HEADLINE

Bendera Merah Putih Pertama di Irian Barat

/

Redaksi / Minggu, 17 Februari 2019 / 14:34 WIB

Sebarkan:

MEDIA NASIONAL OBOR KEADILAN | Peristiwa heroik Operasi Penerjunan Lintas Udara dalam Operasi Trikora dengan sandi Operasi Srigala dengan menerjunkan sejumlah 81 prajurit PGT/AURI yang saat ini dikenal Korps Pasukan Khas (Korpaskhas) TNI Angkatan Udara, pada operasi inilah tonggak sejarah penancapan serta pengibaran bendera Merah Putih untuk pertama kalinya di wilayah Irian Barat tepatnya Desa Waser (Teminambuan), Sorong Selatan, Papua Barat. (16/02/2019)
Operasi Trikora dengan Sandi Operasi Srigala merupakan pelaksanaan PO. Pangla No.03/PO/SR/62, 13 Mei 1962 yang diikuti 81 prajurit PGT/AURI menjabat sebagai Komandan Pelton Letnan Udara II Suhadi, setelah dilaksanakan penerjunan yang berhasil selamat sebanyak 27 prajurit, sementara 53 lainnya gugur dalam petempuran.

Kegiatan Napak Tilas Oprasi Srigala ini, dihadiri langsung Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal TNI Yuyu Sutisna., S.E., M.M., pejabat tinggi TNI Angkatan Udara, Dankorpaskhas Marsekal Muda TNI Eris Widodo Y, S.E., M.Tr (Han), Mantan Kepala Staf Marsekal TNI (Purn) Chappy Hakim, serta beberapa mantan Komandan Korpaskhas.
Usai Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal TNI Yuyu Sutisna., S.E., M.M., menyaksikan drama kolosal operasi srigala, keluarga dari Ibu Yokbeth Konjol penduduk Kampung Terigolo, Rt 001/001, Desa Tegirolo, Kecamatan Teminabuan, Sorong Selatan, menyerahkan satu peti kayu yang berisikan senjata, sangkur dan perlengkapan militer yang sudah usang karena kemakan tanah dan waktu, yang ditemukan secara tidak sengaja pada saatkeluarga Ibu Yokbeth Konjol sedang berburu.
Menurut keterangan dari Ibu Yokbeth Konjol penemuan barang-barang tersebut dalam satu sumur tua di mana para prajurit PGT/AURI melaksanakan penerjunan, saat bergabung dalam operasi Trikora dilaksanakan. Jelas Ibu Yokbeth Konjol kepada Kasau.

Sementara di tempat terpisah kasau juga menyempatkan diri mengunjungi Tugu Merah Putih yang merupakan tempat pertama kalinya ditancapkannya bendera Merah Putih, di Desa Waser, Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal TNI Yuyu Sutisna., S.E., M.M., sempat menandatangani MOU kerjasama TNI AU dengan Pemerintah Daerah Sorong Selatan terkait dengan renovasi pembagunan tugu Merah Putih.
Tujuan dari pembangunan tempat yang sangat bersejarah Tuguh Merah Putih, dapat dijadikan sebagai tempat wisata sejarah bagi masyarakat Sorong Selatan khususnya dan masyarakat Indonesia umumnya guna upaya mengobarkan semangat perjuangan para pendahulu, guna menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Saat berada di Tugu Merah Putih, Kasau juga didampingi dua saksi sejarah penerjunan Lintas Udara pada operasi Trikora dengan sandi operasi Srigala, yang dengan sengaja didatangkan oleh Korpaskhas yaitu Lettu (Pur) Kusmari dan Pelda (Pur) Rebo Hartono.

Kasau menjawab pertanyaan wartawan berkaitan dengan apabila terdapat putra daerah sorong selatan yang berminat untuk masuk tentara baik melalui penerimaan Alumni (Karbol AAU), Bintara, Tamtama. TNI Angkatan Udara akan memberikan kemudahan bagi putra-putri daerah sorong apabila ingin mengikuti seleksi jadi prajurit TNI AU, bila perlu ada putra dari sorong dan Papua menjadi Pilot Pesawat Tempur, Tegas Kasau.

Namun kemudahan ini apabila memenuhi persyaratan yang telah menjadi prasyarat yang ditentukan, terutama sekali pada bidang kesehatan, karena kita selaku orang tua tidak mengharapkan apabila putra-putri kita baru menjalani pendidikan dasar kemiliteran diberhentikan karena tidak memenuhi syarat untuk melanjutkan pendidikan, Tambah Kasau.(*)

Editor : Redaktur
Penanggung Jawab Berita : Obor Panjaitan

Media Nasional Obor Keadilan menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : obor.leo@gmail.com dan atau via wa : 082230993121

KOMENTAR
TERKINI