HEADLINE

LRT Palembang Sumsel Habiskan Triliunan Rupiah Tapi Sudah Mogok Berkali Kali

/

Redaksi / Senin, 13 Agustus 2018 / 19:21 WIB

Sebarkan:
KetFoto : LRT Palembang Sumsel Habiskan Triliunan Rupiah Tapi Sudah Mogok Berkali Kali
MEDIA NASIONAL OBOR KEADILAN  l PALEMBANG  -  Moda transportasi light rail transit (LRT) Palembang, Sumatera Selatan, menjadi angkutan massal pertama yang ada di Indonesia.

Megaproyek pengerjaan LRT pun hanya berada di dua kota besar, yakni Jakarta dan Palembang. Pembangunan kereta layang itu menjadi “nilai jual” pelaksanaan Asian Games yang dilaksanakan di Indonesia sebagai tuan rumah kepada para negara peserta.

Namun, proses pengerjaan untuk LRT di Jakarta banyak mengalami kendala sehingga tak dapat difungsikan pada pelaksanaan Asian Games yang tinggal lima hari lagi.
Berbeda dengan Palembang, mulai dari tiang hingga rel dan rangkaian kereta telah dinyatakan siap dioperasikan sebagai salah satu fasilitas penunjang Asian Games untuk mengangkut para atlet menuju kawasan kompleks Jakabaring Sport City (JSC) dari Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II, Palembang.

Namun, sejak dioperasikan untuk umum dalam masa proses uji coba operasi pada (1/8/2018) lalu, “ular besi” ini terus terganjal masalah. LRT diketahui telah tiga kali mendadak mogok di tengah jalan.

Kejadian kereta layang karya anak bangsa yang diproduksi oleh PT INKA di Madiun ini pun menjadi cibiran warga Palembang akibat sering mogok.

Sebetulnya, hampir rata-rata para penumpang LRT di Palembang, hanya ingin merasakan suasana di dalam kereta layang tersebut sebagai salah satu “wisata baru akhir pekan”. Sebab, jika pada hari biasa, para penumpang LRT tidak membludak.

Pada hari libur, masyarakat Palembang juga sering memanfaatkan LRT untuk “berwisata” bersama keluarga sekaligus menjajal ular besi dan melihat pemandangan kota dari ketinggian.

Kali ketiganya LRT Palembang kembali mogok, menjadi pertanyaan, apa yang sebetulnya yang dialami kereta layang di Bumi Sriwijaya itu.

Apa penyebab LRT Palembang mogok?
A. Hujan deras dan sensor "door open"

Dari catatan Media, kejadian LRT Palembang mogok untuk pertama kalinya pada Rabu (1/8/2018). Hujan deras, membuat LRT mendadak terhenti sekitar 4 kilometer ketika menuju Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II.
PT INKA selaku pembuat kereta telah angkat bicara terkait kejadian tersebut. Menurut mereka, terhentinya laju kereta karena posisi pintu rangkaian kereta dalam posisi “Open". Hingga menyebabkan sensor kereta menjadi mode “Standby".

“Kendala teknis yang terjadi di LRT Palembang lantaran sensor pintu di kereta terbaca dalam posisi "open". Akibatnya, sistem keamanan (failure safe) kereta menjadi bekerja. Sistem keamanan LRT dirancang sebagai pengamanan operasional. Karenanya ketika itu, kereta dalam keadaan mode “standby.  

Karena itu, kereta tidak bisa dijalankan selama masih ada indikator dari salah satu sensor keamanan menyala,” kata Manager Humas PT INKA Exiandri BP pada Kamis (2/8/2018) lalu.

B. Sinyal bermasalah

Hanya berselang dua hari, lagi-lagi “si ular besi” kembali mogok pada Jumat (10/8/2018). Para penumpang yang berada di stasiun Bumi Sriwijaya pun akhirnya terlantar selama 2 jam lantaran kereta tak bisa dioperasikan hingga perbaikan selesai dilakukan oleh PT LEN selaku penanggung jawab sinyal kereta.

C. Mendadak berhenti, proses evakuasi membahayakan

Sinyal hingga permasalahan pintu kereta yang disebut dalam posisi “Open” pun telah terjawab. Namun, dua hari kemudian pada Minggu (12/8/2018) PT KAI selaku penanggung jawab LRT Palembang kembali dibuat repot.
Pasalnya, kereta LRT mendadak terhenti ketika dioperasikan dari stasiun Jakabaring menuju Bandara. Kejadian tersebut sempat viral di dunia maya, mulai dari Facebook hingga Instagram,

Yang menjadi sorotan para warganet adalah banyaknya penumpang yang terpaksa berjalan diatas rel kereta, saat evakuasi dilakukan. Sebab, sepanjang rel LRT dialirkan listrik dalam tegangan tinggi hingga dapat membahayakan ketika dilewati manusia.
Humas PT KAI Divre III Palembang Aida Suryanti pun angkat bicara atas foto yang beredar dimedsos. Menurutnya, ketika kereta terhenti, evakuasi Walkway menjadi salah satu alternatif jika LRT mogok ditengah perjalanan.

Namun, para penumpang bisa melewati atau berjalan diatas rel ketika mendapatkan informasi oleh petugas LRT jika sudah dalam posisi aman.

“Tentunya tidak benar jika dibilang penumpang berjalan dalam kondisi tidak aman. Kami tegaskan, jika evakuasi penumpang semuanya sudah posisi aliran listrik dimatikan,” kata Aida kepada Media melalui pesan singkat.

Aida tak bisa menjelaskan secara lebih detil terkait LRT yang mogok ketiga kalinya tersebut. Pihak PT KAI menurutnya akan lebih dulu melakukan investigasi bersama PT INKA selaku perusahaan yang membuat rangkaian kereta.
Kita masih menunggu hasil proses Investigasi untuk mengatahui penyebabnya,” ungkap Aida.

[Rahardja]
Editor : Rahardja
Penanggung Jawab Berita : Obor Panjaitan


Media Nasional Obor Keadilan menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : obor.leo@gmail.com dan atau via wa : 082114445256

KOMENTAR
TERKINI