Wakil Ketua Mahkamah Konstitusi Memberikan Doa Istimewa untuk Dua Pemohon Uji Materi

Wakil Ketua Mahkamah Konstitusi Saldi Isra memberikan doa khusus kepada dua mahasiswa UIN Tulungagung, Adam Imam Hamdana dan Wianda Julita Maharani, agar 'berjodoh sampai akhir' dalam momen sidang uji materi konstitusional, menunjukkan sentuhan kemanusiaan institusi tertinggi penjaga konstitusi.

Apr 28, 2026 - 09:25
Apr 28, 2026 - 09:25
 0
Wakil Ketua Mahkamah Konstitusi Memberikan Doa Istimewa untuk Dua Pemohon Uji Materi

Obor Keadilan - Dalam momen yang penuh makna dan sentuhan kemanusiaan, Wakil Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Saldi Isra memberikan doa khusus kepada dua mahasiswa UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung yang menjadi pemohon dalam permohonan uji materi konstitusional. Kedua mahasiswa tersebut, yakni Adam Imam Hamdana dan Wianda Julita Maharani, mendapat perhatian istimewa dari hakim konstitusi senior ini ketika menghadirkan permohonan mereka di depan sidang Mahkamah Konstitusi. Momen tersebut mencerminkan sisi kemanusiaan dari institusi tertinggi penjaga konstitusi Indonesia, yang tidak hanya berfokus pada aspek hukum formal tetapi juga memberikan ruang untuk ekspresi ketulusan dan kepedulian terhadap pihak-pihak yang hadir berperkara.

Saldi Isra, yang telah lama berkecimpung dalam dunia hukum konstitusional Indonesia, mengungkapkan harapannya agar kedua mahasiswa tersebut dapat "berjodoh sampai akhir" dengan pengertian yang meluas melampaui sekadar hubungan personal. Pernyataan doa dari Wakil Ketua MK ini menjadi viral dan mendapat sorotan dari berbagai kalangan media massa dan masyarakat luas, karena menunjukkan bahwa para hakim konstitusi adalah individu yang tidak hanya memiliki kompetensi hukum tinggi tetapi juga kepedulian sosial yang mendalam. Dengan ungkapan doa tersebut, Saldi Isra seakan memberikan pesan kepada masyarakat bahwa institusi hukum harus tetap menjaga sentuhan kemanusiaan dalam setiap proses peradilan yang berlangsung.

Dua pemohon berusia muda dari universitas Islam di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, ini menjadi perhatian khusus karena keberanian mereka untuk mengajukan permohonan uji materi terhadap salah satu ketentuan undang-undang ke Mahkamah Konstitusi. Langkah berani dari mahasiswa-mahasiswa ini menunjukkan bahwa generasi muda Indonesia semakin peduli terhadap isu-isu kekonstitusionalan dan tidak takut untuk memperjuangkan keadilan melalui jalur hukum formal. Keterlibatan mereka dalam proses judicial review di MK juga menjadi contoh nyata tentang bagaimana masyarakat biasa, khususnya kalangan akademisi muda, dapat turut serta dalam upaya menegakkan prinsip-prinsip hukum berkonstitusi di negara ini. Dukungan dan doa dari para hakim konstitusi seperti Saldi Isra menjadi motivasi tambahan bagi generasi muda untuk terus berjuang demi keadilan dan penegakan hukum.

Momen indah ini meninggalkan kesan mendalam bagi komunitas hukum Indonesia, membuktikan bahwa proses peradilan konstitusional tidak selalu kaku dan formal semata. Interaksi antara Wakil Ketua MK Saldi Isra dengan para pemohon muda menandakan adanya kesadaran dari institusi hukum tertinggi untuk membangun hubungan yang lebih humanis dengan para pencari keadilan. Doa yang diucapkan bukan sekadar ungkapan biasa, tetapi merupakan refleksi dari pengalaman seorang hakim senior yang memahami bahwa di balik setiap permohonan uji materi terdapat cerita, perjuangan, dan harapan dari individu-individu yang berusaha menegakkan kebenaran. Dengan demikian, peristiwa ini menambah warna positif dalam citra Mahkamah Konstitusi sebagai lembaga yang tidak hanya menjaga kepastian hukum tetapi juga menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dalam setiap aspek pekerjaannya.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow