|

Divif 1 Kostrad Selenggarakan Acara Gebyar Skrining Faktor Resiko PTM Kecamatan CilidongTahun 2020

Media Nasional Obor Keadilan | Depok | Senin, 7 Desember 2020, pukul 09.00 Wib, Perubahan gaya hidup dan prevalensi faktor risiko PTM cenderung meningkat di Indonesia, sehingga berdampak pada peningkatan angka kesakitan, kecacatan dan kematian akibat PTM. Adapun maksud dan tujuan pelaksanaan kegiatan ini adalah menjelaskan faktor resiko PTM antara lain kurang aktivitas fisik, diet yang tidak sehat dan tidak seimbang, merokok, konsumsi alcohol, obesitas, hyperglikemia, hipertensi, dan hiperkolesterol yang kesemuanya ini sebenarnya bisa dicegah. Oleh karena itu, Deteksi Dini Faktor Resiko PTM sangatlah penting. Upaya promotif dan preventif sangat dibutuhkan dalam pengendalian PTM. Lebih lanjut menjelaskan programmer PTM di Asrama Divif 1 Kostrad bahwa dibutuhkan peran serta warga dalam melakukan kegiatan deteksi dini dan pemantauan faktor risiko PTM utama yang dilaksanakan secara terpadu, rutin dan periodik. Suatu strategi yang digunakan dalam suatu populasi untuk mendeteksi faktor resiko dan penyakit pada individu dengan atau tanpa tanda dan gejala merupakan skrining dan deteksi dini PTM. Bahwasanya para programmer PTM di Puskesmas bekerjasama dengan Bidan atau Tenaga kesehatan lain dalam pelaksanaan Posbindu PTM. Pemberitahuan pelaksanaan Posbindu PTM pada masyarakat dengan melampirkan jadwal posyandu melalui RT/RW setempat, atau bisa juga melalui pengeras suara di masjid. Petugas kesehatan yang melaksanakan Posbindu PTM melakukan registrasi pemberian nomor kode/urut yang sama serta pencatatan ulang hasil pengisian KMS FR-PTM ke buku pencatatan. Melakukan wawancara atau tanya jawab terhadap pasien, pengukuran TB, BB, IMT, Lingkar perut, pengukuran tekanan darah, melakukan konseling, edukasi dan tindak lanjut setelah kegiatan posbindu.

Himbauannya, Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Warga Divif 1 Kostrad diharapkan dapat melaksanakan tugas skrining dan deteksi dini PTM. Untuk mengetahui dan menjaring serta menentukan apakah yang bersangkutan memiliki faktor risiko PTM atau sudah PTM. Buku register PTM diperlukan untuk mencatat hasil dari pemeriksaan tiap individu pada saat Posbindu PTM dilaksanakan. Tujuan kegiatan ini adalah melakukan deteksi dini dan pemantauan faktor risiko penyakit tidak menular (PTM) utama meliputi merokok, pola makan tidak sehat, kurang aktifitas fisik, obesitas, stres, konsumsi minuman beralkohol, hipertensi, hiperglikemi, hiperkolesterol serta menindaklanjuti secara dini faktor risiko yang ditemukan melalui konseling kesehatan dan segera merujuk ke fasilitas pelayanan kesehatan.  Dalam targetnya, hanya sedikit orang yang melakukan pemeriksaan faktor risiko PTM dengan hasil sbb : (29,5%) Laki-laki dan (70,5%) Perempuan, (12,4%) Merokok dan semuanya laki-laki, (18,1%) aktifitas fisik kurang, (53,3%) menyatakan kurang konsumsi buah dan sayur, (20%) menyatakan stres, (26,7%) memiliki tekanan darah tinggi, (46,7%) kolesterol tinggi (> 200 mg/dl). Berdasarkan IMT (Indeks Massa Tubuh) : (10,5%) Kurus (IMT < 19,5, (27,6%) Normal (IMT : 19,5 – 22,9), (61,9%) BB Lebih (IMT > 23). Berdasarkan Pemeriksaan Gula Darah Sewaktu (GDS) : (2,9 %) memiliki gula darah tinggi (> 200 mg/dl), (72,4%) waspada (> 140 – 199 mg/dl) dan (24,8%) normal.

Editor: Redaktur
Penanggung Jawab Berita: Obor Panjaitan

Komentar


Marhaban ya Ramadhan 🙏🏻

Ucapan Selamat Hari Ulang Tahun dari Keluarga Besar Sekolah Dasar GMIT Netenaen (Kepsek : YAKOBUS O. SOGEN, S.Pd)

Berita Terkini