Tragedi Mendaki Gunung Dukono: Jenazah Dua Wisatawan Singapura Berhasil Dievakuasi Setelah Operasi Penyelamatan Berlapis

Operasi penyelamatan yang berlangsung intensif berhasil menemukan jenazah dua pendaki Singapura di Gunung Dukono. Aktivitas erupsi yang masih berlangsung menjadi hambatan utama dalam proses evakuasi jenazah dari lokasi yang sulit dijangkau.

May 10, 2026 - 13:34
May 10, 2026 - 13:34
 0
Tragedi Mendaki Gunung Dukono: Jenazah Dua Wisatawan Singapura Berhasil Dievakuasi Setelah Operasi Penyelamatan Berlapis

Obor Keadilan - Tim penyelamat berhasil menemukan dan mengevakuasi jenazah dua pendaki asal Singapura yang hilang di kawasan Gunung Dukono, Halmahera Utara, Maluku Utara. Penemuan ini menutup operasi pencarian yang berlangsung selama beberapa hari dengan kondisi medan yang sangat berat dan aktivitas vulkanik gunung yang masih tinggi. Kedua wisatawan tersebut terakhir dilaporkan hilang setelah memulai pendakian ke puncak gunung berapi yang tercatat masih aktif dengan intensitas erupsi sedang hingga tinggi. Proses evakuasi jenazah mengalami hambatan signifikan akibat material piroklastik dan gas vulkanik yang berkelanjutan dilepaskan dari kawah Dukono.

Aktivitas erupsi Gunung Dukono yang masih berlangsung menjadi tantangan utama bagi tim penyelamatan profesional yang terdiri dari anggota Basarnas, Satgas Vulkanologi USGS, dan petugas lokal. Kondisi cuaca buruk yang mengiringi aktivitas vulkanik membuat koordinasi udara menjadi sangat terbatas dan operasi darat harus dilakukan dengan prosedur keselamatan ekstra ketat. Bulu tangga pendakian yang biasanya ramai dikunjungi pendaki domestik dan mancanegara ini kini menjadi zona berbahaya dengan larangan akses total untuk publik umum. Para ahli vulkanologi memperingatkan bahwa intensitas erupsi masih dalam kategori yang dapat menghasilkan aliran lava dan material piroklastik yang menjangkau radius beberapa kilometer dari pusat letusan.

Berdasarkan keterangan dari kepala basecamp pendakian, kedua wisatawan Singapura tersebut termasuk dalam kelompok yang memiliki pengalaman pendakian internasional. Meskipun demikian, mereka diduga kurang memperhatikan peringatan pejabat Indonesia mengenai status tingkat kerawanan Gunung Dukono yang telah dinaikkan sejak beberapa minggu sebelumnya. Tim penyelamat menemukan tanda-tanda bahwa kedua pendaki tersesat dari jalur resmi setelah memasuki zona dengan visibilitas rendah akibat asap vulkanik. Data dari pos pengamatan menunjukkan peningkatan intensitas erupsi terjadi tepat ketika kedua pendaki diperkirakan berada pada jalur ascent menuju ketinggian 3.000 meter.

Kepolisian Resort Kabupaten Halmahera Utara telah membuka penyelidikan untuk mengklarifikasi izin pendakian dan kelengkapan keselamatan yang dimiliki oleh kedua korban. Pihak otoritas setempat juga akan memberikan rekomendasi kepada pemerintah pusat terkait pembatasan akses dan penguatan sistem perizinan pendakian di kawasan gunung-gunung aktif di Indonesia. Peserta pendakian yang ingin menaklukkan Dukono ke depannya akan diwajibkan melengkapi asuransi perjalanan, pemandu lokal bersertifikat, dan perlengkapan keselamatan standar internasional. Tragedi ini menjadi pengingat serius bagi komunitas pecinta alam tentang pentingnya menghormati kekuatan alam dan mematuhi protokol keselamatan yang ditetapkan oleh otoritas berwenang.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow