Banjir Besar Landa Terminal Kampung Rambutan, Ribuan Pemudik Terjebak di Tengah Genangan Air

Banjir besar menerjang Terminal Kampung Rambutan Jakarta Timur setelah Kali Cipinang meluap akibat hujan deras. Ribuan pemudik terjebak di tengah genangan yang berlanjut hingga Minggu pagi, mengungkap kerentanan sistem drainase ibu kota.

Mar 22, 2026 - 10:16
Mar 22, 2026 - 10:16
 0
Banjir Besar Landa Terminal Kampung Rambutan, Ribuan Pemudik Terjebak di Tengah Genangan Air

Obor Keadilan - Bencana banjir kembali melanda wilayah Jakarta Timur, khususnya di kawasan Terminal Kampung Rambutan yang merupakan salah satu terminal transportasi tersibuk di Indonesia. Peristiwa yang terjadi pada akhir pekan ini menimbulkan kerugian material yang signifikan dan mengakibatkan ribuan pemudik terjebak di tengah genangan air yang terus meningkat. Berdasarkan laporan lapangan, intensitas hujan deras yang turun secara terus-menerus sejak Sabtu malam menyebabkan Kali Cipinang meluap melampaui kapasitas tampungnya, mengalirkan volume air yang besar ke kawasan sekitarnya termasuk area terminal.

Data yang dikumpulkan melalui pengamatan langsung menunjukkan bahwa genangan air di Terminal Kampung Rambutan mencapai ketinggian yang cukup membahayakan, dengan kondisi darurat masih berlanjut hingga Minggu pagi. Kawasan yang biasanya digunakan sebagai pusat transit penumpang ini menjadi lautan air berwarna coklat keruh, dengan sejumlah kendaraan operasional dan barang-barang penumpang terendam. Puluhan bus antarkota yang seharusnya melayani rute perjalanan pemudik terpaksa dihentikan operasionalnya, meninggalkan ribuan calon penumpang dalam kondisi yang sangat memprihatinkan. Pihak manajemen terminal telah mengeluarkan instruksi darurat untuk mengevakuasi penumpang ke area yang lebih tinggi dan aman dari genangan.

Tidak dapat dipungkiri bahwa banjir seperti ini mencerminkan kerentanan sistem infrastruktur drainase dan pengelolaan sumber daya air di Jakarta yang masih membutuhkan perbaikan menyeluruh. Kali Cipinang, yang menjadi salah satu sistem pembuangan air utama kawasan Jakarta Timur, nyatanya belum mampu menampung volume air hujan dalam intensitas tinggi. Beberapa ahli menyebutkan bahwa pendangkalan sungai akibat sedimentasi dan pembangunan yang kurang terencana di area sekitar kali menjadi salah satu faktor utama penyebab meluapnya air sungai. Situasi ini semakin diperparah dengan sistem polder dan pompa air yang belum berfungsi secara optimal untuk mengalirkan air ke laut dengan cepat.

Pemerintah setempat melalui Dinas Banjir dan Pengendalian Bencana Jakarta Timur telah merespons situasi darurat ini dengan mengerahkan tim penyelamat dan menyediakan jalur evakuasi alternatif bagi ribuan pemudik yang terdampak. Namun demikian, insiden ini menjadi pengingat serius bahwa perencanaan infrastruktur jangka panjang, terutama berkaitan dengan sistem drainase dan penanganan banjir, harus menjadi prioritas utama pemerintah. Investasi dalam pembangunan dam, normalisasi sungai, dan sistem early warning system yang lebih baik diperlukan untuk mengurangi risiko kejadian serupa di masa depan. Sementara itu, bagi para pemudik yang terdampak, pihak terminal telah menyiapkan akomodasi sementara dan memberikan informasi terbaru mengenai jadwal perjalanan pengganti.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow