Gubernur Kalimantan Tengah Pimpin Salat Istisqa Massal, Ajak Masyarakat Bersatu Lawan Kekeringan dan Kebakaran Hutan

Gubernur Agustiar Sabran memimpin salat istisqa massal dengan ribuan masyarakat Kalimantan Tengah untuk menghadapi musim kemarau panjang dan potensi kebakaran hutan melalui upaya lahir dan batin yang terintegrasi.

Aug 24, 2026 - 10:33
Aug 24, 2026 - 10:33
 0
Gubernur Kalimantan Tengah Pimpin Salat Istisqa Massal, Ajak Masyarakat Bersatu Lawan Kekeringan dan Kebakaran Hutan

Obor Keadilan - Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, memimpin langsung pelaksanaan salat istisqa (salat meminta hujan) yang diikuti oleh ribuan masyarakat dari berbagai lapisan sosial di seluruh wilayah provinsi. Kegiatan keagamaan yang dilakukan secara serentak ini merupakan bentuk ikhtiar spiritual dalam menghadapi ancaman musim kemarau panjang yang dikhawatirkan akan memicu peningkatan signifikan terhadap risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Gubernur Sabran menekankan bahwa momentum ini bukan hanya sekadar ritual keagamaan belaka, melainkan wujud keseriusan pemerintah provinsi dan seluruh masyarakat dalam menyikapi situasi iklim yang semakin ekstrem dan mengancam keberlanjutan lingkungan serta kehidupan ekonomi masyarakat lokal.

Dalam sambutannya, Gubernur Sabran menguraikan dengan detail bahwa upaya penanganan potensi kekeringan dan kebakaran hutan harus dibarengi dengan peningkatan ikhtiar pada level lahir dan batin secara simultan dan komprehensif. Ikhtiar lahir mencakup berbagai langkah konkret seperti pengerukan sumber air alternatif, perbaikan sistem irigasi, peningkatan patroli pencegahan kebakaran, dan sosialisasi intensif kepada masyarakat mengenai tata cara pengelolaan lahan yang bertanggung jawab. Sementara itu, ikhtiar batin menekankan pada pentingnya kesadaran spiritual, doa, dan tawakkal kepada Tuhan Yang Maha Esa agar memberikan berkah dan kemudahan dalam setiap usaha yang dilakukan. Gubernur menekankan bahwa kedua aspek tersebut harus berjalan beriringan dan saling melengkapi untuk mencapai hasil yang maksimal dalam mengantisipasi bencana alam.

Respon masyarakat terhadap inisiatif ini sangat positif dan antusias, dengan partisipasi yang melibatkan tokoh-tokoh agama, pemimpin adat, aparat pemerintah, dan masyarakat umum dari berbagai kalangan. Setelah pelaksanaan salat istisqa yang khidmat, acara dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin oleh para ulama dan tokoh agama setempat. Masyarakat secara bersama-sama memanjatkan doa kepada Tuhan agar segera menurunkan hujan yang cukup untuk memecahkan musim kemarau panjang yang mengancam, sekaligus memohon perlindungan dari bencana kebakaran hutan yang dapat membawa kerugian material dan kerugian nyawa. Penyelenggaraan acara ini juga mencerminkan komitmen pemerintah Kalimantan Tengah dalam membangun semangat gotong royong dan kebersamaan dalam menghadapi tantangan lingkungan hidup.

Menariknya, setelah acara doa bersama berlangsung, langit di wilayah Kalimantan Tengah mulai berubah dan hujan pun turun membasahi kawasan yang sebelumnya terik. Fenomena ini tentu menjadi jawaban dan berkah yang dinanti-nantikan oleh seluruh lapisan masyarakat. Gubernur Sabran menggunakan momentum ini untuk mengingatkan kembali kepada seluruh elemen masyarakat bahwa upaya preventif dalam menghadapi bencana alam memerlukan konsistensi, koordinasi yang solid, dan komitmen jangka panjang. Pemerintah berjanji akan terus melakukan upaya-upaya konkret dalam rangka mitigasi bencana alam, termasuk pemantauan kondisi lahan rawan karhutla, peningkatan kapasitas dan peralatan petugas pemadam kebakaran, serta pemberdayaan masyarakat sebagai garda terdepan dalam pencegahan kebakaran hutan dan lahan di daerah mereka masing-masing.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow