HEADLINE

Bakti Sosial Dilakukan Tim Kesehatan Satgas Yonif PR 501 Kostrad Diperbatasan RI-PNG

/

Redaksi / Jumat, 22 Juni 2018 / 11:55 WIB

Sebarkan:
Ket Gambar : Tim kesehatan Satgas 501 Kostrad yang akrab dipanggil "BAPAK MANTRI" oleh warga Perbatasan Papua melaksanakan Patroli Kesehatan di 2 tempat yaitu di Kampung Arso 1, Distrik Arso dan di Kampung Skofro.

Keerom | Media Nasional Obor Keadilan | Kesehatan merupakan salah satu anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa yang wajib kita syukuri, karena sehat adalah modal utama dalam beraktifitas serta demi menjaga Stabilitas dan Kualitas Kesehatan warga Perbatasan Papua, Satgas Yonif Para Raider 501 Kostrad makin gencar melaksanakan Patroli Kesehatan dari rumah ke rumah. Tim kesehatan Satgas 501 Kostrad yang akrab dipanggil "BAPAK MANTRI" oleh warga Perbatasan Papua melaksanakan Patroli Kesehatan di 2 tempat yaitu di Kampung Arso 1, Distrik Arso dan di Kampung Skofro, Distrik Arso Timur, Kabupaten Keerom, Kamis (21/06/18).

Berdasarkan sumber berita Satgas, di Kampung Arso 1, Tim Kesehatan Satgas mendatangi 4 rumah dan memberikan pengobatan kepada 10 orang warga Arso 1 yang sedang sakit, diantaranya adalah 4 orang menderita Tekanan Darah Tinggi, 1 orang Sakit Diare, 3 orang menderita Sakit Batuk dan Pilek, 1 orang menderita Nyeri Sendi, dan 1 orang Sakit Mata.

Sementara di Kampung Skofro, Tim Kesehatan mendatangi 5 rumah warga dan memberikan pengobatan kepada 11 orang. Diantaranya adalah 6 orang menderita Demam Tinggi namun tidak ada Indikasi Malaria, 1 orang menderita nyeri di bagian Pinggang, 1 orang menderita bengkak di kaki, dan 3 orang menderita Malaria Tropika.

Ibu Angel, istri dari bapak Kepala Adat (Ondoafi) Kampung Skofro mengucapkan terima kasih banyak kepada Satgas 501 karena telah peduli dan memberikan Pelayanan Kesehatan kepada warga di Kampung Skofro, khususnya dirinya yang telah Sakit Demam Tinggi selama 3 hari. Angel juga mengaku bingung hendak berobat kemana dikarenakan di Kampung Skofro ini hanya ada satu Puskesmas saja, dan letaknya pun sangat jauh dari rumahnya sehingga Angel memutuskan untuk hanya beristirahat di rumah saja, dan berharap sakitnya dapat sembuh dengan sendirinya.

Lain halnya dengan Linda (39 Tahun), warga Arso 1 yang menderita Batuk dan Pilek yang sudah lebih dari satu minggu. Linda mengaku tidak memiliki uang untuk berobat ke Klinik sehingga ia memutuskan untuk membiarkan penyakitnya dan berharap bisa sembuh dengan sendirinya, namun sampai lebih dari seminggu Batuk Pileknya tak kunjung sembuh namun setelah diobati oleh Tim Kesehatan dari Satgas 501 Kostrad, Linda berharap penyakitnya bisa segera sembuh karena ia khawatir anak-anaknya akan tertular penyakitnya.

Setelah melakukan pengobatan, Tim Kesehatan Satgas 501 Kostrad menghimbau kepada masyarakat agar Budayakan Hidup Bersih, diseimbangkan antara Aktifitas dan Istirahat serta asupan Gizi untuk tubuh dalam mengkonsumsi Vitamin dan Air Minimal 2 Liter perhari. Selain itu, Tim Kesehatan Satgas juga menegaskan agar tidak mengkonsumsi Minuman bersoda dan Beralkohol, dan jangan ragu-ragu untuk segera berobat, apabila merasa Sakit. Setelah kegiatan pengobatan selesai, diakhiri dengan kegiatan doa bersama agar kita semua selalu diberikan  kesembuhan oleh Tuhan karena usaha apapun yang dilakukan tidak akan berhasil tanpa adanya campur tangan dari Sang Pencipta.

Satgas Yonif Para Raider 501 Kostrad berharap, hal kecil yang dilakukan ini dapat memberi arti kepada warga Perbatasan Papua dan bisa meningkatkan Kualitas Kesehatan Masyarakat Perbatasan. Disamping itu, Satgas menghimbau kepada warga Perbatasan agar jangan menganggap remeh terhadap suatu penyakit, karena apabila penyakit itu dibiarkan, dikhawatirkan penyakit tersebut akan semakin memburuk sehingga lebih baik mencegah daripada mengobati.(oriyen)

Editor : Redaktur
Penanggung Jawab Berita : Obor Panjaitan 



Media Nasional Obor Keadilan menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : obor.leo@gmail.com dan atau via wa : 082114445256

KOMENTAR
TERKINI