Scholes Kritik Penampilan Ronaldo: Bintang Portugal Perlu Dibatasi Waktu Main untuk Efektivitas Maksimal

Legenda Manchester United Paul Scholes memberikan kritik terhadap Cristiano Ronaldo, menyarankan pemain Portugal tersebut seharusnya hanya dimainkan pada 15 menit terakhir pertandingan mengingat penurunan performa atletiknya.

Jun 20, 2026 - 10:08
Jun 20, 2026 - 10:08
 0
Scholes Kritik Penampilan Ronaldo: Bintang Portugal Perlu Dibatasi Waktu Main untuk Efektivitas Maksimal

Obor Keadilan - Paul Scholes, legenda sepak bola Manchester United yang dikenal dengan analisis tajam tentang permainan modern, kembali memberikan pandangannya yang kontroversial mengenai kondisi Cristiano Ronaldo saat ini. Mantan gelandang berusia 49 tahun ini menyatakan bahwa pemain berusia 38 tahun tersebut sebaiknya tidak lagi dimainkan dalam durasi penuh pertandingan. Menurut penilaian Scholes yang disampaikan kepada media massa internasional, Ronaldo akan lebih berguna apabila hanya diterjunkan pada fase akhir permainan, khususnya dalam 15 menit terakhir ketika lawan mulai mengalami kelelahan. Kritik ini datang seiring dengan penampilan Ronaldo bersama timnas Portugal yang dirasa kurang memuaskan dalam beberapa laga terakhir di ajang internasional.

Seorang figur yang telah meraih berbagai prestasi tertinggi dalam karir sepak bolanya, Scholes menganalisis bahwa kemampuan atletik Ronaldo telah mengalami penurunan signifikan dibandingkan dengan masa-masa puncak karirnya. Scholes menjelaskan bahwa meskipun naluri mencetak gol dan pengalaman bertahun-tahun masih dimiliki oleh sang pemain, stamina dan kecepatan yang pernah menjadi senjata utamanya telah berkurang secara konsisten. Dalam perspektif Scholes, strategi yang lebih pragmatis adalah menggunakan Ronaldo sebagai joker atau pemain perubahan di menit-menit akhir, ketika level konsentrasi dan energi lawan sudah mulai menurun. Pendekatan ini diyakini oleh mantan pemain berusia setengah abad ini akan memberikan peluang yang lebih optimal bagi Ronaldo untuk berkontribusi dalam pencapaian kemenangan timnya.

Pandangan yang dilontarkan oleh Scholes ini sebenarnya mencerminkan realitas yang sering dialami oleh atlet-atlet elite di akhir karir mereka. Fenomena ini bukan sekadar tentang pertambahan usia, melainkan juga tentang bagaimana seorang pemain profesional harus beradaptasi dengan perubahan fisiologis yang terjadi pada tubuh mereka. Scholes, yang pernah melewati periode transisi serupa dalam karirnya, memahami dengan baik dinamika ini dan berusaha memberikan saran yang konstruktif kepada Ronaldo dan pelatih seleksi Portugal. Dia menekankan bahwa tidak ada yang memalukan dalam menerima peran yang lebih terbatas, mengingat kontribusi yang telah diberikan Ronaldo selama lebih dari dua dekade bermain sepak bola profesional di tingkat tertinggi dunia.

Kritik Scholes terhadap Ronaldo menjadi bagian dari diskusi yang lebih luas mengenai pengelolaan pemain senior dalam sepak bola kontemporer. Banyak klub dan federasi nasional masih mengalami dilema dalam mengambil keputusan untuk memberikan kesempatan penuh kepada legenda atau justru membatasi waktu bermain mereka. Pendekatan yang diusulkan oleh Scholes menawarkan solusi kompromi yang memungkinkan pemain pengalaman tetap berkontribusi secara bermakna tanpa membebani timnya dengan performa yang suboptimal. Dengan reputasi dan kredibilitas yang dimiliki oleh Scholes sebagai pengamat sepak bola, pandangannya ini kemungkinan akan memicu perdebatan mendalam di antara para ahli dan penggemar sepak bola tentang bagaimana cara terbaik menangani fase akhir karir para pemain bintang.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow