Doa dalam Bahasa Indonesia Saat Sujud Diperbolehkan, Ini Penjelasan Para Ulama tentang Fleksibilitas Bahasa dalam Ibadah

Para ulama sepakat bahwa berdoa menggunakan bahasa Indonesia saat sujud sangat diperbolehkan. Keterbatasan bahasa Arab tidak menjadi halangan untuk berkomunikasi dengan Allah Subhanahu wa Ta'ala dengan tulus dan ikhlas.

Jul 4, 2026 - 23:54
Jul 4, 2026 - 23:54
 0
Doa dalam Bahasa Indonesia Saat Sujud Diperbolehkan, Ini Penjelasan Para Ulama tentang Fleksibilitas Bahasa dalam Ibadah

Obor Keadilan - Pertanyaan mengenai penggunaan bahasa Indonesia dalam berdoa saat sujud masih menjadi keraguan bagi sebagian besar umat Muslim Indonesia. Fenomena ini terjadi karena masih banyak anggapan bahwa bahasa Arab merupakan satu-satunya bahasa yang dapat digunakan untuk berkomunikasi dengan Allah Subhanahu wa Ta'ala. Akan tetapi, para ulama berpendapat bahwa keterbatasan kemampuan berbahasa Arab tidak seharusnya menjadi penghalang bagi seseorang untuk mendekatkan diri kepada Tuhannya. Dalam konteks ibadah shalat, khususnya pada saat sujud yang merupakan momen puncak ketundukan, berbagai mazhab fiqih memberikan ruang fleksibilitas terhadap penggunaan bahasa yang lebih dipahami oleh seorang hamba.

Menurut pendapat mayoritas ulama dari berbagai mazhab, berdoa dengan menggunakan bahasa Indonesia atau bahasa ibu yang dipahami dengan baik saat berada dalam posisi sujud sangatlah diperbolehkan. Seorang Muslim tidak perlu memaksakan diri menggunakan bahasa Arab jika belum menguasainya dengan sempurna. Dasar dari kebolehan ini merujuk pada firman Allah dalam Surah Ibrahim ayat 4, di mana Allah menyebutkan bahwa Dia telah mengutus setiap rasul dengan menggunakan bahasa kaumnya masing-masing agar mudah dipahami. Hal ini menunjukkan bahwa komunikasi dengan Allah dapat dilakukan dalam bahasa apapun, asalkan niat dan kesungguhan hati terpancar dari dalam diri seorang hamba. Para ulama dari mazhab Syafii, Hanafi, Maliki, dan Hambali memberikan konsensus yang sama, meski dengan penjelasan yang sedikit berbeda dalam rinciannya, tetapi pada intinya memandang bahwa Allah memahami segala bahasa dan tidak membatasi komunikasi hamba-Nya hanya pada satu bahasa tertentu.

Ketua dari salah satu organisasi Islam terkemuka di Indonesia menerangkan bahwa sujud merupakan saat-saat istimewa ketika seorang Muslim berada dalam posisi paling dekat dengan Allah. Pada momen inilah, yang paling penting bukanlah kesempurnaan bahasa yang digunakan, melainkan kesungguhan hati, kerendahan diri, dan ketulusan dalam memohon. Beliau menekankan bahwa seorang Muslim yang hanya menguasai bahasa Indonesia tidak perlu merasa khawatir untuk berdoa dalam bahasanya sendiri, karena Allah tidak menilai ibadah berdasarkan kesempurnaan bahasa, melainkan berdasarkan keikhlasan dan kesungguhan niat. Beliau juga menambahkan bahwa untuk memastikan hal ini, seseorang dapat membaca doa-doa yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dari doa-doa yang diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam, namun tidak ada larangan untuk menggunakan kata-kata pribadi asalkan tetap menjunjung tinggi kesopanan berbicara kepada Allah.

Para ahli Islam menyarankan agar setiap Muslim Indonesia tidak perlu membebani diri dengan mempelajari bahasa Arab secara mendalam hanya untuk berdoa. Meskipun mempelajari bahasa Arab tetap menjadi anjuran yang baik untuk memahami Alquran dan Hadis lebih dalam, akan tetapi dalam konteks ibadah shalat dan doa pribadi, penggunaan bahasa yang dipahami dengan baik adalah pilihan yang sah secara syariat. Rekomendasi dari para ulama adalah agar seseorang dapat berkonsentrasi pada makna dan hikmah dari apa yang dibaca dan dipanjatkan kepada Allah, daripada terpusat pada sempurna atau tidaknya pelafalan bahasa. Dengan pemahaman ini, diharapkan setiap Muslim Indonesia dapat merasakan kedamaian dan kekhusyuan dalam ibadah tanpa perlu merasa khawatir atas keterbatasan bahasa yang dimilikinya.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow