Pemkot Pekalongan Gelontorkan Dana Bantuan Sosial untuk Ribuan Buruh Industri Rokok

Pemkot Pekalongan menyalurkan Dana Bantuan Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) kepada 500 buruh pabrik rokok. Bantuan ini diharapkan membantu mencukupi kebutuhan keluarga dan meningkatkan daya beli masyarakat yang rentan di tengah ketidakpastian ekonomi.

Jul 5, 2026 - 23:25
Jul 5, 2026 - 23:25
 0
Pemkot Pekalongan Gelontorkan Dana Bantuan Sosial untuk Ribuan Buruh Industri Rokok

Obor Keadilan - Pemerintah Kota Pekalongan telah mengambil langkah konkret dalam mengatasi kesulitan ekonomi yang dihadapi masyarakat kelas bawah, khususnya para pekerja industri rokok. Melalui program Dana Bantuan Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT), Wakil Wali Kota Pekalongan Balgis Diab secara langsung menyalurkan bantuan tunai kepada 500 buruh pabrik rokok yang tersebar di wilayah Pekalongan. Inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk memastikan bahwa setiap lapisan masyarakat, terutama mereka yang bekerja di sektor industri ekstraktif, mendapatkan manfaat dari penerimaan negara yang berasal dari industri strategis seperti rokok.

Program DBHCHT sendiri merupakan mekanisme redistribusi keuangan yang dirancang khusus untuk mengalokasikan sebagian pendapatan cukai hasil tembakau kepada daerah penghasil dan daerah konsumen. Dalam konteks Kota Pekalongan yang memiliki sejarah panjang sebagai pusat industri rokok nasional, program ini menjadi sangat relevan dan diharapkan mampu memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kesejahteraan buruh dan keluarganya. Bantuan yang diberikan tidak hanya sekedar pemberian uang tunai, melainkan merupakan upaya sistematis untuk memperkuat daya beli masyarakat yang rentan terhadap guncangan ekonomi.

Menurut Wakil Wali Kota Balgis Diab, bantuan sosial ini ditujukan secara spesifik untuk memenuhi kebutuhan mendesak keluarga buruh, mulai dari pemenuhan gizi hingga akses terhadap pendidikan dan kesehatan dasar. Dengan total 500 penerima manfaat, program ini diproyeksikan dapat memberikan relief ekonomi yang berarti bagi sekitar 2.500 hingga 3.000 anggota keluarga, mengingat rata-rata ukuran keluarga buruh adalah lima hingga enam orang per rumah tangga. Pemimpin daerah tersebut juga menekankan bahwa program ini sejalan dengan prinsip keadilan sosial, di mana hasil-hasil pembangunan ekonomi nasional harus dapat dirasakan secara merata oleh semua kelompok masyarakat, tidak terkecuali mereka yang bekerja dengan menerima upah.

Penyelenggaraan program DBHCHT di Pekalongan juga mencerminkan upaya pemerintah kota untuk menjaga stabilitas sosial dan mencegah meningkatnya tingkat kemiskinan di tengah dinamika ekonomi global yang cukup bergejolak. Dengan memberikan dukungan finansial langsung, Pemkot Pekalongan berharap dapat membantu buruh dan keluarganya untuk bertahan menghadapi tantangan ekonomi sambil tetap menjaga daya beli mereka terhadap kebutuhan pokok. Para pekerja industri rokok, yang merupakan tulang punggung ekonomi lokal Pekalongan, kini dapat sedikit lebih bernafas lega dengan adanya tambahan sumber pendapatan ini, yang pada gilirannya juga diharapkan dapat meningkatkan aktivitas ekonomi lokal melalui pengeluaran konsumsi yang lebih tinggi.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow