Ustad Somad Ditolak Negara Hong Kong

“Kami menunggu pemberitahuan resmi Kemlu.” Sebelum ada pemberitahuan resmi, ustad Abdul Somad hanya bisa “meraba-raba” alasan penolakan Hong Kong. OBOR KEADILAN.COM-JAKARTA Pengacara ustad Abdul Somad...

Dec 25, 2017 - 16:01
Mar 3, 2026 - 15:09
 0
Ustad Somad Ditolak Negara Hong Kong
“Kami menunggu pemberitahuan resmi Kemlu.” Sebelum ada pemberitahuan resmi, ustad Abdul Somad hanya bisa “meraba-raba” alasan penolakan Hong Kong.

OBOR KEADILAN.COM-JAKARTA Pengacara ustad Abdul Somad, Kapitra Ampera mengatakan sampai saat ini masih menunggu jawaban dan klarifikasi Kementerian Luar Negeri (Kemlu) perihal pemulangan kliennya oleh Imigrasi Hong Kong."Belum ada jawaban yang spesifik, normatif saja (jawabannya)." Kapitra menyampaikannya dalam pesan elektronik saat dihubungi Tempo, Senin, 25 Desember 2017.

Menurut Kapitra, Kemlu menyatakan bahwa negara tujuan mempunyai otoritas untuk menolak orang yang datang. Ia pun belum mengetahui alasan pasti yang mendasari penolakan itu.

"Kami menunggu pemberitahuan resmi Kemlu." Sebelum ada pemberitahuan resmi dari Kemenlu, kliennya hanya bisa “meraba-raba” alasannya.

Dosen Fakultas Ushuluddin UIN Suska Riau itu pergi ke Hong Kong untuk memenuhi undangan warga Indonesia untuk berceramah di sana. Dalam pengakuan di akun Instagram miliknya @ustadzabdulsomad tanggal 24 Desember 2017, Abdul Somad tiba di Hong Kong pukul 15.00.

Petugas bandara kemudian memeriksa identitas Abdul Somad dan rombongan. Tanpa penjelasan, dia ditolak masuk Hong Kong serta dikembalikan ke Jakarta pukul 16.00. Cerita yang sama ditulisnya dalam status akunnya di media pertemanan Facebook.

Nama Abdul Somad disebut-sebut belakangan ini berkat video ceramahnya yang beredar luas di media sosial. Kajian-kajiannya menarik minat orang. Penyampaiannya lugas dan sederhana. Tak jarang pula ceramahnya yang disertai guyonan itu viral.

Penolakan terhadap lulusan Dar Al-Hadits Al-Hassania Institute, Kerajaan Maroko, itu sebenarnya bukan kali pertama. Beberapa waktu lalu, ia juga ditolak organisasi kemasyarakatan di Bali lantaran tudingan tidak cinta Negara Kesatuan Republik Indonesia.[ ]

Sumber: TEMPO.CO
Editor:Obor Panjaitan 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow