Tebas Desak FIFA Batalkan Ekspansi Piala Dunia 64 Tim, Khawatir Merusak Ekosistem Sepak Bola Global

Presiden La Liga Javier Tebas secara terbuka mengkritik rencana ekspansi Piala Dunia menjadi 64 tim yang digagas Gianni Infantino, dengan menilai kebijakan tersebut akan merusak ekosistem sepak bola profesional global dan mengganggu keseimbangan jadwal kompetisi domestik.

Jul 22, 2026 - 00:03
Jul 22, 2026 - 00:03
 0
Tebas Desak FIFA Batalkan Ekspansi Piala Dunia 64 Tim, Khawatir Merusak Ekosistem Sepak Bola Global

Obor Keadilan - Presiden La Liga Javier Tebas kembali mengeluarkan pernyataan kritis terhadap rencana Gianni Infantino, Presiden FIFA, yang berniat mengubah format Piala Dunia menjadi turnamen dengan 64 peserta. Dalam kesempatan berbicara di forum internasional, Tebas dengan tegas menyampaikan keberatan mendalam terhadap kebijakan yang dinilainya akan membawa dampak negatif bagi industri sepak bola profesional di seluruh dunia. Eksekutif La Liga ini memandang bahwa ekspansi peserta dalam kompetisi paling bergengsi tersebut bukan sekadar penambahan kuantitas, melainkan langkah yang dapat menggerogoti standar kualitas dan integritas olahraga yang selama puluhan tahun telah dibangun dengan matang.

Tebas menjelaskan secara rinci bahwa rencana perluasan Piala Dunia akan mengganggu jadwal pertandingan domestik yang telah dikokohkan di berbagai negara. Dengan format 64 tim, jumlah pertandingan akan meningkat signifikan, yang berarti lebih banyak henti dalam kompetisi liga domestik untuk memberikan kesempatan kepada pemain internasional berkompetisi. Situasi ini, menurut Tebas, akan merugikan klub-klub profesional yang menginvestasikan sumber daya besar untuk mempertahankan kualitas pemain mereka sepanjang musim. Presiden La Liga juga menyoroti bahwa keputusan unilateral dari FIFA tanpa koordinasi matang dengan federasi sepak bola nasional dan liga profesional menunjukkan kurangnya kepedulian terhadap keseimbangan ekosistem sepak bola global yang kompleks dan saling bergantung.

Kritik Tebas tidak berhenti pada aspek kompetitif semata, melainkan meluas ke dimensi ekonomi dan komersial yang lebih luas. Ia berpendapat bahwa penambahan peserta akan mengakibatkan pertandingan dengan kualitas yang lebih rendah di fase grup, yang pada gilirannya dapat mengurangi nilai media dan sponsorship dari turnamen tersebut. Ekspansi ini juga dianggap akan memberikan keuntungan bagi negara-negara yang secara tradisional kurang kompetitif, namun pada saat bersamaan mengalihkan fokus dari pertandingan berkualitas tinggi yang selama ini menjadi daya tarik utama Piala Dunia. Dengan demikian, Tebas mempertanyakan logika bisnis di balik keputusan Infantino, yang menurutnya lebih mengutamakan ekspansi pasar daripada menjaga kualitas dan eksklusivitas kompetisi.

Dalam konteks yang lebih luas, perselisihan antara Tebas dan Infantino mencerminkan ketegangan yang terus berlanjut antara FIFA dengan liga-liga profesional terkemuka di dunia terkait pengaturan kalender internasional. Tebas, sebagai representasi dari Liga Spanyol yang merupakan salah satu liga paling kompetitif di Eropa, merasa perlu mengambil posisi defensif untuk melindungi kepentingan klub-klub yang tergabung di dalamnya. Pihaknya telah mengirimkan surat formal kepada FIFA menguraikan kekhawatiran mengenai dampak jangka panjang dari keputusan ekspansi ini terhadap integritas kompetisi domestik dan kesejahteraan pemain. Pertarungan ide ini menunjukkan bahwa regulasi sepak bola global masih memerlukan dialog yang lebih inklusif dan transparan antara semua stakeholder, bukan hanya putusan top-down dari badan induk internasional.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow