Komisi X DPR Soroti Krisis Udara di Kalimantan, Desak Pemerintah Tindak Lanjut Libur Sekolah Darurat

Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, mendesak pemerintah untuk mempertimbangkan peliburan sementara sekolah di Kalimantan mengingat kondisi udara yang kritis akibat kebakaran hutan dan lahan yang berkelanjutan.

Aug 21, 2026 - 15:52
Aug 21, 2026 - 15:52
 0
Komisi X DPR Soroti Krisis Udara di Kalimantan, Desak Pemerintah Tindak Lanjut Libur Sekolah Darurat

Obor Keadilan - Kondisi kualitas udara yang terus memburuk di wilayah Kalimantan akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi sorotan serius anggota Dewan Perwakilan Rakyat. Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, secara tegas mendesak pemerintah pusat untuk segera mengambil langkah konkret dalam mengatasi dampak lingkungan yang telah mencapai taraf mengkhawatirkan ini. Dalam arahan yang diberikannya, Irfani menekankan bahwa pemerintah harus mempertimbangkan dengan serius opsi untuk melakukan peliburan sementara terhadap kegiatan belajar-mengajar di sekolah-sekolah yang tersebar di seluruh wilayah Kalimantan sebagai upaya perlindungan kesehatan anak didik. Desakan ini lahir dari kekhawatiran mendalam mengenai paparan polusi udara yang berkelanjutan dan dapat memberikan dampak negatif terhadap kesehatan paru-paru serta sistem pernapasan generasi muda Indonesia.

Menurut pantauan data kualitas udara terkini, indeks standar pencemaran udara (ISPU) di sejumlah kota besar di Kalimantan telah melampaui ambang batas yang dianggap aman oleh Organisasi Kesehatan Dunia. Kota-kota seperti Banjarmasin, Palangkaraya, dan Pontianak mengalami tingkat konsentrasi partikel halus PM2.5 yang mencapai kategori tidak sehat bahkan sangat tidak sehat untuk kelompok sensitif. Situasi ini menciptakan dilema yang kompleks bagi institusi pendidikan, mengingat kewajiban mereka untuk menjalankan proses pembelajaran harus diimbangi dengan tanggung jawab menjaga kesejahteraan siswa. Hadrian Irfani juga menyoroti bahwa respons pemerintah selama ini dinilai lamban dan belum mencerminkan urgensi masalah yang sesungguhnya dihadapi oleh jutaan warga sipil di kawasan tersebut.

Komisi X DPR, yang memiliki fokus pada bidang pendidikan, telah melakukan sejumlah rapat dengar pendapat dengan para stakeholder terkait, termasuk Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Dalam forum-forum tersebut, telah muncul berbagai rekomendasi mengenai protokol pembelajaran jarak jauh sebagai alternatif sementara hingga kondisi udara kembali pada tingkat yang layak untuk aktivitas outdoor. Para anggota komisi juga menekankan pentingnya koordinasi lintas kementerian agar kebijakan yang diambil dapat sinergi dengan program penanganan karhutla secara menyeluruh. Lebih jauh lagi, Irfani mengingatkan bahwa investasi pada upaya pencegahan kebakaran hutan di masa depan akan jauh lebih efisien dibandingkan menangani dampak krisis yang sudah terjadi.

Pemerintah daerah Kalimantan juga diminta untuk proaktif dalam mengambil keputusan tingkat lokal sambil menunggu arahan dari pusat. Berbagai alternatif telah diusulkan, mulai dari perpanjangan libur sekolah darurat, penerapan pembelajaran hybrid yang disesuaikan dengan kondisi lapangan, hingga penyediaan masker respirator bagi siswa dan guru di zona-zona paling tercemar. Hadrian Irfani menegaskan bahwa kesehatan anak-anak adalah prioritas utama yang tidak dapat ditawar, dan setiap kebijakan harus didasarkan pada prinsip kehati-hatian serta perlindungan maksimal terhadap generasi penerus bangsa. Komisi X berjanji akan terus melakukan pengawasan dan evaluasi terhadap implementasi kebijakan ini untuk memastikan bahwa kepentingan pendidikan dan kesehatan siswa dapat berjalan seiring sejalan.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow