Dari Kapten Timnas U-19 hingga Sepi Sorotan: Kemana Kabar Nurhidayat Haji Haris?

Nurhidayat Haji Haris pernah meraih prestasi gemilang sebagai kapten Timnas Indonesia U-19 dengan memenangkan Piala AFF U-23, namun kini keberadaannya tidak lagi tersorot setelah dicoret dari skuad nasional karena masalah kedisiplinan.

Jun 22, 2026 - 07:31
Jun 22, 2026 - 07:31
 0
Dari Kapten Timnas U-19 hingga Sepi Sorotan: Kemana Kabar Nurhidayat Haji Haris?

Obor Keadilan - Nurhidayat Haji Haris merupakan salah satu nama yang pernah bersinar terang dalam dunia sepak bola Indonesia, khususnya di level tim nasional muda. Pemain yang pernah memimpin sebagai kapten Timnas Indonesia U-19 ini telah menorehkan berbagai prestasi gemilang di panggung internasional. Namun, kesuksesan awal karir yang menjanjikan tersebut rupanya tidak berlanjut mulus. Kini, nama Nurhidayat Haji Haris seolah menghilang dari peredaran publik sepak bola Indonesia, menyisakan banyak pertanyaan dari para penggemar dan pengamat olahraga tentang keberadaan dan perkembangan terkini dari talenta muda yang dulunya dinilai memiliki potensi besar tersebut.

Salah satu pencapaian puncak dalam karir Nurhidayat Haji Haris adalah ketika ia berhasil membawa Timnas Indonesia meraih juara Piala AFF U-23 di Kamboja. Prestasi tersebut menjadi bukti nyata dari kemampuan dan dedikasi pemain kelahiran tahun 1990-an ini dalam dunia sepak bola nasional. Sebagai kapten, Nurhidayat Haji Haris ditunjuk untuk memimpin sekelompok pemain muda berbakat yang siap bersaing di tingkat regional Asia Tenggara. Kepercayaan yang diberikan kepadanya menunjukkan bahwa manajemen Timnas Indonesia saat itu melihat potensi kepemimpinan dan kualitas permainan yang luar biasa dari dirinya. Pencapaian menjuarai turnamen bergengsi tersebut tentu menjadi kenangan indah dan motivasi bagi Nurhidayat untuk terus berkembang dalam karirnya di masa mendatang.

Namun demikian, jejak cemerlang Nurhidayat Haji Haris dalam sepak bola nasional tiba-tiba terhenti setelah peristiwa yang melibatkan masalah kedisiplinan. Berdasarkan laporan yang beredar, pemain tersebut dicoret dari daftar pemain Timnas Indonesia oleh pelatih kepala pada saat itu, Syafril Tangkau Yunus atau yang lebih dikenal STY. Keputusan untuk mengeluarkan Nurhidayat dari skuad nasional didorong oleh isu-isu terkait kelakuan yang tidak sesuai dengan standar disiplin yang diterapkan dalam organisasi Timnas. Insiden tersebut menjadi titik balik dalam karir Nurhidayat Haji Haris dan secara signifikan mempengaruhi trajektori karir profesionalnya ke depannya. Penghapusan dari skuad nasional merupakan pukulan berat bagi seorang pemain yang sebelumnya dianggap sebagai salah satu harapan utama dalam pengembangan sepak bola Indonesia di tingkat pemain muda.

Saat ini, informasi terkini mengenai keberadaan dan aktivitas Nurhidayat Haji Haris sangat minim dan sulit untuk dilacak melalui media massa. Seperti banyak pemain lain yang mengalami kontrovers serupa, Nurhidayat seolah menghilang dari sorotan publik sepak bola Indonesia setelah peristiwa pencoretannya dari Timnas. Tidak ada informasi resmi yang menjelaskan ke mana arah karir pemain tersebut setelah meninggalkan struktur Timnas nasional. Apakah Nurhidayat masih aktif bermain di level klub domestik atau malah meninggalkan dunia sepak bola profesional sama sekali, merupakan pertanyaan yang belum mendapat jawaban pasti hingga kini. Kasus Nurhidayat Haji Haris ini menjadi refleksi penting tentang bagaimana faktor disiplin dan kelakuan dapat mempengaruhi karir seorang atlet profesional, sekaligus mengingatkan pentingnya menjaga etika dan profesionalisme dalam dunia olahraga tingkat nasional.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow