HEADLINE

BERIKUTNYA SIAPA KSAD, SIAPA PANGLIMA TNI?

/

Redaksi / Sabtu, 14 Juli 2018 / 21:18 WIB

Sebarkan:
                    Ket Foto : lstimewa


MEDIA NASIONAL OBOR KEADILAN l Jakarta - Letjen Andika Perkasa (Akmil 87) sudah dipastikan menjadi Pangkostrad  sejak dikeluarkannya Skep Panglima TNI Kep/673/VII 2018 tanggal 13 Juli 2018 tentang pemberhentian dari dan pengangkatan dalam jabatan di lingkungan TNI.

Maka Andika akan memimpin Kotama tempur terbesar di Angkatan Darat dengan jumlah pasukan (sebetulnya dirahasiakan), tetapi estimasi saat ini ada sekitar 32 ribu personil— dari idealnya 46 ribu personil. Tantangan Kostrad hari ini memang jumlah personil yang kurang.

Sedangkan KSAD Jenderal Mulyono akan pensiun sekitar 6 bulan lagi, per 12 Januari 2019. Maka saya rasa Andika tidak akan ada dalam restu presiden untuk menggantikan Mulyono— kita tahu semua jabatan bintang 1 keatas  di lingkungan TNI dan Polri,  Skep-nya dari Presiden RI.

Lalu siapa KSAD berikutnya? Ada dua sosok cemerlang saat ini: Sesjen Wantannas Letjen Doni Monardo (Akmil 1985) dan Inspektur Jenderal TNI Letjen Muhammad Herindra (Akmil 1987). Silahkan google CV masing-masing, Anda akan bingung sebab mereka berdua sangat layak duduk sebagai orang nomor 1 di Angkatan Darat.

Perlu dicatat, adalah Herindra bukan Andika yang jadi pemegang Adhi Makayasa di Akmil 1987 (kalau di Akpol 1987 pemegangnya Tito Karnavian). Yang jelas Doni, Andika dan Herindra ketiganya orang Kopassus, yang dua orang malahan mantan Danjen korps baret merah itu.

Yang satu dari dua mantan Danjen Kopassus itu pernah dikasih baret merah milik Jend. L.B. Moerdani langsung dari tangan Panglima ABRI fenomenal itu.

Maka saya menggunakan metode “media monitoring” yang menghubungkan nama-nama mereka dengan presiden. Sebab, kedekatan dan kenyamanan presiden dengan kepala staf angkatan menjadi faktor penting (pake banget). Dari sudut “media monitoring”, Doni lebih sering berhubungan dengan Jokowi, dan dengan “tone” yang positif pula. Sementara, hampir tidak ada berita tentang kebersamaan Herindra dan Jokowi.

Selain itu, tradisi senioritas di lingkungan TNI/Polri adalah etika yang sangat dijunjung tinggi. Hampir tidak pernah terjadi mutasi apalagi promosi oleh Panglima TNI atau Kapolri yang melanggar etika ini. Yang sering “melanggar” etika ini justru presiden, baik di zaman SBY maupun Jokowi.

Dari dua asumsi diatas, saya menduga KSAD berikutnya akan diberikan oleh Joko Widodo kepada Doni Monardo. Nampaknya Doni akan pensiun pada jabatan bintang 4 ini, yang akan diembannya selama 2 tahun sejak Januari 2019 sampai awal Mei 2021 (dia pensiun 10 Mei 2021).

Sedangkan peluang Andika untuk menjabat KSAD juga masih terbuka karena baru pensiun 21 Desember 2022. Bahkan masih mungkin Andika Perkasa menjadi Panglima TNI, bila Joko Widodo mengembalikan rotasi jabatan tertinggi di lingkungan TNI itu ke Angkatan Darat setelah era Hadi Tjahjanto.

Bila skenario ini terjadi, maka Andika akan harus menjabat KSAD sebentar— sebab ini tuntutan UU— sebelum loncat menggantikan Hadi. Dan Herindra, bila Jokowi berkenan, masih ada peluang sebentar untuk gantikan Andika di posisi KSAD karena baru akan pensiun 30 November 2022.

"Pertanyaan soal siapa Panglima TNI berikutnya sangat menentukan pola rotasi diantara kepala staf angkatan yang ada. Ini sudah jadi tuntutan UU, yaitu bahwa calon Panglima TNI harus pernah menjadi kepala staf angkatan dan/atau seseorang perwira yang sudah menyandang pangkat bintang 4 aktif. Ketentuan ini menjadi determinan analisis.

Masalahnya Marsekal Hadi Tjahjanto itu berusia muda. Baru 54 tahun, dan baru akan pensiun 8 November 2021, jadi masih 3 tahun 4 bulan dari sekarang!

Dengan asumsi bahwa Hadi akan terus menjabat Panglima TNI sampai dengan usia pensiunnya, ini artinya KSAL Laksmana Siwi Sukma Adji yang akan pensiun 14 Mei 2020 dan KSAU Marsekal Yuyu Sutisna  yang akan pensiun 10 Juni 2020, tidak akan pernah menjadi Panglima TNI.

Bila Jokowi meneruskan tradisi rotasi kepemimpinan di TNI, maka sosok Panglima TNI berikutnya harus dicari diantara mereka yang sekarang berpangkat Laksamana Muda di Angkatan Laut, biasanya diantara para panglima armada yang ada. Sebab mereka yang hari ini berpangkat Laksamana Madya sudah cukup tua.

Bila Jokowi mengembalikan rotasi ke Angkatan Darat, kemungkinan besar Panglima TNI setelah Hadi Tjahjanto adalah Andika Perkasa, dan kemungkinan kecil Muhammad Herindra— by then Doni Monardo sudah pensiun.

Kecuali Hadi Tjahjanto dimutasi lebih cepat, ke jabatan lain di kabinet misalnya, ya ceritanya lain lagi.

Maka rotasi karir pati di lingkungan TNI selama 2-3 tahun ke depan “change driver”-nya ada di Marsekal Hadi yang berusia muda. Dan keputusannya ada di tangan presiden.

Josef H. Wenas, Yogyakarta 14 Juli 2018
Editor : Rahardja
Penanggung Jawab : Obor Panjaitan

Media Nasional Obor Keadilan menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : obor.leo@gmail.com dan atau via wa : 082114445256

KOMENTAR
TERKINI