Pramono Ajukan Konsep Sekolah Rakyat Berasrama untuk Seribu Siswa, Butuh Lahan Hingga 8 Hektare
Pramono Anung mengajukan rencana pembangunan Sekolah Rakyat berasrama yang mampu menampung seribu siswa dengan mengkaji ketersediaan lahan seluas lima hingga delapan hektare.
Obor Keadilan - Wakil Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung telah mengajukan rencana ambisius untuk membangun Sekolah Rakyat berasrama yang mampu menampung hingga seribu siswa. Proyek pendidikan sosial ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk memberikan akses pendidikan berkualitas kepada masyarakat kurang mampu. Dalam tahap awal, Pramono telah menginstruksikan tim untuk mengkaji ketersediaan lahan seluas lima hingga delapan hektare guna mendukung realisasi proyek pendidikan inovatif tersebut. Langkah ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam mengatasi kesenjangan akses pendidikan yang masih menjadi tantangan utama di kawasan metropolitan.
Konsep Sekolah Rakyat berasrama yang diusulkan Pramono dirancang untuk memberikan solusi menyeluruh bagi anak-anak dari keluarga ekonomi lemah yang kesulitan mengakses pendidikan formal. Model asrama memungkinkan siswa tidak hanya mendapatkan pendidikan akademis tetapi juga pembinaan karakter dan keterampilan hidup dalam satu ekosistem terpadu. Dengan kapasitas seribu siswa, sekolah ini diharapkan dapat menyentuh lebih banyak lapisan masyarakat dan membuka peluang mobilitas sosial yang selama ini tertutup. Desain pembelajaran di sekolah ini akan mengintegrasikan kurikulum nasional dengan pelatihan keterampilan praktis yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja modern.
Proses pengkajian lahan yang sedang berjalan melibatkan berbagai stakeholder termasuk dinas pendidikan, dinas tata ruang, dan tim perencana pemerintah. Lokasi yang dipilih harus mempertimbangkan aksesibilitas, kedekatan dengan moda transportasi publik, serta ketersediaan utilitas dasar seperti air bersih dan listrik. Tim juga perlu memastikan bahwa pembangunan sekolah ini tidak mengganggu ekosistem lingkungan sekitar dan sejalan dengan rencana tata ruang wilayah yang telah ditetapkan. Estimasi luasan lahan antara lima hingga delapan hektare mencerminkan kebutuhan infrastruktur komprehensif yang meliputi gedung belajar, asrama, fasilitas kesehatan, olahraga, dan area penunjang lainnya.
Inisiatif Pramono ini patut diapresiasi karena mewujudkan tanggung jawab sosial negara dalam memastikan tidak ada anak yang tersingkir dari pendidikan. Program Sekolah Rakyat berasrama akan menjadi bukti nyata bahwa pemerintah berkomitmen mengurangi angka putus sekolah dan memberikan kesempatan yang sama kepada semua anak Indonesia. Jika terwujud, proyek ini diharapkan dapat menjadi model pembelajaran bagi daerah-daerah lain dalam mengembangkan sistem pendidikan yang lebih inklusif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat marginal. Momentum ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin agar target pembangunan sekolah dapat direalisasikan dalam timeline yang jelas dengan pendanaan yang memadai.
What's Your Reaction?