|

Protes Limbah PKS SIPP Jl. Rangau, Aktivis Dan Media Diteror Penelpon Gelap

Foto : PKS PT. SIPP jalan Rangau, Pematang Pudu - Mandau, yang mencemari lingkungan dan udara.
OBORKEADILAN.COM| Bengkalis - Riau | Kamis, 18 Juni 2020|Pemberitaan terkait Limbah PKS PT. SIPP jl. Rangau, kelurahan pematang pudu , Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, yang sampai saat ini belum ada tanggapan dari pihak DLH,diwarnai dengan aksi teror yang dilakukan oleh penelepon gelap tidak dikenal.

Hal tersebut dialami pertama kali oleh salah seorang aktivis mahasiswa peduli lingkungan T. Ramadhan, saat itu dirinya bersama dengan rekan-rekannya mahasiswa dalam suatu acara diskusi,tiba-tiba ada orang yang tidak dikenal menelepon dirinya, awalnya dia memang baik-baik ngomongnya, dia minta supaya kami meminta media untuk tidak menaikkan lagi pemberitaan tentang limbah PKS PT. SIPP tersebut,tolong lah bang,abang aku nge PAM disitu,janganlah ikut campur masalah itulagi,begitu ucapan yang nelpon kesaya,terangnya.

Namun ketika saya jelaskan bahwa laporan sudah dilayangkan dan sample Limbah dalam proses,tiba-tiba suara ditelepon berubah dan nadanya jadi membentak-bentak saya,bahkan mengeluarkan nada berbau ancaman,Terkait permasalahan lingkungan PT SIPP jangan di naikan ke berita lagi,Anda sudah berani menjamin PT. SIPP mencemari lingkungan? "Kecil lagi kau dek, jangan sembarangan kau. Dimana rumah mu? Kampus mana kau?Semester berapa kau?Jurusan apa kau? Awas kau samaku ya.. begitulah kalimat sipenelpon itu ke saya kebetulan karena waspada akan nomor yang tidak dikenal maka saya rekam,lanjut Ramadhan dalam keterangannya.

Tidak jelas siapa yang meneror tersebut, kami juga tidak serta merta menduga itu suruhan perusahan SIPP, bahkan dia ngaku-ngaku oknum aparat ke saya waktu itu, tapi saya tidak percaya, yang pasti nomor hp yang digunakan dan SS panggilan masuknya serta rekaman sudah saya siapkan untuk bekal pelaporan,saya akan laporkan ke aparat penegak hukum,berhubung kalau menyangkut Pelanggaran UU ITE tidak bisa diproses disini ( Pinggir - Bengakalis - Red ) ,maka akan kami bawa ke Polda Riau saja, dan karena dia ngaku oknum TNI ke saya, saya juga udah kordinasi dengan Abang saya di Kodim 0303 Untuk mencari tau sipemilik nomor kalau-kalau memang oknum,tutupnya.

Tidak hanya aktivis mahasiswa tersebut, Media Nasional Obor Keadilan juga mengalami hal yang sama, namun nomor yang digunakan berbeda, anehnya, sipenelepon yang menelpon nomor awak media hanya berkata singkat, " Jangan kau teruskan lagi masalah SIPP itu,Kubenam Nanti Media kalian " , hanya itu,saat ditanya identitas dan mencoba menagajaknya untuk bertemu, sipenelpon buru-buru mematikan Selulernya setelah sebelumnya terdengar seperti suara anak bayi yang sedang menangis. Beberapa kali media mencoba menghubungi kembali nomor tersebut,sudah tidak dapat dijangkau lagi.

Ketua DPD LSM Gerakan Memperjuangkan Amanah Rakyat ( LSM GEMPAR ) Heriwan Putra menilai hal tersebut bagian dari lambatnya gerak pihak terkait dalam bertindak,sehingga para pengusaha nakal merasa punya kuasa yang besar,akhirnya orang-orang yang punya kepentingan lain juga ikut menunggangganginya. Oleh sebab itu LSM gempar mempertanyakan tindak lanjut DLH kab. Bengkalis terhadap laporan yg beberapa waktu lalu,kenapa Dlh kab.bengkalis terkesan tidak menggubris, mau sampai kapan dibiarkan limbah meracuni masyarakat dan biota air.sementara banyak masyarakat menggantungkan hidup dgn mencari ikan disungai.

Sebagaimana diketahui sebelumnya bahwa limbah PKS PT.SIPP telah mencemari sungai dan lahan masyarakat sekeliling lingkungan pabrik Kelapa sawit tersebut,sudah banyak media serta LSM yang memberitakan dan melaporkan,namun sampai detik ini pihak dinas terkait belum melakukan tindakan apapun,siapa sebenarnya dibalik SIPP,seolah pertanyaan tersebut menjadi ganjalan. (*)

Reporter : Ricky.p / Kaperwil Riau
Editor : Yuni Shara / Redaktur
Penanggung Jawab Berita : Obor Panjaitan
Komentar


Marhaban ya Ramadhan 🙏🏻

Ucapan Selamat Hari Ulang Tahun dari Keluarga Besar Sekolah Dasar GMIT Netenaen (Kepsek : YAKOBUS O. SOGEN, S.Pd)

Berita Terkini