Mendagri Perkuat Komitmen Pengembangan UMKM dan Ekosistem Halal di Kepri Ramadan Fair 2026

Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menekankan pentingnya penguatan UMKM dan ekspansi pasar produk halal dalam penutupan Kepri Ramadan Fair 2026, menunjukkan komitmen pemerintah terhadap pemberdayaan ekonomi rakyat.

Mar 9, 2026 - 14:53
Mar 9, 2026 - 14:53
 0
Mendagri Perkuat Komitmen Pengembangan UMKM dan Ekosistem Halal di Kepri Ramadan Fair 2026

Obor Keadilan - Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menghadiri penutupan Kepri Ramadan Fair 2026 dan menyampaikan pesan penting terkait pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta ekspansi pasar produk halal di tingkat nasional. Dalam kesempatan tersebut, Mendagri menekankan bahwa UMKM memiliki peran strategis dalam perekonomian Indonesia dan perlu mendapat dukungan penuh dari pemerintah untuk terus berkembang. Karnavian menunjuk bahwa event tahunan seperti Kepri Ramadan Fair merupakan platform yang sangat efektif untuk mempertemukan pelaku usaha dengan konsumen, sekaligus menjadi ajang promosi produk lokal yang bernilai tinggi. Kehadiran Mendagri dalam acara penutupan ini menunjukkan komitmen serius pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi melalui sektor UMKM yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi rakyat.

Menurut Mendagri, penguatan UMKM harus dilakukan secara sistematis dan berkelanjutan dengan melibatkan berbagai stakeholder mulai dari pemerintah daerah, lembaga keuangan, hingga asosiasi pelaku usaha. Karnavian menguraikan bahwa akses permodalan, pelatihan skill, dan pendampingan bisnis merupakan tiga pilar utama yang harus diperkuat untuk meningkatkan daya saing UMKM di pasar global. Lebih lanjut, Mendagri menekankan pentingnya digitalisasi dalam mengembangkan bisnis UMKM, mengingat transformasi digital telah menjadi keharusan di era modern ini. Dia juga menyebutkan bahwa pemerintah telah menyediakan berbagai program dan insentif untuk mendukung UMKM dalam melakukan transisi digital dan memperluas jangkauan pasar mereka.

Dalam konteks produk halal, Mendagri menyoroti potensi pasar yang sangat besar baik di tingkat domestik maupun internasional. Karnavian mengatakan bahwa Indonesia sebagai negara dengan mayoritas penduduk Muslim memiliki keunggulan kompetitif dalam mengembangkan industri halal yang mencakup berbagai sektor mulai dari pangan, fashion, farmasi, hingga kosmetik. Beliau menekankan perlunya sertifikasi halal yang ketat dan transparan untuk membangun kepercayaan konsumen, baik di pasar lokal maupun global. Mendagri juga mengapresiasi peran Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam memberikan sertifikasi halal yang telah diakui secara internasional. Dengan memanfaatkan standar halal sebagai diferensiator, UMKM Indonesia dapat meningkatkan nilai tambah produk mereka dan membuka akses ke pasar ekspor yang lebih luas.

Mendagri menyatakan bahwa keberhasilan Kepri Ramadan Fair 2026 menunjukkan antusiasme yang tinggi dari pelaku UMKM dan masyarakat konsumen terhadap produk-produk lokal berkualitas. Acara ini telah menjadi sarana yang efektif dalam mempromosikan kolaborasi antara berbagai daerah dan mengakselerasi pertumbuhan ekonomi regional. Karnavian berharap bahwa penyelenggaraan event serupa dapat menjadi tradisi yang berkelanjutan di berbagai daerah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif. Beliau juga mengajak semua pihak untuk terus berinovasi dan beradaptasi dengan dinamika pasar agar dapat menghadapi tantangan ekonomi global. Pesan Mendagri ini menjadi momentum penting bagi semua pemangku kepentingan untuk bersama-sama mewujudkan visi Indonesia sebagai pusat ekonomi halal terkemuka di dunia.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow