Ardhi Tjahjoko Kritisi Penamaan El Clasico pada Persija vs Persib: Olahraga Harus Lebih Bermartabat

Manajer Persija Jakarta menolak penamaan El Clasico untuk duel kontra Persib Bandung, menganggap label tersebut justru memicu drama dan perilaku tidak sportif. Dia menekankan bahwa olahraga seharusnya mengedepankan sportivitas dan permainan berkualitas, bukan dramatisasi berlebihan.

May 8, 2026 - 06:45
May 8, 2026 - 06:45
 0
Ardhi Tjahjoko Kritisi Penamaan El Clasico pada Persija vs Persib: Olahraga Harus Lebih Bermartabat

Obor Keadilan - Pimpinan manajemen Persija Jakarta, Ardhi Tjahjoko, mengeluarkan pernyataan yang cukup tajam berkaitan dengan terminology yang sering dilabelkan pada pertandingan melawan Persib Bandung. Dalam kesempatan berbicara menjelang laga pekan ke-32 yang akan dilangsungkan di Samarinda pada Minggu (10/5), Tjahjoko dengan tegas menolak penggunaan istilah "El Clasico Indonesia" untuk menyebut pertandingan derby tersebut. Menurut perspektif pejabat klub berjuluk Macan Kemayoran ini, penggunaan label semacam itu justru memberikan kesan yang tidak sesuai dengan nilai-nilai sportivitas yang seharusnya menjadi fondasi utama dalam setiap pertandingan olahraga, khususnya sepak bola profesional di tanah air.

Tjahjoko mengungkapkan kekhawatirannya bahwa penyebutan pertandingan Persija versus Persib dengan istilah bergengsi seperti "El Clasico Indonesia" akan membuka ruang yang lebih luas bagi terjadinya berbagai insiden dan perilaku tidak sportif di lapangan maupun di luar lapangan. Menurutnya, setiap kali pertandingan antara kedua klub papan atas ini berlangsung, selalu saja diwarnai oleh sejumlah drama dan konflik yang merusak wajah olahraga Indonesia. Pejabat klub yang memiliki prestasi gemilang di dekade 1990-an ini menekankan bahwa olahraga seharusnya menjadi ajang yang menonjolkan keunggulan teknis, taktik, dan karakter pemain, bukan menjadi panggung untuk menampilkan kekerasan verbal maupun fisik. Dia berpendapat bahwa pemberian label bergengsi justru akan meningkatkan ekspektasi emosional yang tidak sehat di antara para pendukung kedua belah pihak.

Dalam wawancara yang diberikan kepada media massa, Tjahjoko menjelaskan bahwa dirinya tidak menentang persaingan yang sehat dan kompetitif dengan Persib Bandung, melainkan menolak framing yang mengangkat duel tersebut ke level yang berlebihan. Dia percaya bahwa dengan memberikan nama-nama megah seperti "El Clasico", secara tidak langsung kita sedang memvalidasi atau bahkan mendorong perilaku-perilaku ekstrem yang sering menyertai pertandingan tersebut. Tjahjoko melihat bahwa media massa juga memiliki tanggung jawab besar dalam hal ini, karena seringkali memberikan coverage yang sensasional, sehingga meningkatkan tingkat drama dan menciptakan narasi yang tidak kondusif bagi pelestarian nilai-nilai olahraga. Pimpinan Persija ini berkeyakinan bahwa pertandingan klasik Indonesia sebaiknya digelar dengan penuh integritas, tanpa perlu embel-embel istilah bergengsi yang justru memicu perilaku tidak sportif.

Dalam konteks yang lebih luas, pernyataan Ardhi Tjahjoko mencerminkan keprihatinan yang valid terhadap kondisi persepakbolaan Indonesia yang masih menghadapi tantangan dalam hal disiplin dan sportivitas. Sebagai figur yang telah lama berkecimpung di industri olahraga, dia memahami dengan baik bagaimana persepsi publik dan media mampu membentuk perilaku supporter dan pemain. Oleh karena itu, desakan Tjahjoko untuk mengedepankan substansi olahraga daripada dramatisasi adalah langkah yang bijak dalam upaya memperbaiki citra persepakbolaan nasional. Menjelang pertandingan di Samarinda tersebut, Persija diharapkan mampu menunjukkan performa terbaik mereka dengan mengedepankan permainan yang berkualitas tinggi, dan semoga pertandingan kali ini dapat menjadi momen pembuktian bahwa rivalitas sejati dalam olahraga tidak memerlukan label kelas dunia untuk menunjukkan eksistensi dan mutu mereka.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow