LESBUMI PBNU Pertanyakan Dampak Regulasi Kesehatan terhadap Kehidupan Petani Tembakau Indonesia
LESBUMI PBNU menolak keras rancangan aturan kesehatan tanpa mempertimbangkan nasib petani tembakau. Organisasi ini mendesak pemerintah untuk menyiapkan program transisi ekonomi sebelum mengimplementasikan regulasi.
Obor Keadilan - Lembaga Swadaya Masyarakat Pemberdayaan Masyarakat Nahdlatul Ulama (LESBUMI PBNU) telah mengumumkan penolakan keras terhadap sejumlah aturan turunan dari Peraturan Pemerintah (PP) yang berkaitan dengan kebijakan kesehatan nasional. Dalam pernyataan resminya, organisasi yang memiliki basis massa luas di seluruh Indonesia ini mengkritisi proses perumusan kebijakan yang dianggap tidak mempertimbangkan dampak sosial ekonomi secara menyeluruh, khususnya bagi komunitas petani penghasil komoditas tertentu. LESBUMI PBNU memandang bahwa implementasi regulasi kesehatan harus dilakukan dengan pendekatan holistik yang tidak mengorbankan kehidupan ekonomi masyarakat bawah, terutama mereka yang bergantung pada sektor pertanian tradisional.
What's Your Reaction?