HEADLINE

Meski Ada Serangan Bom Jokowi Super Hero Tetap ke Afghanistan , Berikut Alasannya

/

Redaksi / Selasa, 30 Januari 2018 / 13:22 WIB

Sebarkan:
  Ket Gambar : Jokowi bersama presiden Afganistan 


BERIKUT CUPLIKANYA :

Media Nasional Obor Keadilan | Afganistan | Pak Jokowi, walaupun badannya tidak kekar, tapi hati dan keberaniannya sebesar gunung. Sayangnya aparat keamanan di negerinya, lawan ormas intoleran saja mundur...

JOKOWI memang PEMBERANI
1. Berani BUBARKAN HTI (ga takut dibilang anti Islam)
2. BERANI Tenggelamkan KAPAL2 PENCURI IKAN (ga takut dimusuhi Negara terangga)
3. BERANI HUKUM MATI PARA BANDAR NARKOBA (ga takut dibilang melanggar HAM)
4.BERANI BUBARKAN MAFIA2 (Migas,perhutanan,PUNGLI PELABUHAN)
5. BERANI menemui pendemo 212 yg katanya massa nya 7 jt orang.
6.BERANI Menegakkan HUKUM (Menangkap KETUA DPR) Hukum TAJAM KEATAS

Peneliti terorisme Ridlwan Habib menilai kunjungan Presiden Joko Widodo ke Kabul, Afghanistan, langkah berani. Pasalnya, Kabul baru saja diguncang serangan bom mobil.

"Pertimbangan Presiden Jokowi untuk tetap ke Kabul langkah superberani, karena negara lain justru mengeluarkan 'travel warning' (peringatan berhati-hati) ke Afghanistan," kata Ridlwan di Jakarta, Senin, 29 Januari 2018.

Kabul diserang bom mobil tiga hari lalu. Serangan itu adalah serangan mematikan kedua, setelah pekan lalu terjadi insiden serangan teror di sebuah hotel di Kabul.

Ridlwan menilai kunjungan Presiden berisiko secara keamanan. Menurut Ridlwan, tujuh negara besar telah mengeluarkan travel warning ke Afghanistan, yaitu Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Australia, Swiss, Selandia Baru, dan Denmark.

"Mereka melarang karena menduga akan ada serangan terorisme bersenjata," ungkap alumnus S2 Kajian Intelijen Universitas Indonesia itu.

Ridlwan menjelaskan, sejak Oktober 2017 hingga Januari 2018, Afghanistan terus diguncang aksi terorisme. Serangan dilakukan oleh dua kelompok yaitu ISIS dan Mujahiddin Taliban .

"Serangan Taliban dilakukan di kota Ghazni, Kandahar, Gardez, Paktia, Ghor dan bulan ini Taliban menyerang Kabul, dalam teori keamanan situasinya merah, sangat berbahaya," ujarnya.

Ridlwan berharap keberanian Jokowi ini diikuti dengan persiapan matang oleh Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres). Grup A Paspampres yang melekat pada Jokowi harus menyiapkan rencana darurat bahkan skenario evakuasi jika saat kunjungan ke Kabul ada serangan terorisme.

Grup A Paspampres adalah salah satu di antara tiga grup di Paspampres yang bertanggung jawab terhadap keamanan presiden beserta keluarganya. Grup B bertanggung jawab terhadap keselamatan wakil presiden dan keluarganya sedangkan grup C bertanggung jawab terhadap setiap tamu negara bagi presiden.

Keselamatan Presiden harus jadi prioritas utama. Paspampres harus sudah mengukur jarak waktu menuju bandara yang paling aman. Selain itu, saat kunjungan dilakukan Paspampres perlu menambah peralatan keamanan.

Dia menilai sikap Jokowi yang bersikeras tetap mengunjungi Kabul ditengah ancaman besar aksi terorisme itu adalah simbol perlawanan terhadap aksi aksi teror. "Jokowi memberi contoh agar tidak tunduk dan diam pada terorisme," kata Ridlwan. [ yuni ]

Dari Berbagai sumber

Editor : Obor Panjaitan

Media Nasional Obor Keadilan menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : obor.leo@gmail.com dan atau via wa : 082114445256

KOMENTAR
TERKINI