VKTR Komitmen Kuatkan Industri Otomotif Listrik Nasional, Targetkan TKDN 80 Persen pada 2028
VKTR di bawah kepemimpinan Anindya Bakrie menargetkan peningkatan TKDN hingga 80 persen untuk bus dan truk listrik pada 2028, sebagai bentuk komitmen memperkuat industri otomotif elektrik nasional dan mandiri secara teknologi.
Obor Keadilan - Anindya Bakrie, selaku pimpinan divisi kendaraan listrik dalam ekosistem Bakrie Group, telah menetapkan target ambisius untuk meningkatkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) pada produksi bus dan truk listrik VKTR hingga mencapai angka 80 persen pada tahun 2028. Komitmen tersebut merupakan bagian integral dari strategi jangka panjang perusahaan untuk memperkuat rantai pasok industri otomotif elektrik di Indonesia dan mengurangi ketergantungan terhadap komponen impor. Dengan target yang telah ditetapkan, VKTR berkomitmen menjadi pionir dalam pembangunan ekosistem kendaraan listrik yang berkelanjutan dan mandiri secara teknologi, sekaligus memberikan dampak positif bagi pengembangan industri otomotif nasional dalam menghadapi era transisi energi global.
Strategi peningkatan TKDN yang dicanangkan oleh VKTR melibatkan kolaborasi intensif dengan supplier lokal dan pengembangan kapasitas manufaktur komponen kunci seperti baterai, motor listrik, sistem kontrol elektronik, dan material struktural. Pihak manajemen VKTR memahami bahwa pencapaian target 80 persen TKDN memerlukan investasi signifikan dalam penelitian dan pengembangan, pelatihan tenaga kerja terampil, serta pembangunan fasilitas produksi yang memenuhi standar internasional. Proses ini juga mencakup transfer teknologi dari mitra strategis global untuk memastikan kualitas komponen lokal dapat bersaing di pasar regional dan internasional. Dengan pendekatan holistik ini, VKTR tidak sekadar meningkatkan persentase komponen dalam negeri, tetapi juga membangun fondasi industri otomotif listrik yang kokoh dan kompetitif di tingkat ASEAN.
Upaya VKTR untuk mencapai target TKDN 80 persen pada 2028 sejalan dengan kebijakan pemerintah Indonesia yang telah menetapkan regulasi ketat mengenai tingkat komponen lokal untuk kendaraan listrik. Hal ini mencerminkan visi Indonesia untuk menjadi hub manufaktur kendaraan listrik di Asia Tenggara, dengan memanfaatkan sumber daya alam yang melimpah khususnya nikel dan bauksit untuk produksi baterai. Kesuksesan target ini akan membuka peluang lapangan kerja baru, meningkatkan nilai tambah industri, dan mempercepat transisi energi terbarukan di sektor transportasi. Koordinasi antara pelaku industri, pemerintah, dan lembaga penelitian menjadi kunci dalam mewujudkan ekosistem otomotif listrik yang berkelanjutan dan inklusif bagi seluruh stakeholder.
Perjalanan VKTR menuju pencapaian TKDN 80 persen mencerminkan ambisi lebih besar dari Bakrie Group untuk memposisikan Indonesia sebagai pemimpin industri otomotif listrik di kawasan Asia Pasifik. Investasi berkelanjutan dalam infrastruktur produksi, pengembangan sumber daya manusia, dan penguatan kemitraan dengan perusahaan teknologi global akan menjadi pilar pendukung utama. Pencapaian target tersebut diharapkan dapat menginspirasi produsen otomotif lainnya untuk meningkatkan komitmen mereka terhadap lokalisasi komponen dan inovasi berkelanjutan. Dengan momentum yang sedang dibangun saat ini, Indonesia memiliki peluang emas untuk menjadi destinasi utama bagi investasi industri otomotif listrik global dan mencetak sejarah baru dalam transformasi industri otomotif nasional.
What's Your Reaction?