk tim penyidik yang bersifat independen guna mengusut tuntas kasus dugaan tindak pidana korupsi yang melibatkan Febrie Adriansyah, mantan Jaksa Penuntut Umum Pelaksana Tugas (Jampidsus). Langkah ini dipandang sebagai upaya strategis untuk memastikan bahwa proses investigasi berjalan dengan transparan dan terhindar dari pengaruh kepentingan internal birokrasi penegak hukum. Sahroni menekankan bahwa mengingat posisi Adriansyah sebagai salah satu pejabat senior di lingkungan kejaksaan, maka diperlukan mekanisme penyidikan khusus yang mampu menjaga objektivitas dan kredibilitas dalam setiap tahap penggalian bukti.

Menurut pandangan Sahroni, pembentukan tim independen tidak hanya akan meningkatkan kepercayaan publik terhadap integritas institusi penegak hukum, tetapi juga mencegah segala dugaan konflik kepentingan yang mungkin timbul apabila penyidikan ditangani secara internal. Legislator yang mewakili konstituennya di Komisi III ini percaya bahwa kasus yang melibatkan mantan pejabat setingkat Jampidsus memerlukan penanganan istimewa dengan melibatkan unsur pengawas independen dari luar struktur organisasi kejaksaan. Dengan demikian, setiap langkah investigasi dapat diverifikasi dan diaudit oleh pihak ketiga yang tidak memiliki hubungan hierarki maupun kepentingan pribadi dengan pihak-pihak yang terlibat dalam kasus ini.

Desakan ini sejalan dengan komitmen Komisi III DPR RI untuk terus melakukan pengawasan terhadap lembaga-lembaga penegak hukum agar tetap profesional dan menjunjung tinggi prinsip-prinsip akuntabilitas. Sahroni menegaskan bahwa kredibilitas Kejaksaan Agung sebagai institusi negara sangat bergantung pada kemampuannya untuk menangani setiap kasus korupsi dengan konsisten dan tidak pandang bulu, terlepas dari status atau jabatan pihak yang diduga melakukan tindak pidana. Dalam konteks ini, pembentukan tim penyidik independen bukan semata-mata instrumen teknis, melainkan juga simbol komitmen untuk memerangi korupsi secara serius dan berkelanjutan.

Langkah yang diusulkan Sahroni mencerminkan tantangan yang dihadapi sistem penegakan hukum Indonesia dalam menangani kasus-kasus yang melibatkan internal aparatur. Pentingnya transparansi dan independensi dalam proses investigasi semakin urgen mengingat maraknya laporan dugaan tindak pidana korupsi yang melibatkan pejabat tinggi. Dengan membentuk tim khusus yang bebas dari tekanan hierarki internal, diharapkan dapat tercipta suasana investigasi yang kondusif bagi terungkapnya seluruh fakta material yang berkaitan dengan kasus Febrie Adriansyah. Harapan ini sejalan dengan desideratum masyarakat luas yang menginginkan sistem peradilan yang benar-benar menjunjung tinggi keadilan dan kesetaraan di hadapan hukum.

Kejaksaan Agung kini menghadapi momentum penting untuk menunjukkan komitmennya terhadap pemberantasan korupsi internal. Respons positif terhadap desakan Sahroni akan menjadi bukti nyata bahwa institusi tersebut siap melakukan introspeksi dan reformasi dari dalam. Sebagaimana diketahui, berbagai laporan mengenai dugaan tindak pidana korupsi yang melibatkan aparat penegak hukum kerap memicu perdebatan publik tentang kredibilitas sistem penegakan hukum nasional. Oleh karena itu, keputusan Kejagung untuk membentuk tim independen akan memberikan sinyal positif bahwa tidak ada satupun pejabat yang berada di atas hukum, dan setiap individu harus bertanggung jawab atas perbuatannya di muka pengadilan.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow