Lebaran Bukan Sekadar Perayaan: Quraish Shihab Ingatkan Umat Islam tentang Makna Sejati Pemaafan dan Penghapusan Dendam

Quraish Shihab mengingatkan umat Islam bahwa Lebaran adalah momen untuk menghapuskan dendam dan melakukan pemaafan sejati sesuai ajaran Al-Qur'an, bukan sekadar perayaan yang meriah.

Mar 21, 2026 - 05:41
Mar 21, 2026 - 05:41
 0
Lebaran Bukan Sekadar Perayaan: Quraish Shihab Ingatkan Umat Islam tentang Makna Sejati Pemaafan dan Penghapusan Dendam

Obor Keadilan - Pakar tafsir Al-Qur'an terkemuka, Prof. M. Quraish Shihab, kembali mengingatkan masyarakat Muslim Indonesia bahwa Lebaran atau Idul Fitri memiliki makna yang jauh lebih mendalam dari sekadar perayaan yang meriah dan berkumpul dengan keluarga. Dalam berbagai kesempatan, Quraish Shihab menekankan bahwa esensi sejati dari Lebaran adalah momen spiritual yang dipredikasikan untuk menghapuskan luka batin, membebaskan diri dari cengkeraman dendam, dan memulai kehidupan dengan hati yang bersih. Pesan ini dirasa sangat penting untuk disampaikan mengingat masih banyak umat Muslim yang hanya memahami Lebaran sebagai liburan biasa, tanpa menghayati nilai-nilai kemanusiaan dan spiritual yang tertanam dalam ibadah puasa selama sebulan Ramadan. Melalui pemahaman yang keliru ini, banyak Muslim berakhir dengan merayakan Lebaran tanpa benar-benar melakukan introspeksi diri atau memperbaiki hubungan yang rusak dengan sesama.

Menurut penuturan Quraish Shihab, sebagaimana dikutip dari berbagai ceramahnya, dendam yang dibiarkan bersarang dalam hati manusia bagaikan penyakit yang terus menggerogoti dari dalam tanpa terasa. Dendam tersebut tidak harus diekspresikan dengan kekerasan fisik atau perkataan kasar untuk dapat merusak, justru dendam yang diam-diam dan tertanam dalam-dalam adalah yang paling membahayakan bagi keselamatan jiwa. Ajaran Al-Qur'an, sebagai sumber utama nilai-nilai Islam, sebenarnya telah memberikan panduan yang jelas tentang bagaimana seharusnya seorang Muslim menyikapi dendam dan melakukan pemaafan. Akan tetapi, pemahaman terhadap ayat-ayat tentang pemaafan ini sering kali terjebak dalam interpretasi yang dangkal, tidak mencapai substansi yang sebenarnya ingin disampaikan oleh Tuhan kepada umat-Nya. Quraish Shihab menekankan bahwa pemaafan dalam Islam bukanlah sekadar kata-kata maaf yang diucapkan begitu saja, melainkan suatu proses yang melibatkan hati, pikiran, dan tekad untuk benar-benar melepaskan segala rasa sakit yang ditimbulkan oleh pihak lain.

Dalam konteks kehidupan sosial masyarakat Indonesia yang sering dilanda pertentangan antar kelompok, pemahaman yang tepat tentang pemaafan menjadi sangat strategis dan krusial. Quraish Shihab menguraikan bahwa Al-Qur'an tidak hanya memerintahkan umat Muslim untuk memaafkan, tetapi juga menunjukkan bahwa pemaafan adalah bentuk ketakwaan tertinggi kepada Allah. Dalam Surah Al-Imran ayat 134, Allah berfirman bahwa "mereka yang menahan amarah dan memberi maaf kepada manusia, dan Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan." Ayat ini menunjukkan bahwa pemaafan adalah suatu tindakan yang sangat mulia dan disukai oleh Allah, bukan sekadar kelemahan atau ketidakmampuan membalas dendam. Quraish Shihab juga mengangkat kisah-kisah dari Al-Qur'an yang menampilkan tokoh-tokoh pemaaf, seperti Yusuf yang memaafkan saudara-saudaranya setelah mengalami penderitaan bertahun-tahun. Kisah ini bukan hanya merupakan narasi historis semata, melainkan merupakan pelajaran universal tentang bagaimana kekuatan sejati terletak pada kemampuan untuk melepaskan dendam dan memulai halaman baru dalam hidup.

Mengingat bahwa perayaan Lebaran akan datang dalam beberapa waktu ke depan, Quraish Shihab menyerukan kepada seluruh umat Muslim agar benar-benar memanfaatkan momentum ini dengan sebaik-baiknya. Hal ini bukan sekadar himbauan moral, melainkan suatu ajakan untuk melakukan transformasi spiritual yang mendalam dan nyata dalam kehidupan sehari-hari. Umat Muslim diharapkan untuk melakukan perenungan mendalam tentang siapa saja yang telah mereka sakiti atau yang telah mesakiti mereka, kemudian mengambil langkah konkret untuk memperbaiki hubungan tersebut. Pemaafan yang didasarkan pada pemahaman yang benar akan menciptakan masyarakat yang lebih harmonis, penuh dengan kasih sayang, dan jauh dari permusuhan. Dengan demikian, Lebaran tidak hanya menjadi perayaan yang meriah dengan hidangan istimewa dan kumpulan keluarga, tetapi juga menjadi titik balik menuju kehidupan yang lebih bermakna, lebih penuh berkah, dan sesuai dengan ajaran Islam yang sesungguhnya. Pesan Quraish Shihab ini diharapkan dapat membuka mata banyak orang bahwa pemahaman yang salah tentang Lebaran telah membuat kita melewatkan kesempatan emas untuk tumbuh menjadi manusia yang lebih baik.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow